Membelah Kota Surabaya

“Perempatan di depan, ambil lurus aja ya, Kak.”

“Oke”

“Awas, Kak. Di lampu merah ambil agak kiri, soale motor dan mobil dibedain”

“Oke”

Kemarin aku menjelajahi Kota Surabaya bareng adik sepupuku, Mae (bukan Maya😛 ). Aku manut saja sama komando darinya.. Aku sengaja minta jadi joki saat kami naik motor. Duduk menyamping membuatku pegal banget, seperti saat aku pergi ke Gresik hari Selasa kemarin.

Naik sepeda motor di jalan raya di Kota Surabaya tentu terasa berbeda dibanding kotaku Samarinda. Jalannya yang lebar dan cenderung lurus saja, rasanya lebih nyaman untuk dilewati.😀

Mae menyarankan agar kami pergi ke Bebek Mercon. Aku sih oke saja. Aku suka makan bebek, tapi tentu saja gak pake mercon. Kata ‘mercon’ sepertinya mencirikan bahwa bebek itu rasanya akan sangat puedes banget. Aku merasa lebih enjoy bila rasa pedas yang sedang-sedang saja😀

Bebek Mercon… Melihat cabenya aku sudah bergidik😀

Awalnya aku hanya memesan bebek goreng biasa. Mae memesan bebek mercon.

“Nggak pedas kok, Kak. Biasa aja menurutku.” Kata Mae.

Saat kuicip bebek merconnya, ternyata tak terlalu pedas. Jadi aku memberanikan diri tuk memesan seporsi oseng bebek mercon. Memang tak terasa pedas. Biasa saja tuh. Namun lama-kelamaan, pedasnya semakin terasa. Mata jadi berair, hidung meler dan telingaku terasa panas. Untung saja aku memesan teh hangat. Jadinya rasa pedas di lidah, lenyap dengan air hangat🙂

Setelah itu kami ke toko buku Togamas. Rasanya sayang banget bila melewatkan toko buku karena harganya yang jelas lebih murah dibandingkan di Samarinda. Ada diskonnya lagi… Hehe, maklum tampang modis (modal diskon)😀

Beli beberapa buku, siapa tau bisa ikutan lomba review yang diadakan Inge😀

Dari toko buku, kami mampir makan es krim di Zangrandi.

Sudah lumayan lelah menjelajah kota Surabaya. Akhirnya kamu pulang.

Hmm… Rencana hari ini masih mencoba ke beberapa tempat. Insya Allah besok Jum’at baru balik ke Samarinda (lebih sehari dari rencana semula).

34 thoughts on “Membelah Kota Surabaya

  1. welcome to Surabaya, selamat menikmati semua yang ada di Sby, mumpung muraah.. hihihi.. bebek mercon malah saya belom pernah nyobain. tau sih iya, tapi nyobanya belom pernah. kapan-kapan deh kesana..

  2. bebek mercon itu adeknya apa sepupu nya oseng-oseng mercon yah Kak?
    pertama kali makan emang bener kak, kagak gitu berasa pedesny,
    tapi udah agak lamma.. wuiiiiii… nempel deh itu pedes.
    hehehehehe..
    di Jogja juga ada togamas kak, yukk ke jogja
    *ngajakin😀
    hehehehehe

  3. Kak …
    I tell you ya Kak …
    Surabaya itu … walalupun panas banget …
    tetapi menyimpan sejuta kenangan bagi diri saya pribadi

    Saya lahir di Surabaya
    Umur setahun pindah ke Jakarta
    Puluhan tahun kemudian … saya ditakdirkan untuk kembali lagi ke Surabaya untuk bekerja … bahkan Anak 1 dan 2 saya lahir di Surabaya juga. Sebelum saya di pindah ke Padang … lalu dipindah lagi ke Jakarta

    (lha malah curhat) (maap kak)

    Salam saya Kak

  4. Walau bukan penggemar bebek, tapi kalau ke Surabaya pasti makan bebek.
    Eh lihat dari komen yang lain ice cream Zingrandi itu enak ya?
    Belum pernah nyobain, lokasinya di mana ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s