Membelah Kota Surabaya

“Perempatan di depan, ambil lurus aja ya, Kak.”

“Oke”

“Awas, Kak. Di lampu merah ambil agak kiri, soale motor dan mobil dibedain”

“Oke”

Kemarin aku menjelajahi Kota Surabaya bareng adik sepupuku, Mae (bukan Maya ๐Ÿ˜› ). Aku manut saja sama komando darinya.. Aku sengaja minta jadi joki saat kami naik motor. Duduk menyamping membuatku pegal banget, seperti saat aku pergi ke Gresik hari Selasa kemarin. Continue reading

Apakah Aku Cantik?

“Mbak, tolong jawab pertanyaanku dengan jujur ya…” Kata Tiwi (bukan nama sebenarnya), salah seorang sahabatku.

“Ada apa, Wi?” Tanyaku. Kuletakkan sumpit di mangkuk mi ayamku. Kuhadapkan badanku pada Tiwi yang sedang duduk di sampingku. Tampaknya ia ingin memulai pembicaraan serius.

“Misalnya kecantikan diukur dengan skala 1 sampai 10, kira-kira menurut Mbak, aku berada pada angka berapa?” Continue reading

Kopdar di Surabaya

“Pakdhe, maaf saya baru meluncur. Tadi ada antrian kamar mandi. Mendadak pada pengen ‘mbuang'”

Itulah bunyi pesan singkat yang kukirimkan ke ponsel Pakdhe pada saat mepet waktu pertemuan yang dijanjikan di Park Coffee Resto. Kok ya mendadak pada pengen ngosongin perut dulu. Tau banget deh bakalan ditraktir makan malam, hehe…

Alhamdulillah…

Akhirnya nyampe juga di resto. Nggak perlu pake acara nyari sana-sini, posisi meja yang dipilih lumayan di tengah, ditambah lagi beberapa sosok yang sudah kukenali melalui fotonya, terutama Pakdhe ๐Ÿ˜€ Di resto sudah hadir beberapa blogger beserta pasangan, yaitu Pakdhe dan Budhe Ipung, Kang Yayat dan Mbak Lely, Mbak Yuniari Nukti dan suami, Inge dan pasangan, serta Gaphe.ย  Continue reading

Kopdar Yuk!

Alhamdulillah, aku udah nyampe di Jakarta ๐Ÿ˜€

Ada sahabat yang sudah mengirim email padaku sebagai tanggapan atas postinganku kemarin. Jadi, rencana pertemuan adalah sebagai berikut…

Tempat : Plaza Semanggi, Foodcourt Lantai 3A

Waktu : Hari Sabtu, tanggal 23 April 2011, ย Pukul 13.00

Bagi Sahabat yang bisa ikutan, silakan datang ya… ๐Ÿ™‚

(hehehe… sebenarnya aku masih bingung, bagaimana cara pergi kesana dan cara pulang dari sana :mrgreen: )

Apakah Dia Sayang Padaku?

Pagi itu matanya sembab. Meskipun ia mencoba menutupi bengkak matanya dengan menggunakan eyeshadow, tapi aku tahu bahwa sahabatku itu habis menangis semalaman. Ini adalah kali kesekian ia berangkat kerja dengan mata seperti itu.

“You cried again” kataku padanya.
Ia mengangguk. Perlahan kami bergeser ke ruang perawat yang sepi.

Berderet kisah sendu tentang pernikahannya, terutama suami, kudengarkan satu persatu. ‘Mendengarkan’, hanya itu yang dapat kulakukan karena minimnya pengetahuanku tentang kehidupan berumah tangga.

Air mata membasahi kedua pipinya. Ia bercerita dengan bibir yang bergetar. “Aku tidak tahu lagi, apakah dia menyayangiku?”
“Sabar ya” sahutku. Aku hampir bisa merasakan perih di dadanya. Aku tahu bahwa sahabatku itu melayani suaminya bak seorang raja.

Ingin kumemeluknya, tapi urung kulakukan, karena aku tak ingin menangis. Aku sudah lumayan banyak mengeluarkan air mata untuk permasalahanku sendiri.

Setelah berbincang-bincang hampir 1 jam, sahabatku itu mulai mengeringkan air mata di wajahnya. Ia merapikan kembali riasannya yang sempat luntur oleh air mata.

“Semoga kau dapat suami yang benar-benar sayang dan mau menjagamu” katanya padaku.
“Aamiin. Semoga permasalahanmu cepat selesai. Kuharap kau bisa lebih sabar lagi ya”.

Sleeping Beauty

Hmm… kalo ingat masa-masa sekolah dulu, apalagi pada jam pelajaran terakhir, aku sering tertidur di kelas. Saat kelas 1 dan 2 SMA aku duduk di barisan paling belakang. Serasa aman banget deh kalau tiduran ๐Ÿ™‚ Posisi favorit adalah telungkup diatas meja dan tak lupa berpesan dengan teman sebangku, “bangunkan aku kalau bapak/ibu guru jalan ke belakang kelas ya…” ๐Ÿ˜† Continue reading