Masih Memerlukan Gayus?

Huhuhu… ternyata aku mesti mengisi SPT tahunan juga. Paling nggak ngerti masalah ginian deh. Biasanya tahunya cuma mencatat di lembaran status pasien, misalnya tekanan darah Tn. A : 120/90 mmHg, dll.

Ka TU : “Mbak, semua yang golongan 3 harus mengisi lembaran SPT ini”

Akin : “Oh, harus ngisi ya… Iya deh, ntar dulu. Belum mood

Ka TU : “Buruan, Mbak. Batasnya cuma akhir Maret ini loh”

Akin : “Baiklah…” (dengan malas-malasan)

Beberapa teman di tempat kerjaku sama nggak pahamnya dengan aku, berkaitan masalah pajak ini. Akhirnya nyari contekan buat ngisi formulirnya😀

Aku jadi ingat, aku pernah tak sengaja menjadi ngupinger. Saat itu aku mendengar pembicaraan seseorang yang memiliki sebuah tempat usaha, dengan kawannya. Dia mengatakan bahwa dia selalu mengisi SPT tahunan dan menyetorkan pajaknya. Tetapi ada tapinya… yaitu pakai jasa ‘Gayus’!😯

Hadoohh… Rasa penasaran menggelitikku. Meskipun pandangan ke arah lain, tetapi telinga tetap mengarah ke pembicaraan itu. Berderet angkapun disebutkan.

Misalnya (ini cuma misalnya loh🙂 ) yang harus disetor setiap bulan adalah Rp 500.000, maka yang disetor hanya sekitar Rp 200.000. Saat diakumulasikan untuk setahun, lumayan banyak berkurangnya pajak yang harus disetorkan. Misalnya ia mesti memberi amplop ke ‘Gayus’ sebesar Rp 1 juta, setidaknya ia masih menyimpan sekitar 2 juta-an.

Hmm… aku jadi mikir, yang kudengar adalah versi kecil dari pengurangan pajak yang dilakoni oleh ‘Gayus-gayusan’. Versi besarnya adalah yang kasus sudah sangat terkenal yang berkaitan dengan The real Gayus.

Aku beristighfar dalam hati, sambil termenung. Ternyata kejadian seperti diatas bisa terjadi dimana saja!😯

Oh, Indonesiaku…

43 thoughts on “Masih Memerlukan Gayus?

  1. He he he… baru tahu mbak ya… orang di level tukang sampah aja gitu koq…

    jadi tuh tukang sampah ada iuran per gerobak yang setor ke tps misal 30 ribu seminggu. Caranya adalah dua gerobak dijadikan 1 sebelum setor ke tps, jadi perminggunya tukang sampah cuma setor 15 ribu…

    ngirit kan

  2. berarti teman mba Akin keliru menyampaikan SPTnya (atau sengaja “keliru” supaya bayar pajaknya ga terlalu banyak) karena pajak yang kita bayar itu disetor ke Bank, bukan ke oknum Gayus itu Mbak..
    Kalo ada pertanyaan Mbak Akin bisa menghubungi KPP setempat, tanya aja ke petuga di front desk (pilih yang muda dan yang cantik/cakep ya! ;)), insyaAllah segala pertanyaan Mbak Akin bisa dijawab dengan baik dan tuntas.
    kalo ketemu oknum Gayus, minta tolong hubungi saya ya Mbak!😉

  3. hasil pajak malah di bajak sama orang-orang pajak hihihi monggo yang sering download a href=”http://tutorial-blog-hack.blogspot.com/2011/03/hilangkan-waktu-tunggu-link-download.html/”target=”blank”>Hilangkan waktu tunggu link download

  4. Waktu masih kerja, saya juga suka bingung kalo disuruh form SPT ini. Biasanya saya nyontek ke bendahara buat cara pengisiannya.
    Pake jasa ‘Gayus’?
    Ah, kayaknya nggak seimbang dengan jumlah gaji yang diterima deh😉

  5. kemaren pas pulang ke rumah, aku suruh ngisi SPT nya bapak! hadoooh… padahal udah di dikte sama mamah di sebelah, teteup ajah ada yang salah…
    beneran ribet ternyata😦

  6. Saya pernah sekali bantuin temen ngisi SPT aja mumetnya minta ampun. Untung waktu itu gak ada tapi-tapinya. Maklum cuman SPT Sekolah dan yayasan kecil yang nominalnya gak besar2 amat.
    Umpama ditilep-pun palingan gak sebanding dengan dosanya. Mungkin demikian pikir temen saya.
    Hehehehehe

  7. Mengisi SPT mudah kok, apalagi sebetulnya selama ini gaji nya Akin sudah dipotong pajak, jadi hasilnya pasti NIHIL…hanya mesti dilaporkan.
    Dan kita mesti mendukung program pajak ini, karena pajak merupakan pemasukan bagi APBN yang al untuk perbaikan infrastruktur di negeri kita, pendidikan dll.
    Saya sudah melaporkan SPT sejak tahun 1985 (25 tahun).

  8. Berarti gayus itu gak berjalan sendiri, gitu intinya mbak❓
    Wah perlu ada penangkapan gayus2 yang lain nya.😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  9. Waduh, ternyata gayus kecil-kecilan juga ada… untung dibayar langsung ama kantor, jadi ga perlu pusing-pusing ngurusin pajak… tapi ngisi sptnya emang rada ribet… saya harus nyontek ama senior (meski ada panduannya), padahal kata iklan gampang…

  10. kenapa masyarakat di bawah jadi ikut2tan spt gayus,karena yang diatasya tidak amanah ,memberi contoh yang jelek,akhirnya rakyat ngak percaya nyerahin pajak sesuai dengan yang seharusnya,dari pada bayar pajak malah menyuburkan orang2 spt gayus,lebih baik dipakai aja untuk keperluan keluarga yang lebih penting,ntar kalau pejabat2nya yang mengelola pajak sudak pada insyaf ,baru kita dukung dengan membayar pajak Fuul okay!

  11. hahaha bukan rahasia lagi masalah tilap menilap uang begitu… sodara saya yg kerja diperpajakan dalam waktu 1 tahun bisa naik haji beli fortuner dan rumah 2… dia sih jujur ke kita2 ngedapetin uangnya bagaimana, makanya sepupu saya sekarang pada ngambil jurusan perpajakan…😆 yang penting duit yah?

    wkwkwkwk… sholat sih rajin, korup jalan terus, yg penting 2,5% disedekahin katanya… (parah) hhahaha…

  12. sudah dikolektif sama kantor, gak pusing deh🙂

    katanya -ini katanya loh🙂 – orang bijak taat pajak, dan semoga pemanfaatannya bukannya hanya bijak tapi tepat…Amin….

  13. Korupsi itu bagi bangsa ini sudah seperti gaya hidup. Mana mungkin orang yang sudah merasakan enaknya uang korupsi akan mengharamkan korupsi. Misalnya anak pejabat yang korup mana mau tobat. Demikianpun dengan seseorang yang melihat bahwa hidup kawannya serba enak karena korupsi sedangkan dia harus susah membeli susu untuk anaknya. Makin banyak yang korupsi disekitar kita maka akan semakin banyak juga orang yang tergoda untuk memulainya

  14. Gak cuma orang pajak yang perlu disalahkan, wajib pajaknya juga salah kan.
    Kalau wajib pajak jujur gak bakal ada pegawai pajak yang nakal

  15. Saya setuju dengan Ibu EDRatna …
    Mudah kok mengisi SPT
    Terutama bagi saya yang kerja di perusahaan …
    karena pajak kita sudah dipotong kan …
    kita tinggal lampirkan saja bukti potong pajak kita

    karena hanya dari Gaji itulah penghasilan saya

    Salam saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s