Kisah Seorang Ibu

Prolog

Sesosok berpakaian putih menyembul dari balik pintu. Sudah pukul 6 pagi, saatnya suster memeriksa tanda-tanda vital pasien. Seorang ibu yang terbaring di sudut bangsal berisi 8 pasien itu, menunggu giliran untuk diperiksa.

“Permisi, Bu Anik. Saya periksa dulu tekanan Ibu ya” ucap suster kepada ibu itu, kemudian memasangkan alat pengukur tekanan darah di lengannya.

“Hmm… Ibu masih sulit tidur semalam?” Tanya suster dengan dahi berkerut. Ibu itu mengangguk. “Coba ibu tenangkan pikiran, supaya tekanan ibu bisa stabil” Ibu itu hanya tersenyum pada suster. Continue reading