Bicara Masa Lalu

Mimi dan 3 orang sahabatnya berkumpul pada sebuah meja cafe, sore itu. Persahabatan di tempat kerja selama bertahun-tahun membuat mereka akrab, termasuk dengan anggota keluarga masing-masing.

Pembicaraan ringan khas sahabat terbentuk, sambil sesekali menyeruput minuman masing-masing. Perlahan pembicaraan melebar ke arah masa lalu, saat mereka berempat belum bertemu.

“Aku seumur hidup belum pernah pergi ke tempat dugem” kata Mimi. Tiga sahabatnya tersenyum mendengar ucapan itu.

“Untuk apa juga sih kamu masuk ke tampat seperti itu” Lala menimpali.

“Aku pernah. Dulu sih, waktu masih kerja di Batam.” Ucapan Vivi mengejutkan yang lain. Vivi yang tampak saat ini adalah sesosok wanita anggun dengan pakaian muslimahnya. Sama dengan Mimi dan Lala.

“Aku malah sempat jadi waiter di sebuah nightclub loh” kata Rony, satu-satunya pria dalam kelompok itu.

“Oh ya? kok bisa?” Tanya Vivi, Lala dan Mimi serempak.

“Karena ayahku sudah nggak ada, aku juga perlu biaya untuk kuliah dan menghidupi diriku sendiri. Jadinya aku menerima tawaran kerja dari salah seorang temanku dulu.” papar Rony. Yang lain mengangguk-angguk, tetapi masih dengan ekspresi penasaran.

“Lalu, kamu nyentuh alkohol juga nggak?” Tanya Mimi.

“Hmm… kalau sudah berada di tempat seperti itu, rasanya sulit untuk menolaknya.”

“Benar banget” ucap Vivi. Semua pandangan beralih ke arahnya.

“Aku pernah minum vodka” lanjut Vivi sambil memandang ketiga sahabatnya yang sedang menganga, “biasa aja, nggak ada rasanya. Mungkin karena kurang banyak kali ya.”

Ucapan Vivi membuat sahabatnya tertawa. Kemudian semua terdiam, sibuk dengan pikiran mereka tentang masa lalu.

“Dulu aku pernah dekat dengan om-om, pas masih kuliah” ucapan Lala mengejutkan sahabatnya.

“Apa karena dulu duit jajanmu kurang ya?” Tanya Mimi.

“Yups. Aku sekolah di kota. Awalnya kupikir nggak enak juga bila selalu membebani orang tuaku di kampung. Tapi saat aku akan diajak ke hotel, aku menolaknya karena serem banget rasanya. Sejak saat itu aku nggak pernah lagi menemui si om.” Lala memandangi sahabatnya satu persatu sambil tersenyum.

“Aku tahu kalian penasaran. Aku cuma menerima pemberiannya dan tak membiarkan diriku untuk disentuh terlalu jauh. Syukurlah aku masih ingat dengan kedua orang tuaku.”

“Wah, untung banget kamu nggak diapa-apain, La. Aku juga pernah digodain om-om. Aku langsung kabur aja. Takuutt” kata Mimi sambil bergidik.

“Alhamdulillah, sekarang kita sudah belajar menjadi pribadi yang lebih baik” ucap Vivi bijak.

“Bener banget, Vi. Aku juga nggak pernah lagi ke nightclub. Terakhir kali aku kesana sudah lama banget, dan waktu itu aku jadi pusing saat masuk ke ruangan remang-remang itu” kata Rony.

“Alhamdulillah. Allah masih memberikan kita kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri. Seandainya kita terus bergelut dalam dunia itu, entah jadi apa kita sekarang. Mungkin kita nggak akan bertemu dengan pasangan kita saat ini dan membentuk keluarga bahagia.” ucap Lala.

Mimi mengangguk sambil tersenyum. Ia sangat menyayangi ketiga sahabatnya. Ia yakin, pembicaraan barusan tentang masa lalu tidaklah bertujuan untuk mengorek-ngorek aib diri, namun insya Allah bisa saling mengambil hikmah dan menjadikan mereka lebih kuat lagi di masa mendatang.

_________________________________

Kisah diatas adalah fiksi belaka. Sungguh bukan pengalaman pribadiku. Namun bisa saja ada orang yang pernah mengalami hal seperti kisah diatas😀

Sangatlah buruk bila kita berbangga-bangga dengan prestasi semu di masa lalu. Lebih buruk lagi bila kita bersedih atas perilaku buruk kita di masa lalu, tanpa melakukan perbaikan-perbaikan demi hidup di masa kini dan masa yang akan datang.

 

31 thoughts on “Bicara Masa Lalu

  1. Sependapat dengan komentarnya Mbak Lidya. Hidup adalah saat ini, dan prestasi semu di masa lalu bukanlah sebuah kebanggaan..

    Lupakan masa lalu burukmu…🙂

  2. Baik menurut kita, belum berarti baik dimata orang, tetapi jgn selalu memikirkan pandangan orang terhadap kita selama yang kita lakukan itu tidak merugikan orang & tidak bertentangan dengan agama..

    Siip… berarti kita tahu batasan2nya : Yang tidak merugikan orang dan tidak bertentangan dengan agama🙂

  3. pernah kak mengalami hal buruk di masa lalu, tapi bener kata kaka,
    Lebih buruk lagi bila kita bersedih atas perilaku buruk kita di masa lalu, tanpa melakukan perbaikan-perbaikan demi hidup di masa kini dan masa yang akan datang.
    Masih terus belajar untuk memperbaiki diri🙂

    Dari pada terus terpuruk merista diri, mendingan bangkit dan lakukan kebaikan🙂🙂

  4. pengalaman masa lampau hehehehehehehehhee….. klo menone apa yaaaaaa….. hmmmmmmmmmmmm dl suka mabok juga tp skrg wes lumayan agak tobak heheheheheehehehe

    salam persahbatan dr MENONE

    Semoga kembali ke jalan yang lurus ya, Menone…🙂

  5. Masa lalu???
    saya malah males tuk mengingatnya, mendingan mikirin masa depan aja dech…

    Masih banyak hal2 baik menanti kita di depan sana🙂

  6. Benar banget kak. Kita jangan terlena dengan kehidupan masa lalu yang mungkin suram. Sebaliknya, masa lalu yang suram itu harus kita perbaiki dengan perilaku2 yang positif. Memang tidak mudah karena banyak gangguan dari sana-sini. Tetapi dengan usaha yang keras dan sungguh2, Insyaallah kita akan mampu mencapainya.

    Godaan masih sangat besar ya…

  7. pengalaman masa lalu tak harus payah dilupakan, tak pula wajib untuk diingat. Tapi, alangkah senangnya kita bisa belajar dari pengalaman itu, karena baik atau buruknya masa lalu, semua adalah pelajaran untuk hidup kita di masa-depan.

    kuotanya mantap. aku sering ketemu dengan orang yang suka berbangga-bangga akan keburukan dirinya sendiri. itu memang watak yang sulit diubah. ada yang bangga karena kuat minum minuman keras, ada yang bangga anaknya terkenal sebagai bandar narkoba, ada yang bangga karena bisa tidur dengan wanita idola…

    Hah?? Ada yang bangga pernah berlaku amoral?? Ckckck… *geleng2*

  8. Masa lalu itu adalah pelajaran buat menghadapi masa depan dengan lebih baik.
    Saya belum pernah masuk ke dunia malam, dan tidak pernah berniat buat mencobanya mbak…hehe, serem ah…😉

    Hadooh, Mbak.. Kalo jilbaban masuk ke tempat dugem, apa kata duniaaa😀

  9. Ehm, masa lalu menyimpan begitu banyak kenangan… Tapi dari masa lalu itulah kita belajar banyak hal, tentunya belajar untuk menjadi orang yang lebih baik…

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

    Masa lalu jadi batu loncatan menuju masa depan🙂

  10. kayak temenku Kin, dia pernah bilang dulu dia selalu pulang larut sepulang kerja karena dugem…tapi alhamdulillah sekarang malah yang paling kaffah diantara kami teman-temannya, berarti dia bisa memperbaiki diri🙂

    Siapa yang bisa menduga ya, Mah…
    Semoga kitapun dapat menjadi lebih tawadhu🙂

  11. Kejayaan masa lalu jangan melenakan, tantangan masih banyak di depan..
    Salam super!🙂
    Kejayaan masa lalu jangan melenakan, tantangan masih banyak di depan..
    Salam super!🙂

    Karena terlena, jadinya tak bergerak maju🙂

  12. setiap manusia pasti ada pengalaman buruknya. yang penting untuk hidup kedepannya, lebih baik kita menjalani hidup untuk lebih dekat dengan tuhan agar lebih baik lagi. salam dari denpasar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s