Berpengalaman

Beberapa waktu lalu Si Cempluk mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang jaga sore (sekitar pukul 9 malam) dari puskesmas. Cempluk terjatuh setelah sepeda motornya diserempet mobil yang sedang melaju kencang. Jalan yang kami lalui sehari-hari menuju atau pulang dari tempat kerja merupakan jalan antar kota yang juga dilewati berbagai kendaraan, dari sepeda motor hingga truk gandeng yang membawa alat berat.

Beberapa rekan kerja termasuk aku, langsung mendatangi dan menemani Cempluk di rumah sakit. Beruntung (masih ada untungnya, biasa…😀 ) saat di periksa oleh dokter di IGD RSU. A. W. Syahranie dan difoto rontgen, tidak ada tulang yang patah. Hanya ada sedikit lecet pada bagian kaki, dan memar pada bagian lainnya.

Bagian yang lucu adalah saat seorang dokter muda membersihkan luka Si Cempluk, ia menjerit kesakitan.

“Aaww… Pelan-pelan, Mbak. Perih nih”

Aku dan teman-teman bukannya kasihan, malah sibuk tertawa terpingkal-pingkal😆

“Hehehe… Padahal kalau sama pasien, galaknya minta ampun” celetuk salah seorang temanku.

Sungguh, kami tidak termaksud menertawakannya. Hanya saja situasi ini memang sangat menggelikan bagi kami. Biasanya bila di tempat kerja kami (puskesmas), kami sebagai petugas. Kali ini salah satu dari kami, Si Cempluk, menjadi pasien.

Sebenarnya Cempluk bukanlah yang pertama. Hampir semua dari kami pernah mengalami KLL (kecelakaan lalu lintas). Ada yang jatuh, terseret, terguling-guling hingga lecet-lecet dan luka robek. Aku sendiri, pernah mengalami patah tulang betis dan paha belasan tahun yang lalu. Sekitar 2 bulan yang lalu, seorang temanku mengalami patah tulang kering.

Bila kami tertawa saat ada rekan yang mengalami KLL, kami tidak bermaksud mengejek atau berbahagia diatas penderitaan orang lain, namun itu karena kami sama-sama telah berpengalaman (berpengalaman kecelakaan, maksudnya…:mrgreen: ). Kami tahu persis bagaimana rasanya jatuh. Kami juga tahu bahwa bersedih bukanlah tindakan yang tepat saat menghadapi situasi seperti ini. Dengan memberikan keceriaan dan dukungan moril, insya Allah dapat menjadi semangat kesembuhan baginya.

Namun di sela tawa itu, tentu saja terselip ucap syukur dalam hatiku. Alhamdulillah luka yang dialami teman kami tidak parah dan kami semua juga masih diberikan umur yang panjang dan masih berkesempatan untuk mengisi usia kami dengan hal-hal yang bermanfaat. Aku yakin dalam hati rekan-rekanku juga terucap hal yang sama🙂 *soktau*

 

40 thoughts on “Berpengalaman

  1. (Maaf) izin mengamankan KEEMPAX dulu. Boleh, kan?!
    Ya, sesekali yang biasa merawat orang sakit biar dirawat juga….

    Moga Si Cempluk lekas sembuh dan enggak keenakan dirawat…

  2. Hehehe..
    Mbak, manusiawi sih kalau takut. Biasa itu, kalau meriksa orang kita bisa menenangkan pasien, tp giliran kita diperiksa langsung ketakutan hahaa…
    Kayak mami saya, waktu ke DSOG deg-degan padahal dulunya beliau kan bidan, bantu ngeluarin orok.

  3. Addduhhh …
    Mudah-mudahan ini kecelakaan terakhir untuk kalian semua ya …
    Jangan ada lagi musibah …

    Hati-hati di jalan

    Salam saya Kakaakin

  4. he…he…he…he
    titi pesen ama mbak cempluk yakk
    “makanya mbakk jangan galak..galak ama pasien..
    heran dech..sama aja kayak bundo bukik..
    galak ama pasien…😀😀😀 ”
    semoga cepat sembuh ya..

  5. sepertinya treatment “ditertawakan” lumayan ampuh untuk para crew puskesmas untuk berhati2 ya mbak … hehehe karena kalo mengalami KLL selain sakit,, juga bisa2 ditertawain satu puskesmas hehehehe ….

    salam untuk “si cempluk” ya mbak … ^_^

    *pelangi*

  6. Semestinya orang yang sudah berpengalaman seperti ini tidak perlu lagi menambah pengalamannya:mrgreen:
    Atau kalaupun terpaksa mengulangi pengalaman ini, maka sebaiknya mereka sudah belajar dari pengalaman sebelumnya tentang beberapa hal, misalnya:
    – jalan mana saja yang layak untuk menambah pengalaman dan mana yang tidak
    – mobil jenis apa yang layak untuk menambah pengalaman ini dan dalam kecepatan berapa yang masih dapat ditoleransi oleh tubuh
    – jenis kecelakaan seperti apa yang layak dan mana yang tidak

    hehe… bercanda🙂
    Moga si Cempluk cepat sembuh.
    Kita harus hidup berbagi, kadang ngobatin, kadang diobatin

  7. Kudu hati2 ya Kin, di jalan penuh dgn kendaraan besar begitu. Jangan lupa doa. Ngalah ajalah sama mereka. Salam sama Cempluk, cepat sembuh ya.

  8. Waspadalah selalu dalam perjalanan…
    Karena KLL terjadi bukan hanya karena tidak hati-hati, tapi juga karena oknum pengendara lain yang ugal-ugalan dan tak memikirkan keselamatan orang lain yang ada di depan belakang kanan dan kiri…
    *cepet sembuh cempluk….🙂

  9. Sepertinya daerah tempat kerja kak Akin ini rawan kecelakaan ya, kenapa tuh? apakah karena medannya atau kesadaran pengguna jalannya yang masih rendah? Buat mbak Cempluk, semoga cepat sembuh. amin.

  10. Bener mbak, bersyukur hanya lecet dan memar, tidak ada yang berpatah-patahan😉
    Semoga temennya cepet sembuh ya, apalagi udah dibikinin posting kayak gini, wah…pasti bakal jadi obat mujarab…😀

  11. Patah tulang, wah pasti sakit banget. Tapi itulah resiko kalau kita berkendaraan. Kalau tidak menabrak ya kita yang menabrak orang. Cuma bisa berdoa saja semoga kejadian itu tidak menimpa kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s