Ketika Mbah Siti Minta Suntik

Tidak mempan!

Air mata yang mengalir di pipi Mbah Siti tidak merubah keputusan yang diambil oleh dr. Rini. Pandangan memelas dari Mbah Siti ditambah permohonan yang mengiba, tak membuat dr. Rini bergeming.

“Tolong, Dok. Saya minta suntik”pinta Mbah Siti.

“Maaf, Mbah. Untuk penyakit Mbah kali ini, nggak perlu disuntik. Ini obat untuk Mbah minum, tiga kali sehari. Insya Allah pelan-pelan akan sembuh.” Dr. Rini berusaha menjelaskan secara perlahan, berharap Mbah Siti bisa memahaminya.

“Saya biasa disuntik, Dok. Habis disuntik langsung sembuh. Saya sering kok suntik di puskesmas ini”Mbah Siti berusaha meyakinkan dr. Rini. Rupanya Mbah Siti termasuk dalam kelompok MPS (Masyarakat Penggemar Suntikan).

“Tapi, Mbah, sakitnya Mbah yang dulu dengan yang sekarang kan beda. Yang kali ini nggak perlu disuntik. Tidak semua penyakit harus disuntik, Mbah”

Beberapa bulan yang lalu Mbah Siti datang ke UGD puskesmas dengan keluhan ulu hati yang sangat perih. Setelah disuntik, nyeri ulu hatinya bisa reda. Pada kesempatan lain Mbah Siti pernah juga diberikan suntikan sesuai keluhannya. Namun kali ini, Mbah Siti datang dengan keluhan batuk pilek dan tidak ada jenis suntikan untuk meredakan batuk pilek.

Mbah Siti mengusap air mata di pipinya. Sebenarnya dr. Rini tidak tega juga dan hampir saja meresepkan suntikan vitamin atau aquadest untuk diberikan pada si Mbah. Tapi biarlah, dr. Rini berharap semoga hal ini bisa jadi pelajaran bagi Mbah Siti.

Dr. Rini tak ingin membohongi dan membodohi Mbah Siti dengan memberikan suntikan bohongan, demi si mbah yang sudah terlalu tersugesti pasti sembuh dengan cara injeksi.

Mbah Kirno, suami Mbah Siti, menghampirinya.

“Ya sudahlah, Bu. Kata Bu Dokter nggak boleh suntik ya sudah.”Mbah Kirno menggandeng tangan istrinya.

Dengan membawa kantung plastik berisi obat di tangannya, perlahan-lahan Mbah Siti melangkah keluar UGD sambil berucap lirih namun masih dapat terdengar oleh telinga dr. Rini,

“Obat ya masih sisa banyak di rumah. Lha wong sudah dua kali diminum, nggak sembuh-sembuh, ya berhenti aja minumnya”

Sambil menurut dada, dr. Rini beristigfar dalam hati mendengar ucapan Mbah Siti. Kebanyakan orang ingin sembuh secara instan. Minum obat baru sekali dua kali, kemudian berhenti. Padahal sayang sekali jika ternyata diantara obat yang diberikan ada yang berjenis antibiotic yang mana harus diminum hingga tuntas agar terhindar dari resistensi.

“Hhmmh…” dr. Rini menghela napas. Entah sudah kali keberapa ia menghadapi pasien seperti Mbah Siti ini.

Hikmah :

  1. Jagalah kesehatan
  2. Minum obat tidak bisa langsung terasa khasiatnya, berbeda dengan kalo makan cabe yang akan langsung terasa pedasnya
  3. Saat minum obat, hendaknya mengikuti peraturan yang diberikan.
  4. jangan selalu minta suntik, karena banyak efek samping yang bisa ditimbulkan oleh suntikan.
  5. Tidak semua penyakit harus disuntik.
  6. Sakit dan sembuhnya seseorang telah diatur oleh Allah Subhanahuwata’ala.

_________________________________________

Tulisan ini tentu saja tidak bisa Aku ikutkan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah. Sekadar mengingatkan, KUCB sebentar lagi akan ditutup. Yang belum ikut, ayo buruan ikutan…😀

19 thoughts on “Ketika Mbah Siti Minta Suntik

    • hal ini berbeda 180 derajat dengan kakakku yang sangat sangat takut dengan suntik. bahkan, ia bisa mendadak sembuh apabila dokter menganjurkan untuk disuntik.

      Lah, kalo adek saya, baru berdiri di depan praktek dokter aja langsung sembuh juga… 😀

  1. Salam Takzim
    Saya malah paling takut disuntik mbah, sekecil apapun jarumnya. Hikmah yang tinggi maknanya yang terakhir kak izin mencatat ya walau bukan juri
    Salam Takzim Batavusqu

    Disuntik kan sakit ya. Pak… 🙂

  2. selamat pagi.

    mantab nih.
    bisa memberi pencerahan kepada orang yg masih awam dengan dunia kesehatan dan obat-obatan.

    semoga aja Mbah Siti baca tulisan ini,
    siapa tahu aja itu Mbah jago main internet dan terdampar di sini😛

    terima kasih dan mohon maaf😮

    hehehe…

  3. ssttt…jangan kasih tau siapa2, mamah kalo udah dua kali ke kontrol dokter (tapi dokter langganan yang udah senior ) suka minta disuntik mirip mbah Siti cuma kalo obat sih pasti diabisin😀

    Hehe, biar lebih maknyuss ya, Mah… 🙂

  4. He he he he
    Aku paLing gak suka di suntik,, sakit
    Tapi si Mama,, mirip banget ama mbah siti,, kalau sakit pasti langsung minta dokter supaya aku disuntik,,

    Btw emangnya kalau disuntik ada efek sampingnya ya

    Seringkali ada orang yang minta suntik, meskipun nggak sesuai dengan indikasi.
    Efek samping suntikan yang pernah kutemukan adalah alergi, memar pada daerah suntikan dll
    Tapi kalo memang disarankan dokter untuk disuntik, Insya Allah nggak apa-apa… 🙂

  5. obat yang tak dihabiskan, ini sering terjadi padahal benar ada antibiotik yang semestinya dihabiskan meskipun kondisi sudah dirasakan sehat.

    Bener banget. Memang sih, minum obat itu menyusahkan, hehe…
    Semoga kita selalu sehat wal afiat

  6. Memang banyak ya yang tersugesti kalau disuntik lebih cepat sembuh.
    Kalau saya gak mau disuntik, gak mau minum obat dan pasti gak mau sakit🙂

    Semoga kita selalu sehat… 🙂

  7. Assalaamu’alaikum mbak Kakaakin…

    Tentu banyak pasien seperti mbah Siti ya. Kenapa orang dewasa tidak suka minum obat. Saya selalu menemui kasus di mana orang dewasa sudah muak mahu makan obat kerana dirasakan kurang efektif dan lambat sembuh.

    Semoga kita akan selalu sabar dalam menghadapi penyakit yang hinggap di badn kita dan menikmatinya sebagai tanda perhatian Allah untuk menghapuskan dosa2 kita. Amiin. Mudahan.

    Semoga mbak selalu dalam rahmat Allah.

    Saya juga sering menemui orang yang tidak sabar ingin cepat sembuh, sehingga ia minum obat melebihi dosis yang dianjurkan😦

    Salam manis dan mesra selalu buat mbak Akin dari saya di Sarikei, Sarawak.😀

  8. memang perlu sabar Kaka Akin.. menghadapi pasien TEMPOE DOELOE.. karena dr dulu biasanya memberikan injek pd setiap pasien jd nya yaaa… ketagihan.. Nah, mungkin perlu dimaklumi kebiasaan mereka krn hal ini tentu tak lepas dari para dr TEMPOE DOELOE

    jadi… gak bisa nyalahin siapa2…🙂

  9. saya sebaliknya paling takut kalau disuntik😀
    memang masih banyak orang yg seperti itu, termasuk bibi saya. Kasian juga Bu Siti, jadi tidak percaya dengan obat.. apalagi kalau sampai obat tidak dihabiskan

    Saya juga sangat menghindari disuntik, hahaha…🙂

  10. masyarakat umum pada dasarnya memAng lebih suka disuntik, sudah sugesti kali yaa..
    trutama masy.pedesaan,lebih manjur katanya.
    seperti mbah siti itu,kalu belum disuntik yah belum berobat.

    aku sendiri lebih suka menghindari suntikan,takuut euuy..😀

    Repot banget jadinya…🙂

  11. walah, memangnya banyak ya Mbak yang tersugesti kalo sakit baru sembuh pas diberi suntikan?

    Saya takut disuntiikkk…😦

    Banyak, Mbak. Bahkan ada yang pas datang berobat ke puskesmas langsung ngomong : “Suster, saya mau suntik”, saya jadi kaget…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s