Sekali Lancung di Ujian…

Wanti mengusap dahinya yang berkeringat. Sudah lebih dari 30 menit ia berdiri di tepi jalan, namun tak satupun angkot yang lewat. Beginilah nasibnya setelah pindah ke rumah Si Mbah, ia kini tak diserahi sepeda motor lagi. Setiap berangkat dan pulang kerja, ia harus naik angkot. Jangan sampai ia ketahuan pulang diantar oleh seseorang, siapapun itu, atau si Mbah akan marah besar. Continue reading