Lagi-lagi Uang dan Penipuan

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

$$$$€€€€$$$$

Apakah uang mampu melakukan segalanya?

Tentu saja uang tidak dapat melakukan segalanya, namun banyak hal yang dapat terjadi karena uang. Contoh kejadian pada level atas misalnya uang anggaran yang begitu besar, membuat oknum tergiur untuk menyisihkannya sekian persen. Kemudian ada lagi pemilik perusahaan yang enggan membayar pajak yang sangat besar, sejumlah uangpun disumpalkan ke mulut oknum. Ckckck.. uang bisa sangat mengerikan ya…

Mungkin pada tatanan masyarakat bawah, banyak kejadian yang lebih miris lagi. Ketiadaan uang sering kali memaksa mereka untuk terlibat dengan rentenir. Hidup yang melarat semakin susah hingga hampir sekarat gara-gara si lintah darat. Belum lagi kisah perampok, pencopet, maling dan sejenisnya. Semuanya karena uang.

(Pada postingan ini aku tidak bermaksud ber-ghibah, namun aku berharap semoga kita bisa mendapatkan pelajaran).

Gara-gara uang juga sejumlah kawan-kawanku tertipu. Berharap bisa kaya raya, namun jatuh bangkrut dalam hitungan bulan. Uang yang diinvestasikan kepada seseorang tak bisa diperoleh kembali, karena orang itu raib.

Mungkin Sahabat juga sering mendengar kejadian ‘penipuan berkedok investasi’ tersebut. Yang dialami kawan-kawanku ini memang indah pada awalnya. Misalnya saja seseorang menanam saham sejumlah Rp 100 juta, maka setiap bulan ia akan memperoleh bunga sebesar Rp 8 juta. Setelah bunga dibayarkan secara rutin selama beberapa bulan, kemudian mereka tertarik untuk memasukkan uang dengan jumlah yang lebih besar lagi agar bisa mendapat bunga yang lebih banyak lagi.

Kawan-kawanku yang berinvestasi itu menggunakan istilah ‘keuntungan’ untuk kelebihan uang yang didapatkan setiap bulannya. Namun aku dan kawan-kawan yang lain menyebutnya ‘bunga’, karena uang yang mereka tanam itu tidak jelas digunakan untuk usaha apa. Jangan-jangan…untuk bisnis yang ‘kotor’😦 Tentu saja, bila itu adalah bunga, berarti hukumnya adalah ‘riba’ dan tidak ada barokah bila berkaitan dengan riba.

Akhirnya…

Setelah meningkatkan jumlah investasi, kemudian ‘keuntungan’ itu tak datang lagi. Orang yang ‘mengurus’ investasi itupun menghilang bak ditelan bumi. Kini kawan-kawanku hanya bisa gigit jari. Uang sejumlah ratusan juta, menguap begitu saja.

Sebenarnya kejadian penipuan semacam ini telah sering diberitakan di televisi atau di koran. Yang sangat kusayangkan, mengapa kawan-kawanku itu masih saja tergiur dengan investasi semacam ini. Yang lebih menyedihkan lagi, ada diantara mereka yang bela-belain berhutang ke bank demi mendapatkan uang agar dapat turut berinvestasi. Akhirnya cicilan di bank harus dibayar dengan cara memotong gaji bulanan sebagai pegawai negri.

Lagi-lagi… karena uang, hidup jadi merana😦

-oOo-

Semoga kita bisa menjadi pribadi yang sederhana dan takkan silau oleh materi.

25 thoughts on “Lagi-lagi Uang dan Penipuan

  1. Tidak ada Uang yang jatuh dari langit …
    jika terlihat ada keuntungan yang tidak normal …
    pasti ujung-ujungnya akan sengsara

    Terima kasih telah mengatkan …
    Once again … There is no easy money …

    salam saya Kakaakin

  2. Semoga tidak ada lagi korban penipuan semacam ini. Artinya terbukti, uang bisa butakan hati dan logika manusia.
    Dan semoga pelaku penipuan di atas cepet tobat dan mengembalikan uang yg bukan haknya itu…

    Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  3. waktu kuliah dulu lagi gencar2nya tuh penipuan semacam itu. Secara rasional aneh aja gak usaha apa2 langsung dapat keuntungan😦

    Sebenarnya gak melulu karena uang, tergantung yang memegangnya. Uang bisa jadi sumber kebahagiaan bila digunakan dengan bijak🙂

  4. kejadian seperti ini sudah sangat sering terjadi ,Kak
    kenapa masih saja ada yg mau percaya ?

    khan gak mungkin, ada uang yg tiba2 jadi berkali lipat, kecuali kita bekerja keras utk mendapatkannya.
    ini khan cuma2 diiming2i saja pd awalnya,
    akhirnya toh tertipu.😦

    Terimakasih Kak sudah diingatkan.
    Semoga kita bisa lebih bijak lagi dlm mengelola keuangan kita ,agar tak mudah tertipu
    salam

  5. wah,,,emang terdengar menggiurkan yaaa…., tapi kita memang harus selalu waspada sih, terhadap hal-hal yang keliatannya gak masuk akal. dan bener, jangan tersilaukan oleh harta.

    tetap semangattt

  6. Sebenarnya sudah tidak ada lagi tempat untuk kejahatan dengan modus seperti itu dewasa ini, namun… KETAMAKAN lah yang menjadikan kejahatan seperti itu masih terus ada, baik ketamakan dari si ‘penipu’ dan juga yang ‘tertipu’.
    Mohon maaf, jika komentar sy terlalu pedas ya mbak…
    Wass.

  7. keuntungan yang besar berarti diimbangi juga dengan potensi kerugian yang besar. tidak ada bisnis atau usaha tanpa resiko,seorang karyawan mendapat gaji bulanan yg relatif kecil dari perusahaannya (dibanding dengan pendapatan pemiliknya tentunya lho ya😛 ) karena dia resikonya lebih kecil,sedangkan si pemilik perusahaan resikonya lebih besar (karena meresikokan sejumlah besar uang ketimbang karyawannya yg cuma kerja aja)

    hidup ini penuh resiko,tinggal bagaimana memanage resiko itu. kalau gak mau resiko ya ditabung aja atau deposito ,tapi siapa bilang juga deposito gak ada resiko? buktinya bank century??😀

    dalam berinvestasi harus smart,jangan menaruh semua uang kita dalam satu keranjang,itu kata para ahli investasi ,dibagi dalam beberapa macam investasi lebih bagus,istilah kerennya diversifikasi.

    dari kasus diatas kita belajar aja,dan harus lebih pintar berinvestasi.

    akin udah invest di emas? emas bagus lho buat proteksi nilai aset kita,tapi emas murni yang batangan,bukan emas perhiasan lho ya😉

  8. uang bukan segala-galanya tetapi segala-galanya memerlukan uang untuk saat ini,, itu yang membuat orang kadang lupa, baik yang niat nipu maupun yang tertipu,,:(
    yang pasti keuntungan akan didapat kalo kita mempunyai usaha tambahan dan terus dikelola dengan sebaiknya, itu sjs hsrus siap dengan kerugiannya..

  9. Baru-baru ini, justru sepupuku yang kena hal begini kak, sampe jual mobil dan usaha kelontongnya tutup..😦

    sungguh uang membuat lupa segalanya…

    thanks dah ngingetin kak, semoga kita semua terhidar dari hal-hal seperti ini,,,🙂

  10. maaf mbak biasanya yang kayak gini adalah akibat dari seseorang yang sangat optimis ingin kaya. Dengan berfikir pendek ia mengira ada cara singkat untuk bisa kaya. meskipun cara yang digunakan kurang masuk akal.

  11. Sekarang mendapatkan uang itu susah banget. Maka penggunaan uang harus bijak dan ditelusuri kejelasannya. 100 juta dengan profit 8 juta (kelihatannya) memang wajar, namun jika tidak diketahui jenis usahanya dan alur prosesnya pasti ada hal-hal yang tidak beres.

  12. Benar kata om trainer…tak ada jalan mudah untuk mendapatkan uang…jadi kalau ada tawaran investasi yang menggiurkan pasti berisiko tinggi, yaitu risiko tak terbayar (uang hilang).

    Menyimpan uang di Bank yang memberikan bunga tinggi, apalagi diatas bunga penjaminan, berarti jika uang hilang tak diganti ( ingat kasus Bank Century)…karena LPS hanya akan mengganti uang yang dibawah suku bunga penjaminan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s