Korban Iklan

Perkembangan media belakangan ini sangat membantu produsen dalam memperkenalkan produknya melalui sebentuk iklan. Jika semula iklan hanya dapat didengar melalui radio atau dibaca di media cetak, kini media televisi jauh lebih atraktif dalam menyajikan iklan. Visualisasi yang menarik, ditambah padu padan audio serta jargon-jargon yang mudah diingat, membuat iklan televisi lebih melekat di hati masyarakat.

Aku sama sekali tidak memahami masalah iklan mengiklan, namun aku selalu terkagum-kagum dengan beberapa iklan televisi yang ‘gokil abis’. Kadang aku berpikir, ‘subhanallah… orang-orang periklanan ini, ada-ada aja idenya dalam mempromosikan produk’. 

Mungkin Sahabat pernah mendengar sebuah istilah “korban iklan”. Jika dilihat sepintas, kata korban iklan ini mengandung konotasi negatif. Namun jika dipikir-pikir, siapa sih diantara kita yang tidak menjadi korban iklan. Misalnya saja, kita baru mengenal produk penghilang kutil dari iklan yang kita lihat di televisi. Jadi yang punya kutil, pada beli produk itu deh. “Kutil hilang, Andapun senang…” PS: yang kutilan bukan aku loh…:mrgreen:

Nah, setelah nulis muter-muter tentang iklan, aku mau mengakui bahwa aku lagi-lagi menjadi korban iklan nih. Iklan apaan ya???

Beberapa pekan belakangan ini di layar televisi sering kali muncul iklan es krim dari salah satu produsen merek es krim terkenal di negri ini. Pada iklan tersebut diperlihatkan seorang wanita yang sedang menggigit es krim vanilla berselimut coklat. Suara yang terdengar saat coklat tergigit itulah yang telah sukses membuatku ngiler setengah mati. “Kletak”… brrrr… *ngelap iler*

Perburuan es krimpun kumulai, tapi sayang banget, karena iklan yang telah sukses bikin ngiler tidak dibarengi dengan ketersediaan produk ini di kotaku. Berminggu-minggu kulalui dengan masuk keluar supermarket, minimarket, toko besar maupun kecil untuk mengubek-ubek kulkas es krim, namun hasilnya nihil. Es krim vanila yang dibalut oleh coklat Belgia itu tak jua kunjung kutemukan. *lebay dot com*

Aku juga sempat memajang status fesbuk menanyakan kepada kawan-kawan yang berdomisili di Kota Samarinda, apakah ada yang telah menemukan es krim tersebut di Samarinda. Dari tanggapan mereka aku tahu bahwa bukan aku saja yang tergiur si es krim. Sebenarnya teman-temanku di puskesmas juga sama seperti aku, ngiler…😀

Akhirnya, perjuanganku hari ini membuahkan hasil. *horeee*

xixixix... masih banyak🙂

Beli satu aja, buat menghilangkan rasa ingin tahu dan penasaran. Langsung buka…

can you see the thick Belgium chocolate?🙂

Bismillah. Sensasi gigitannya… “kletak…” Hmmm… Subhanallah… rasa yang kuimpikan…:mrgreen:

-oOo-

Hehehe… Gara-gara iklan, jadi lebay. Alhamdulillah aku sudah mencicipi es krim yang telah aku dan teman-temanku cari selama ini🙂 Namun bila dilihat dari segi harga, es krim ini bukan jenis yang akan sering-sering kubeli. Mungkin aku lebih memilih untuk membeli sekotak adonan es krim dengan harga yang kurang lebih sama, tinggal diolah sebentar di rumah, hasilnya lebih banyak dan bisa dimakan oleh semua anggota keluarga. Jauh lebih hemat! Pelit mode: on:mrgreen:

 

62 thoughts on “Korban Iklan

  1. Selamat pagi sahabat tercinta

    Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
    Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

    Dengan bangga saya mengundang anda untuk mengikuti K.U.M.A.T ( Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun ) di BlogCamp.
    Tali asihnya sih tidak seberapa tetapi sensasinya sungguh ruaaaaaarrrrrrrr biasa.
    Silahkan simak artikel pengantarnya dengan meng-klik.
    http://abdulcholik.com/2010/11/16/kontes-unggulan-muhasabah-akhir-tahun/

    Terima kasih.
    Salam hangat dari Markas BlogCamp Surabaya

  2. nah… berbagi ini Akin ssi….
    Klo di Indonesia wajar, cuaca panas, iklannya es krim,maka Akin ssi jadi korbannya..
    nah klo di Korea, pas musim dingin, es di jalanan yang gratis banyak, namun anehnya ada iklan es krim….aku juga mikir, orang ini ngabis2 uang untuk iklan

  3. Hai pagi Kak….

    Akujuga sering jadi korban iklan, terutama makanan. Kalau product lain aku termasuk orang yangteliti dalam membeli, sebelummemutuskan membeli sesuatu pasti melakukan penelitian terlebih dahulu (heeee).

    Secara anak kost, nggak mau wasting money karena salah beli product gitu, kalau makanan juga kan gak akan mahal2 banget,heee

    Apalagi kau orangnya suka lapar mata…

  4. Sayyyyyyyy
    Akhirnya aku menemukan magnum juga
    He he he he
    Dirimu telah sukses meracuniku
    He he he

    Tapi iklan nya bohong
    Abis aku makan gak ada grombolan pasukan belgianya
    He he he he

    Harganya lumayan,, dan enak nian,,aku suka rasa almond

  5. HUahahahhaha …
    End BTW …
    Setelah “kletak” gigitan pertama itu …

    Serasa jadi Ratu nggak Kak …

    Itu memang iklan yang sangat menggiurkan …

    Salam saya Kak

  6. Ada iklan pasta gigi yg sangat bantu banget pas penyuluhan ke sd. Isi iklannya tentang sikat gigi nggak boleh bareng : “nanti tukeran kuman kan bu?”

  7. Lah…sebelum sampe Samarinda, es krimnya keburu mencair kali.Jadi samarinda belum kebagian dech…atau barangkali di pulau jawa juga ternyata banyak yg jadi korban iklan seperti anda. jadi tetep belum kebagian dech….

  8. Hehehehe…
    Ingin makanan atau barang yang ditayangkan oleh iklan itu wajar kok…
    Justru saya tahu barang aneh-aneh dari iklan…
    Dan …selama sesuai kantong kita juga nggak apa2.

    Kan kita sekali-sekali juga harus emanjakan diri, lha kan udah capek kerja..sesekali mencoba makanan yang disukai, minimal udah pernah mencoba.

    Saya suka mengajak anak-anak saat masih kecil sampai remaja, makan di berbagai restoran, jika habis gajian. Supaya anak-anakku minimal pernah tahu, tapi hari-hari biasa ya makanan rumahan.

  9. Anak saya jug kepengen banger beli magnum namun Semarang juga susah banget nyarinya.., kayaknya permainan iklan ya biar orang banyak nyari dulu biar makin penasaran, selamat deh mbak akin akhirnya bisa kesampaian juga makan es krim barunya…

  10. Assalaamu’alaikum mbak kakaakin..

    Aduuh mbak… buat saya pingin juga merasai es krim tersebut. Tempat saya tidak susah mencarinya mbak. Semua kedai ada menjualnya. Benar… kalau harganya sangat mahal dan lebih efektif untuk membeli es krim yang jenis liter agar dapat dimakan oleh semua ahli keluarga.

    permisi duluan mbak, mahu makan es krim cornetto yang baru bentar di beli. Hehehe… nyam-nyam. alhamdulillah.

    Salam manis dan sayang selalu dari saya di Sarikei, Sarawak.😀

  11. klo di Jakarta mah udah susah nyari magnum mbak, dah kbanyakan orang yang korban iklan di sini. Adek Kutu kmaren nyari ke 15 supermarket g ktemu2, hee …

    selama itu untuk hal yang gak haram sih Kutu rasa gak ada masalahnya kreativitas marketing itu, asal jangan diiringi pembohongan publik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s