Cerewet

Pada suatu siang hari yang panas, seorang gadis pergi berkendaraan dengan sepeda motor kesayangannya. Sebut saja namanya Tya. Sinar matahari membakar kulit wajah dan kedua tangannya yang tak mengenakan pelindung. Matanya menyipit memandang jalan raya yang tampak seperti digenangi air dari kejauhan.

“Ya Allah, panas banget hari ini. Pipiku rasanya perih sekali karena terkena sinar matahari” pikir Tya pada saat itu.

Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang mendengar apa yang dikeluhkan oleh Tya. Serta merta awan tebal menutupi sinar matahari. Semilir angin berhembus menyejukkan kulit Tya. Kini Tya tak kepanasan lagi.

“Alhamdulillah… Sekarang sudah sejuk” ucap Tya dalam hati.

Selang beberapa menit Tya merasakan udara yang sejuk, kemudian tetes demi tetes air hujan membasahinya.

“Ya Allah… Kok hujan sih. Padahal kan agak mendung dikit aja sudah cukup membuatku tidak kepanasan” Tya menggerutu. Mau tidak mau ia harus menepikan sepeda motornya dan memasang jas hujan.

“Duuh… Ribet amat nih pake jas hujan. Mana hujannya deras banget lagi. Jangan sampai banjir deh.” Sambil manyun Tya menjalankan sepeda motornya kembali. Jas hujan yang dipakainya cukup melindungi dari guyuran air hujan.

Sekitar 200 meter perjalanan dari tempat Tya berhenti untuk memasang jas hujan, mendadak hujan berhenti. Cuacapun kembali menghangat.

“Loh, kok hujannya berhenti? Duuh… Padahal sudah ribet-ribet pakai jas hujan, eh…sekarang malah kering kerontang” Gerutu Tya dalam hati.

dan seterusnya…

dan seterusnya…

Hingga kapan??

Entahlah😦

-oOo-

Semoga kita bisa menjadi hamba yang selalu bersyukur🙂

44 thoughts on “Cerewet

  1. Selamat malam mba…

    Memang koq semua kita pernah mengalami seperti yang mba ceritakan. Lebih sering kita ngedumel terhadap apa yang menimpa kita tanpa mau berpikir dulu hikmahnya… Pokoknya kalau kita merasa dirugikan, kita akan protes baik secara sendiri atau ramai-ramai…

    Selamat mimpi indah…

  2. (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Itulah manusia. Tiada pernah habis menggerutu. Begini salah begitu juga salah. Mustinya kita semakin memperbanyak bersyukut terhadap apa yang kita terima.

  3. mmg sngt membingungkan memahami diri kita sendiri. yg nyaman itu seperti apa sih? dikasih dingin maunya ingin yg panas atawa sebaliknya. klo dikasih sesuai kemauannya, eh masih berkomentar : kok cuma segini sih?

  4. Bersyukur itu memang penting. Dalam kondisi apapun jika dilalui dengan rasa syukur, maka hati lebih ringan🙂. Panas, dingin ataukah hujan, setidaknya kita masih diberi keadaan yang baik tanpa kurang suatu apa. Semoga panas, dingin, atau hujan tidak mendatangkan bencana.

    salam akin.. hari ini samarinda lumayan terik yah.. hehehe

  5. Rasa Syukur Emang suatu hal yang amat berat karena ia harus diikuti rasa Ikhlas dan sabar. Namun, dengan rasa Syukue kita bisa menikmati segala hal yang ada dengan Indah dan nikmat meskipun tu pahit rasanya.

  6. Memang, kebanyakan dari kita sering mengeluh tentang ini itu yang sebenarnya sepele saja. Padahal, sudah banyak nikmat karunia yang kita dapat dari Allah. Ada baiknya kita instropeksi diri atas kelakukan kita selama ini.

  7. Tya ya? untung ini bukan IyHa,, hahaha,.,,

    iya kak, mari berdoa agar selalu menjadi hambanya yang pandai bersyukur dan senantiasa sabar..🙂

    cerita yang ringan tapi daleeeemmm.. trims kaakin

  8. *kabur karena malu*

    kdang2 aku juga suka kayak gitu, onnie..
    mengeluuuuhhhh aja kalo ada apa2..
    Padahal bersyukur jauh lebih baik..
    T.T

    moga bisa jadi lebih banyak bersyukur lagi..
    aminn

  9. jadi manusia memang repot, tukang es minta panas, tukang bajigur minta hujan… masih syukur dikasih hujan, belom hujan meteor! Hahahahahah… Happy Sunday!

  10. wah, LIKE THIS !!!! :thumbup:
    mau ngelanjutin ah,
    kemudian Tuhan memberikan sebuah solusi:
    matahari hanya bersinar pada tempat para Ibu2 menjemur pakaian.
    selain tempat itu, semuanya mendung yang menyejukkan.
    dan hujan yg tidak deras hanya turun pada dini hari saja😉

  11. kalo mau sempurna dan sesuai apa yang kita mau, entar di surga…

    sekarang bukan saatnya…

    maka mari kita kejar yang sempurna itu, disini, dengan sabar dan syukur

    *semoga kelak kita menjadi bagian di dalamnya (surga). Amin🙂

  12. Disadari atau tidak …
    Tya itu bisa jadi … Kita semua …

    Kita kadang lupa bersyukur …
    Dikasih ini … komplen itu
    dikasih itu … komplen lagu anu …
    anu dikasih … cari lagi keluhan yang lain

    Salam saya Kak

    (saya suka postingan simple ini )

  13. ah memang yg paling benar itu bersyukur aja deh…

    kalau hujan,kita gak pantas minta kering,barangkali ada mahluk Allah lain yg lebih membutuhkan air utk hidupnya,karena hujan pun turun kan atas izin Allah,dan semuanya itu pasti yg terbaik untuk mahlukNYA ,dari Allah yg maha bijaksana,jadi yakin deh,mau panas,mau hujan pasti itu juga yg terbaik buat kita🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s