Banjir Imbas dari Tambang Batu Bara?

Beberapa hari yang lalu banjir terjadi lagi di sekitar puskesmasku. Ini adalah kali kesekian dalam kurun waktu hampir 6 tahun aku bekerja di puskesmas. Masih untung kali ini air hanya mencapai teras, tidak sampai masuk ke dalam ruangan. Sebenarnya air menggenang hanya selama beberapa jam. Biasanya setelah surut barulah kami mulai bersih-bersih.

Mungkin ada diantara Sahabat yang pernah mengalami banjir di rumah Sahabat. Sulit kan membersihkannya…? Jika air yang menggenang hanya air saja, tak mengapa. Tetapi setiap kali terjadi banjir di sekitar puskesmasku, yang terbawa adalah lumpur, plus hewan-hewan yang melihatnya saja bikin geli, plus sampah-sampah. Karena itu kukatakan, untung saja kali ini banjir nggak sampai masuk puskesmas. Bisa-bisa lelah letih lesu nanti bila kami para petugas yang ada pada hari itu mesti membersihkan seluruh lantai puskesmas😦

Dulu pernah saat terjadi banjir, ada pasien yang sedang dirawat inap malah minta pulang, mungkin karena tidak senang dengan kondisi yang banjir itu. Padahal perawatnya lagi sibuk membersihkan lumpur. Yang menguntungkan adalah keluarga pasien juga turut membantu kami mengeluarkan lumpur dari kamar-kamar pasien.

*****

Banjir terakhir sebelum banjir kemarin terjadi beberapa bulan yang lalu dengan ketinggian air selutut. Entah mungkin curah hujan kali ini lumayan tinggi sehingga terjadi banjir lagi😦

Lokasi puskesmasku memang bisa dibilang tak jauh dari lokasi tambang batu bara. Tanah yang gundul tak mampu menahan air hujan, sehingga air membawa serta lumpur ke sekitar pemukiman warga. Sepertinya warga paham bahwa penyebab banjir adalah adanya lokasi penambangan batu bara tak jauh dari tempat tinggal mereka.

 

Kira-kira begini ilustrasi lokasi puskesmas🙂

Kemarin ada satu keluarga datang ke puskesmas untuk berobat. Kebetulan bapaknya bekerja di salah satu perusahaan tambang batu bara. Tinggalnya di belakang puskesmas. Terjadilah perbincangan antara aku dan beliau.

Akin : “Kemarin banjir lagi ya, Pak. Untung cuma sampe teras puskesmas”

Si Bapak : “Iya, Mbak. Rumah saya juga hampir kemasukan air. Untung juga rumahnya ada kolongnya.”

Akin : “Sepertinya ini gara-gara tambang yang disana itu, Pak” (sambil nunjuk arah tambang yang ada di dekat puskesmas)

Si Bapak : “Iya, Mbak. Itu punya perusahaan ****. Tapi sebelum mereka yang mengerjakan tambang itu, perusahaan kami duluan yang menggali disitu.”

Akin : “Oo.. gitu ya, Pak”

Si Bapak : “Akhirnya sekarang saya sendiri juga yang terkena imbasnya. Banjir!”

Akin dan teman-teman ngikik berjamaah. Hehe…:mrgreen:

Bapak itu sebagai seorang pekerja tambang batu barapun menyadari bahwa apa yang dikerjakannya bukanlah hal yang baik bagi lingkungan. Fiuh… sepertinya pegawai puskesmas mesti bersabar hingga lokasi puskesmas dipindahkan, sementara warga yang tinggal di sekitar hanya dapat berdo’a saja semoga banjir tak sering-sering terjadi.

Banjir di sekitar puskesmasku ini hanyalah sebagian kecil dari kisah-kisah banjir yang menyebar di banyak titik di Kota Samarinda. Tetapi lagi-lagi kembali ke permasalahan di level pemberi kebijakan, yaitu pemerintah. Tampak sekali perijinan pengelolaan lahan tambang dapat diperoleh dengan mudahnya.

Salah satu lokasi tambang di sisi lain kota, yang dekat dengan jalan raya dan pemukiman warga. Batu bara dimuat ke dalam karung yang dikerjakan secara manual oleh pekerja.

Semoga di masa mendatang masalah banjir ini dapat terpecahkan, karena kesan yang timbul selama ini adalah kegiatan pertambangan hanya ingin mengeruk sebanyak-banyaknya kekayaan alam dan menyisakan kehancuran. Harapanku, pemerintah dan pihak swasta bisa bekerja sama dalam mengelola dan meminimalisir perusakan lingkungan, seperti memperbaiki saluran air dan konservasi lahan.

27 thoughts on “Banjir Imbas dari Tambang Batu Bara?

  1. Turut bersedih hati😦 atas musibah banjir yang sampai di Puskesmasnya kakaakin… hehehe🙂🙂
    Memang paling mudah mencari kambing hitam … Tambang batubara! Pembukaan lahan! Selokan tersumbat! Dll.. dlllll
    Kapan ya orang mau bercermin pada sejarah?
    Wilayah Kaltim dan Kalsel sejak dahulu adalah daerah rawa. Air tanahnya dangkal. Jadi kearifan nenek moyang dulu adalah membuat rumah panggung untuk mengantisipasi kenaikan muka air dan gangguan hewan buas (kalau ada?).
    Jadi, kalau bangunan masa kini ingin bebas banjir mestinya lantainya ditinggikan.
    Kalau air tidak ingin melimpah ya mestinya disalurkan.
    Itu kewajiban pemerintah kota juga dalam mengontrol IMB sekaligus menata lingkungan…😀😉

  2. Hmm…. Aduh,,, Puskesmasnya kena banjir ya Mbak,,, Bagaimana dengan perumahan warganya ya.??? Semoga tidak ada yang jadi sakit dech,,,

    Betul betul betul,, Sepakat Mbak, kalo sudah jelas2 tambang itu merugikan warga sekitar(imbas buruknya), seharusnya perusahaan instropeksi diri donk, kalo masih menutup telinga, ya itu dia, tidak akan barokah karena banyak sumpah serapah yang ditujukan kepadanya,,,

    Afwan sudah lama sekali tidak Blogwalking, semoga jalinan tali silaturahim kita terajut kembali ya Mbak,,,

    Salam semangat selalu dari Bandung untuk Mbak Akin ^^

  3. Biasanya perusahaan itu kan ada CSR yang tujuan nya selalu memberi dana bantuan pada penduduk sekitar lokasi perusahaan. Perusahaan penambangan batu bara pasti tahu dan mengerti apa itu CSR, coba tegur / demo disana karena mereka sudah membahayakan penduduk di sekitar lokasinya.
    Btw, turt sedih apabila puskemasnya selalu terkena banjir tiap tahun nya.😦
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  4. Iya kaka… sama yang disolong-gerilya.. dibelakang rumah sekitar 1/2 km ada tmabnag masyarakat… kalo hujan sebentar pasti deh… tetapi alhamdulillah sekarang udah mulai berkurang…

  5. ya alloh ngiris bgt perusahaan tetangga kurang peduli terhadap lingkungan .. ternyata banjir bukan langganan jakarta doang ya xixi
    kasihan pasien yang pulang karena ga betah di genang banjir hehe
    ayo semangat bersihkan lingkungan cayo

  6. wah ternyata banjir sudah tidak menjadi dominasi jakarta lagi ya.. kalimantan yang notabene banyak hutan juga sudah terkena banjir. beberapa waktu yang lalu di tempat teman saya bekerja yaitu di hutan yang berada di putusibau juga terjadi banjir.. *bingung di tengah hutan pun kena banjir*

  7. Mungkin perlu dibuat sistem drainase yang baik dan cukup besar. Melihat lokasinya sekitar hutan kemungkinan masih banyak ruang untuk drainase.

    Tergantung bagaimana kerjasama penambang, warga dan pemerintah daerah saja.

    Tak ada masalah tanpa solusi.

  8. mengganggu aktifitas banget ya kin, semoga cepet terselesaikan deh masalah yg kek ginian. kasian banget sama pasien2 disitu.

  9. Hmmm, kalau mempertanyakan tambang juga bukan masalah mencari kambing hitam sih menurut saya. Bisa jadi memang sifat daratannya rawa, tapi ada kemungkinan pula banjir itu adalah efek yang diperparah oleh keberadaan tambang dan penyebab lainnya.

    Instropeksi juga perlu: sudahkah masyarakat sekitar membuang sampah pada tempatnya. Hutan tidak ditebang sembarangan?

    Semoga nggak banjir-banjir lagi Mbak ke depannya.

  10. Oyen pernah liat tambang di Sangatta yang uda mbikin jalanan ancur dan tetep aja gak dicabut ijinnya… parah😦

    kalo tempat bapak dan ibu kemaren katanya karena mahakam meluap kalo ujan gede mbak akin😦

  11. Waduh, sedih banget ya kak, kalo tempat kerja kita kebanjiran, apalagi karena pihak lain yang harusnya bisa dihindari… ckckck
    semoga segera dapat diselesaikan deh, n puskesmas kembali bisa melayani masyarakat dengan tenang,,,🙂

    salam buat bapak pekerja tambang batubara, hehe

  12. jadi mendingan tambang batubaranya dihentikan atau puskesmasnya yang dipindahkan nih kaka akin ???

    atau si pemerintah membuatkan fasilitas yang memenuhi standard lingkungan bagi daerah sekitarnya ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s