Camera… Action!!

Sekitar seminggu yang lalu bosku memberi tahu bahwa di puskesmas kami akan ada syuting. Puskesmas kami dijadikan salah satu lokasi syuting film dokumenter sebuah perusahaan tambang batu bara yang cukup besar di Kota Samarinda.

Beberapa hari yang lalu rombongan kru pembuat film datang meninjau puskesmas. Mereka memilih ruangan mana yang dapat dijadikan tempat syuting. Kuperhatikan bahasa yang mereka gunakan, ternyata bahasa Thailand. Wow😯 Bikin film dokumenter aja mendatangkan kru dari Thailand. Kata temanku sih wajar aja, karena pemilik tambang batu bara itu adalah orang Thailand😦

Bagian yang menyenangkan adalah untuk syuting di puskesmas, dibutuhkan 2 orang perawat sebagai figuran. So, diriku terpilih salah satunya😀 Belum mulai syuting saja teman-teman sudah ada yang menggoda “…Mbak, mumpung belum terkenal, saya minta tanda tangannya dulu dong…”:mrgreen: Lokasi lain yang dijadikan tempat syuting adalah lokasi tambang batu bara, empang warga, sekolah yang pernah mendapat bantuan dari perusahaan tambang itu dll.

malam jadi siang

Kemarin, pukul 18.00 kru dan pendukung film mulai berdatangan. Sebuah truk berisi mesin genset yang besar banget, beberapa mobil perusahaan dan mobil yang mengangkut peralatan memenuhi halaman puskesmas. Warga sekitar ramai berdatangan untuk melihat proses syuting. Malam disulap jadi siang dengan bantuan lampu ribuan watt.

Ternyata syuting itu sama sekali nggak gampang ya. Pada pengambilan gambar pertama di teras puskesmas aja mesti diulang berkali-kali. Padahal yang perlu aku dan temanku lakukan hanyalah berjalan sambil senyam-senyum dan berjabat tangan dengan pasien figuran.

Yang menjadi kendala utama adalah masalah bahasa. Hanya sedikit dari kru yang bisa berbahasa Inggris. Instruksi yang kami terima kebanyakan ditambah dengan gerakan tangan yang menyuruh untuk bergeser dll. Tanda jempol artinya pengambilan gambar itu baik, atau jari menunjukkan angka satu berarti harus diulang sekali lagi🙂

 

Para pemeran utama

Awalnya kukira pembuatan film ini sama dengan pembuatan video pernikahan atau ulang tahun. Ternyata ada skrip ceritanya. Anak laki-laki pada gambar diatas adalah seorang aktor cilik dari Thailand, yang perempuan adalah anak Samarinda yang lolos audisi. Ceritanya mereka berdua adalah sahabat. Anak perempuan itu terjatuh di empang dan diantar ke UGD. Lalu anak laki-laki itu datang mengantarkan jilbabnya.

Syuting adegan ini dilakukan di kamar bersalin puskesmasku yang disulap menjadi UGD. Peranku sebagai figuran hanya perlu mengusap-usap anak perempuan itu dan beberapa gerakan remeh temeh lainnya. Hahaha… (yang penting disyuting, Bu…):mrgreen: Beberapa karyawan tambang batu bara juga dilibatkan dalam syuting.

 

Smile... Senyum...

Disela-sela pengambilan gambar yang dilakukan berulang-ulang, aku berusaha mengajak bicara aktor cilik Thailand itu. Bisanya hanya sebatas nama dan umur, karena ia tak bisa berbahasa Inggris lebih banyak lagi. Namanya Ball, 8 tahun. Namun aku sempat mengajaknya melakukan tarian dari lagu Super Junior yang berjudul “Sorry-sorry”. Thailand adalah salah satu negara yang memiliki penggemar Korea cukup besar, sehingga aku yakin Ball mengenal boyband asal Korea tersebut. Benar saja, Ball dapat menyanyikan sedikit lagu “Sorry-sorry” dan menarikannya dengan luwes😀

Selain Ball, ada seorang lagi aktor Thailand yang berperan sebagai ayahnya pada film itu. Namanya Noppasinth Pornsupaprom, dengan panggilan PEX. Entah seberapa terkenalnya ia di Thailand sana, yang penting para petugas puskesmas nggak ketinggalan mejeng bareng aktor luar negri ini.. xixixi…

 

Mejeng bareng artis luar

Menurut kru, setelah selesai pengambilan gambar di Samarinda, mereka kemudian kembali ke Thailand dan proses editing dilakukan disana. Setelah film selesai, baru dikirim ke Indonesia. Semoga ada copy film yang diberikan ke puskesmasku, sehingga aku bisa menyaksikan aktingku yang nggak seberapa menit itu… Hua hahaha…😆😆😆

 

68 thoughts on “Camera… Action!!

  1. kalo mau liat filmnya Akin mesti nyari di bioskop atau sinema thailand deh…jadi kalo bisa nanti di postingkan aktingnya akin di artikel mendatang ya. seberapa terkenal si aktor, yang penting mejengnya ama cowok keren😀

  2. memang sangat sulit untuk melakukan syuting yenn….

    syuting yang kami lakukan untuk membuat film berdurasi 1 jam dengan tema anak jalanan saja butuh beberapa bulan… fuhhhhh

    padahal film gadungan…..

    melelahkan .. kulit hanguss harus syut beberapa kali diterik matahari jam 12 siang

    hahahaha

    tapi menyenangkan loh yennn

  3. Oh.. ceritanya kakaakin lagi jadi pemaen pilem toh?? wah, kalo gak minta tanda tangan sekarang, bisa2 nanti kalo udah terkenal, susah ditemuin lagi, hehehe…🙂

    salam buat PEX ya kak.. haiyahhh….😛

  4. beuh … tenyata untuk syuting sebuah film berdurasi pendek pun harus riwil ya persiapannya, dan itu foto yang malam jadi siang saya baru tau keren banget, mbak apa ga panas itu ya dibawah lampu yang sedemikian terangnya😀

    eh iya salam kenal mbak🙂

  5. perawat, blogger, dan sekarang jadi artis.
    wkwkwkwk, semoga ntar bisa main di drama Korea😆

    shooting emang susah, perlu ambil gambar berulang2. apalagi kalo masih amatiran.
    yah, itu menurut pengalaman saya juga😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s