Mudik (Part Two) : Anjangsana-anjangsini

Ini adalah lanjutan kisah perjalananku di postingan sebelumnya, mengunjungi beberapa daerah di Kalimantan Selatan…

Perjalanan jauh yang kami tempuh, tak melulu menyuguhkan pemandangan perkotaan atau rumah-rumah penduduk. Pernah saat melewati suatu daerah, kami disuguhi pemandangan berderet-deret gunung batu yang berwarna putih yang dari kejauhan mirip candi (subhanallah…indah banget😀 ). Sering kali hutan tampak di kiri kanan jalan dan ada keponakanku yang mengeluh takut bila kami sedang melintasi hutan, terlebih lagi bila hari telah gelap. Namun saat naik fery, para keponakan exited banget, karena mereka bisa melihat laut. Maklum, di Samarinda nggak ada laut🙂

Permintaan utama mereka saat berada di Kota Baru adalah pergi ke pantai. Jadi pada pagi tanggal 12 September kami berkunjung ke beberapa rumah sanak saudara. Setelah itu barulah kami ke pantai. Di Kota Baru ada sebuah pantai yang menjadi andalan dikunjungi kala liburan tiba, yaitu pantai Sarang Tiung. Aku sih ngiler banget pengen berenang😦 Jadinya aku mengawasi para keponakan aja dari tepi, sambil berteriak “Hayo… jangan ketengah banget…”😀

Pada tanggal 13 September, bakda dzuhur, kami bertolak meninggalkan Kota Baru menuju Banjarmasin. Kami terkagum-kagum saat melewati daerah Pagatan, Kab. Tanah Bumbu, karena merupakan daerah pesisir pantai. Seandainya tidak sedang buru-buru, ingin sekali rasanya mampir dan menikmati keindahan pantai itu😀 Kami tiba di Banjarmasin sekitar pukul sebelas malam dan memilih untuk menginap di hotel dari pada di rumah keluarga, karena sudah hampir tengah malam.

Bakda subuh tanggal 14 September kami berwisata menuju pasar terapung yang ada di daerah Kuin dengan menyewa sebuah kapal yang bisa memuat banyak orang. Satu paket dengan wisata pasar terapung ini adalah obyek wisata Pulau Kembang yang ditinggali oleh ribuan monyet. Obyek wisata yang terletak di tengah sungai Barito ini ternyata juga banyak diminati oleh wisatawan, apalagi masih dalam suasana libur lebaran.

Ibuku membeli pisang untuk diberikan ke monyet-monyet yang ada di pulau Kembang.

Setelah selesai mengunjungi pulau Kembang, kami balik dulu ke hotel untuk mengambil barang-barang. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Martapura, mengunjungi keluarga yang ada disana. Sebenarnya ada beberapa sanak saudara yang sudah pernah kutemui sebelumnya, namun tetap saja kemudian aku lupa apa hubungan orang tuaku dengan mereka:mrgreen: Ribet banget sih… “nenek ini sodaraan dengan ibunya si anu, kemudian blah…blah…”🙄 Yang penting aku tau aja deh bahwa kami masih ada hubungan kekerabatan😀

Di Martapura kami juga pergi ke suatu desa yang merupakan tempat kelahiran ibuku, yaitu desa Mali-mali. Ibuku menitikkan air mata saat kembali menginjak tanah kelahiran beliau. Di desa ini kami menginap di rumah adik almarhum nenekku.

Bakda subuh tanggal 15 September, kami meninggalkan desa Mali-mali, Martapura, balik menuju Samarinda tercinta. Alhamdulillah kami tiba di Samarinda sekitar pukul sepuluh malam. Meskipun pegal-pegal dan kaki pada bengkak semua, kami sangat bersyukur bisa tiba di rumah dengan selamat. Ehm… jika dihitung-hitung, dalam 5 hari ini, rasanya lebih lama waktu yang kami habiskan di perjalanan dibandingkan waktu berdiam di suatu tempat. Tetapi tak mengapa, karena bagi kami, menyambung tali silaturrahim sangatlah diutamakan😀

30 thoughts on “Mudik (Part Two) : Anjangsana-anjangsini

  1. whuaa…Kakaakin wisata lebarannya kok gak selesai2 sih?
    pingin ikutan jadinya menikmati pemandangan dan jalan2 nya, kapan ya ?😦
    salam

    Hehe… Alhamdulillah, akhirnya kelar juga, Bunda…
    Pegel banget😀

  2. Dapat cuti pergi ke Samarinda
    Inginnya sih mampir ke Kakaakin
    Bila ada salah ucap dan kata
    Mohon Maaf lahir dan Bathin

    Asyiknya ya???? Kemarin mudik cuman ke Samarinda… Karena ortu di Samarinda. Ke daerah banjar dulu banget sewaktu masih sekolah,,, jadi dah lupa… yang inget kenangannya sewaktu jumatan di masjid entah di daerah mana, tuh semua pake baju putih dan yang dagang pada ditinggalin. Subhanallah….

    Hehe…
    Smoga nanti bisa ketemu dengan pemilik blog keluarga😀
    Hmm… mungkin itu di Martapura ya, karena banyak santri disana🙂

  3. Khabar ku baik…moga Kakakin juga baik-baik saja….Sorry sdh beberapa bulan ini lagi off di blog.. Met Idul Fitri …Minal Aidin Wal faizin juga….

    CU

    Alhamdulillah, bila baik2 saja…🙂
    Semoga bisa segera ngeblog lagi ya, Pak🙂

  4. ::hai.. salam kenal ya..

    wah jalan-jalan ke kalsel yaaa… enak banget..
    aku kadang pulang lewat kalsel but gag pernah jalan-jalan disana hehehe…

    Loh… emang darimana mau kemana?
    Mbok ya mampir dulu😀

  5. perjalanan panjang banget ya Kin,
    melelahkan tapi indah ya

    apalagi bisa liat desa kelahirannya mama

    Alhamdulillah bisa juga nyampe disana,Mbak🙂
    Oiya, perjalanannya juga sekalian ziarah ke makam2 keluarga🙂

  6. bekantannya nggak ada fotonya Kin?
    malam ini saya masih dalam perjalanan pulang dr silaturahmi ke bbrp tempat😀

    Sebenarnya mau foto bareng mereka, Pak… tapi entar takutnya nggak ada yang bisa membedakan yg mana yg lebih cantik… hehe:mrgreen:

  7. saya belum pernah ke Kalsel nich, baru Kalim dan kalteng saja.
    rasanya kepingin nostalgia ke Balikpapan lagi untuk melihat bekas-bekas masa dinas di kota minyak itu
    Asyik banget ya pemandangannya.
    Kapan kirim artikel wisata lagi ke Blog Plesiran ?

    salam sayank dari Surabaya

    Wah, sayang juga ya, Pakdhe… padahal udah dekat banget🙂
    Semoga next time pakdhe sempat ke Kalsel🙂

  8. Asyik sekali wisata alamnya…..
    Mengesankan ya Akin..
    Libur Lebaran, silaturahim bersama keluarga dan juga wisata melihat keindahan alam bumi Borneo

    Sekalian memperkenalkan kampung halaman ke para keponakan saya😀

  9. Wah ikam kadak ngajak2 ulun pang, kangen ama banjarmasin ulun, Batulicin, kota baru, Bukit Kapur, hahay… Kapan ulun kesana again….😆

    Loh… emang dirimu lagi dimana nih??

  10. Pasar Terapung ?
    aaahhhh …
    saya sering sekali mendengar cerita para trainee saya yang berasal dari Kalimantan
    Kepingin rasanya merasakan sensasi berbelanja atau ngeteh-ngeteh di pasar terapung …
    saya dengar warung kopinya pun juga terapun …
    pasti nikmat sekali itu

    salam saya Kakaakin

    Hehe… Kmaren saya memilih makan sate. Padahal pengen makan soto banjar, tapi takut tumpah😀

  11. seru juga mudiknya ih
    kalo saya mah mudik dirumah sodara aja
    hehe

    Di rumah sodara juga gak papa, yang penting seru juga kan…🙂

  12. wah, kok gak difoto mbak gunung2 putih yg kayak candi itu😛

    jadi ingat,
    waktu saya ke Banjarmasin tahun kemarin,
    lupa buat pergi ke pasar terapung !!

    padahal pingin banget😦
    uhuhuhhhuuuu

    Ayo… tahun depan ke Banjarmasin lagi… Ke pasar terapungnya mesti pagi2. Kmaren saja aku udah kesiangan, yang jualan tinggal dikit😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s