Suasana Malam Lebaran di Samarinda

Malam Idul Fitri tahun ini lagi-lagi aku melintasi Kota Samarinda. Jika tahun lalu aku “terpaksa” melewati jalan-jalan yang padat di malam lebaran karena aku baru pulang jaga sore. Hari ini ibuku minta aku mengantar daging ke rumah tante dan mesti beli kurma di mall, jadinya suasana malam lebaran ini kurasakan lagi.

Setelah urusanku selesai, aku harus balik ke rumah ibu di Samarinda Seberang. Dari pada ngedumel karena melewati jalanan yang macet, mending enjoy aja🙂

Sepanjang jalan yang kulewati, ada 3 hal yang paling kuperhatikan :

1. Kembang Api.

Dulu, waktu aku masih keciil banget, malam lebaran adalah malam yang kutunggu-tunggu. Hal ini dikarenakan adanya kembang api di langit. Kembang apinya hanya berupa bola bercahaya terang berwarna pink kemerahan yang katanya ditembakkan dari kapal yang ada di tengah sungai Mahakam. Setelah mencapai ketinggian tertentu, kemudian bola cahaya itu turun perlahan-lahan. Malam ini kulihat kembang api seperti itu masih ada diantara gebyar kembang api warna-warni yang indah.

Ehm… setelah dewasa gini, sebenarnya aku suka melihat kembang api. Namun karena harganya yang mahal, aku jadi kurang sreg dengan budaya orang-orang yang menyalakan kembang api.

2. Takbir Keliling

Yang berpapasan denganku malam ini adalah rombongan takbir keliling yang sudah bubaran. Hmm… suara takbirnya sudah nggak kedengaran. Mobil/truk rata-rata berisi orang-orang atau peralatan speaker besar-besar. Tapi kok yang terdengar malah lagu pop atau dangdut ya…😦

3. Tepian Mahakam

Rombongan sepeda motor memenuhi jalan raya. Tak hanya di jalan, hampir di sepanjang tepian mahakam dipenuhi sepeda motor dan orang-orang. Maklum saja, karena titik start takbir keliling berada di kawasan ini. Kulihat banyak juga yang menyalakan kembang api. Beberapa orang wajah aneh berdandan ala gup band Kuburan berteriak “piss-cinta damai”.

Bukan hanya laki-laki yang banyak ngeceng di tepian Mahakam, tapi yang perempuan juga banyak😯 Hmm… mungkin rumah mereka sudah rapi jali, nggak seperti rumahku yang masih mirip kapal pecah😀

____________________________________________

Meskipun aku menangis di pojokan karena Ramadhan tahun ini lagi-lagi nggak bisa diisi dengan maksimal, Syawal tetap saja datang tak terbendung

Hati berharap semoga dapat berjumpa lagi dengan Ramadhan mendatang

Kepada Sahabat sekalian, aku mengucap…

19 thoughts on “Suasana Malam Lebaran di Samarinda

  1. Setelahnya melewati fase rahmah dan maghfirah semoga Allah swt membebaskan kita dari siksa api neraka dan menjadikan kita sebagai pemenang teriring doa : Taqabalallahu minna waminkum taqabbal yaa kariim”
    Selamat Idul Fitri 1431 H
    Maafkan Lahir dan Bathin

    Salam hangat slalu dari kota hujan
    *abifasya dan Keluarga*

  2. Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI 1431 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga amal ibadah puasa yang kita laksanakan selama 1 bulan diterima Allah SWT. Juga mohon dimaafkan apabila selama ini ada komentar-komentar saya yang saya utarakan di blog kerabat tidak berkenan di hati kerabat. Semata-mata karena ketidaktahuan dan ketidakpekaan saya. Semoga persahabatan dan silaturahmi ini selalu berkekalan🙂

  3. Saya sekeluarga Mengucapkan : Selamat Idul Fitri 1431 H, Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan dan kehilafan baik yang disengaja maupun yang terlupa, tersirat maupun tersurat. Semoga puasa kita, dan seluruh amal ibadah kita diterima Allah SWT. Amiinnnn.

  4. Setelah romadhon berakhir dan di syawal ini kami ingin katakan:

    Tiada kata yang indah selain saling maaf memaafkan di bulan suci nan fitri .Bila ada kata sikap dan pelayanan kami yang tak sepantasnya. Kami atas nama Pimpinan (dr Muhammad ali toha assegaf) dan kawan-kawan di Rumah-sehat afiat mengucapkan:

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Mohon Maaf Lahir Dan Batin
    “Taqabbalallahu minnaa wa minkum. Taqabbalallahu yaa kariim. Waja’alnallah.

    Wa iyyakum minal ‘aidiin wal faa iziin..
    Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Dan Batin”

    Semoga kebersamaan yang terjalin selama ini bisa memberikan keberkahan dan kebaikan untuk kita semua. Amien

  5. Mbak Akin, pengen liat Sungai Mahakam lagi…dulu nyeberang pas ke tanah grogot…pasti seru ya…moga bisa kesana lagi, soalnya Oyen dua kali minum airnya🙂

    met lebaran Mbak Akin…maaf lahir batin🙂

  6. Selamat Idul Fitri
    Mohon maaf lahir batin

    Kompleksku agak lumayan rame, kayaknya banyak anak cucu yang mudik ke lingkunganku (lingkungan tempat tinggalku memang dihuni orang2 tua)….
    Banyak yang menyalakan kembang api, petasan dan lain-lain.
    Tapi begitu Lebaran hari kedua…sepiii banget

  7. Adelays kembali mengucapkan Mohon maaf lahir dan bathin buat Kakaakin.
    Sekaligus ingin menanyakan nama masjid raya di Samarinda namanya apa.

    Dulu sekalinya aku pergi tugas ke Samarinda lupa bawa kamera ingin mengabadikan Masjid itu.

  8. “mungkin rumah mereka sudah rapi jali, nggak seperti rumahku yang masih mirip kapal pecah” eheheheh! rumah saya banget ini :p

    mbak twitteran ga? ga tau kenapa, tiap liat postingan tentang samarinda saya selalu keinget ama @dragonohalim, pada ga kenal sama sekali😀

  9. Met idul Fitri juga mbak (telat banget yah, hehehe)
    maaf2 klo Kutu ada salah ucap yah …

    sepertinya di Samarinda gak jauh beda juga yah suasana lebarannya dengan Jakarta. Petasan, konvoi, dan jalan2 selalu ada tiap tahunnya. Semoga semakin banyak orang yang mengerti cara yg benar memaknai Idul Fitri T-T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s