Sepatu Perawat

Waktu aku kuliah di akademi keperawatan bertahun-tahun yang lalu, rasanya keren banget saat mengenakan seragam putih-putih. Bagi yang tak berjilbab, mengenakan kap kecil di atas kepalanya. Bagi yang berjilbab, sekeliling tepi jilbab dijahitkan pita dengan warna tertentu yang menunjukkan tingkatan mereka. Setiap mahasiswa keperawatan juga diwajibkan mengenakan sepatu putih, baik saat kuliah di kelas, maupun saat praktek di rumah sakit.

Di kampusku dulu, setiap tahun ajaran baru setiap mahasiswa diberikan sepasang sepatu putih baru. Sepatu pantopel tanpa hak dan bersol karet itu, selalu cantik dan putih bersih pada awalnya. Namun setiap kali mulai praktek di rumah sakit, sepatu itu akan tampak kusam alias mbladus.  Selain karena debu, penyebab terbesarnya adalah di bawah ini. Brankar…

Gambar brankar dipinjam dari sini.

Brankar digunakan untuk membawa pasien. Saat mendorong brankar, seringkali sepatu terkena roda brankar dan hal ini meninggalkan goresan noda kehitaman yang sangat sulit dihilangkan. Seringnya tertendang roda brankar juga menyebabkan ujung sepatu mudah terkelupas. Barang-barang lain yang juga sering melukai sepatu putih, antara lain kaki tempat tidur pasien dan kursi roda. Jadinya sepatu putih kami harus diganti setiap tahun.

Saat mulai bekerja di rumah sakit/puskesmas/klinik, kulihat banyak temanku yang beralih ke sepatu hitam. Mungkin karena alasan “sepatu hitam tidak gampang kotor”. Namun ternyata masih ada beberapa, termasuk diriku, yang menyukai warna terang karena mirip dengan warna putih sepatu perawat kami dulunya. Warna yang sering dipilih antara lain krem.

Sebenarnya aku mempunyai beberapa pasang sepatu formal untuk bekerja yang sesekali kupakai bila sedang jaga pagi, supaya tampak rapi di depan bos… Alamakk…:mrgreen:  Tetapi, tetap saja aku lebih sering mengenakan sepatu trepes-ku yang berwarna krem.

Sepatu kremku yang kubeli di awal tahun ini kunobatkan sebagai sepatu harianku. Karena sepatu ini bukan hanya kupakai saat bekerja, namun juga saat aku pergi kemana-mana. Kadang beli telur di warung tetangga aja aku pakai sepatu ini (tentu saja bukan untuk membayarnya😆 ). Aku memang sangat senang memakai sepatu ini, sampai-sampai sandal yang kubeli hampir tak pernah terpakai.

Akibat digunakan terus-menerus setiap hari, termasuk saat menerjang banjir yang selalu melanda kotaku di saat hujan, sepatuku jadi mengelupas di beberapa bagian dan benang jahitnya mencuat-cuat juga. Apalagi aku masih sering juga tertendang roda brankar atau kursi roda😀

Sudah dibersihkan berulang-ulang, tapi warnanya kok nggak mau seperti semula ya?? Tetap saja mbladus😀 Sampai kapan nih sepatu ini bakal aku pake? Hmm… mungkin sampai aku dapat sepatu baru ya  ;)

Semoga aja nggak ada yang bilang : “Sepatu perawat kok nggak terawat ya??”:mrgreen:

Sungguh… ini hanya bagian dari penghematan kok, Sodara-sodara… Kalo masih bisa dipake, why not??!!😆😆😆

__________________________________________________

Memberanikan diri memajang sepatu manis yang sedang terpasang di kakiku, hehe…:mrgreen: Lagi ikutan acara Kuis sepatu buluk berhadiah sepatu baru nih… semoga aja bisa dapat sepatu baru…😀

31 thoughts on “Sepatu Perawat

  1. tak apa mbak, semakin mbladus kan semakin keren. (kata anak2 remaja jaman skg) hehe..

    entah kenapa, saya suka grogi kalau liat perawat wanita. apalagi yang masih muda. :malu:

  2. Wiikikikik, semenjak kuliah, sepatu saya kok malah gak awet ya, gampang bolong😀

    akhirnya, saya beli aja yang murah-murah, 18 ribu rupiah =D *dan masih terpakai hingga saat ini

    kayake saya cocok ikutan lomba ini:mrgreen:

  3. kalau mbladhus biasanya di kash kapur,kayak sepatuku waktu SMP sering dikasih kapur oleh emak biar putih lagi…
    jadi ingat si bidanku lho..
    kalau pake cap di kepalanya yang mungil jadi imut banget

    salam sayank selalu

  4. Di beberapa rumah sakit seragam perawat tak harus putih, ada yang merah muda, hijau muda, biru muda…setelah saya tanya, ternyata agar anak-anak kecil yang sakit tak takut. Ini di Rumah Sakit Pemerintah.

    Tentang sepatu, mungkin lebih nyaman warna hitam ya….dan lebih sesuai dipakai untuk baju apa saja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s