Berita Sedih

Kejadian yang berulang lagi

Di negri ini

Ketika ramah berganti amarah

Ketikan jabat tangan berganti mandau, parang dan tombak

Ketika nyawa tiada berharga

Percikan kecil mencipta api yang meluluhlantakkan persatuan

Kemanakah cinta itu pergi…??

______________________________

Sedih banget mendengar berita kerusuhan… Bukan hanya di Tarakan, di tempat lain juga ๐Ÿ˜ฆ
Semoga warga negri ini bisa lebih menggunakan hati dan tak mudah terprovokasi…
Gambar pinjam dari sini.

Sebelum Subuh

Ada sebuah kenangan yang sangat melekat di hatiku. Kenangan itu selalu muncul di kala (kebetulan) aku terbangun sebelum subuh menjelang. Kenangan itu berasal dari suara “tarhim” yang sering dikumandangkan dari salah satu masjid yang suaranya terdengar dari rumahku setiap beberapa puluh menit sebelum azan subuh. Continue reading

Beib

Bulan ini tepat delapan tahun…. baru delapan tahun…

September delapan tahun yang lalu, aku memilih Honda Supra standar berwarna hitam untuk menemani pergerakanku dari satu tempat ke tempat lain. Tabungan cuma cukup buat bayar uang muka, trus aku memilih masa kredit 3 tahun, karena gajiku yang nggak seberapa besar… Betapa senang setelah BPKB ada di tanganku ๐Ÿ˜€ Continue reading

Di Depan Kelas

Waktu aku menjadi mahasiswa dulu, aku bukanlah mahasiswa yang bandel. Hanya saja beberapa tingkah yang katanya sih dianggap lumrah juga kulakukan, seperti sekali/dua kali membolos, duduk selalu di barisan paling belakang, makan/minum di kelas ย (bahkan saat sedang ada dosen ๐Ÿ˜ฏ ), terlambat masuk kelas atau saat praktik di rumah sakit, tidur di kelas, dll. Continue reading

Mudik (Part Two) : Anjangsana-anjangsini

Ini adalah lanjutan kisah perjalananku di postingan sebelumnya, mengunjungi beberapa daerah di Kalimantan Selatan…

Perjalanan jauh yang kami tempuh, tak melulu menyuguhkan pemandangan perkotaan atau rumah-rumah penduduk. Pernah saat melewati suatu daerah, kami disuguhi pemandangan berderet-deret gunung batu yang berwarna putih yang dari kejauhan mirip candi (subhanallah…indah banget ๐Ÿ˜€ ). Sering kali hutan tampak di kiri kanan jalan dan ada keponakanku yang mengeluh takut bila kami sedang melintasi hutan, terlebih lagi bila hari telah gelap. Namun saat naik fery, para keponakan exited banget, karena mereka bisa melihat laut. Maklum, di Samarinda nggak ada laut ๐Ÿ™‚ Continue reading

Mudik (Part One) : Petugas P3K

Alhamdulillah tahun ini ada rejeki, jadinya bisa mudik ke kampung halaman ibuku di Kota Baru, Kalsel. Pasti pada pernah dengar lagu “Kota Baru gunungnya bamega” kan…? ๐Ÿ™‚

Perjalanan yang harus kami tempuh dari Samarinda lumayan jauh. Jika menggunakan moda transportasi angkutan umum, bisa-bisa lebih dari 24 jam baru bisa nyampe. Sedangkan anggota rombongan yang ikutan selain aku adalah ibuku, tante, paman, adek sepupu, dan 4 orang keponakanku. Jadi supaya lebih mempersingkat waktu beberapa jam, kami memilih untuk menyewa mobil tetangga beserta tetangganya sekalian sebagai sopirnya ๐Ÿ˜† Continue reading

Suasana Malam Lebaran di Samarinda

Malam Idul Fitri tahun ini lagi-lagi aku melintasi Kota Samarinda. Jika tahun lalu aku “terpaksa” melewati jalan-jalan yang padat di malam lebaran karena aku baru pulang jaga sore. Hari ini ibuku minta aku mengantar daging ke rumah tante dan mesti beli kurma di mall, jadinya suasana malam lebaran ini kurasakan lagi.

Setelah urusanku selesai, aku harus balik ke rumah ibu di Samarinda Seberang. Dari pada ngedumel karena melewati jalanan yang macet, mending enjoy aja ๐Ÿ™‚ Continue reading

Sepatu Perawat

Waktu aku kuliah di akademi keperawatan bertahun-tahun yang lalu, rasanya keren banget saat mengenakan seragam putih-putih. Bagi yang tak berjilbab, mengenakan kap kecil di atas kepalanya. Bagi yang berjilbab, sekeliling tepi jilbab dijahitkan pita dengan warna tertentu yang menunjukkan tingkatan mereka. Setiap mahasiswa keperawatan juga diwajibkan mengenakan sepatu putih, baik saat kuliah di kelas, maupun saat praktek di rumah sakit.

Di kampusku dulu, setiap tahun ajaran baru setiap mahasiswa diberikan sepasang sepatu putih baru. Sepatu pantopel tanpa hak dan bersol karet itu, selalu cantik dan putih bersih pada awalnya. Namun setiap kali mulai praktek di rumah sakit, sepatu itu akan tampak kusam alias mbladus. ย Selain karena debu, penyebab terbesarnya adalah di bawah ini. Brankar… Continue reading