Anak SMP

Menurutku, saat aku menjadi anak SMP adalah saat untuk berpikir agak lebih cerdas. Mengapa demikian? Karena saat masih SD kurasa yang ada di benakku hanya bermain dan bermain saja🙂 Saat SMP harus mulai lebih serius, beberapa mata pelajaran harus dipelajari dengan sungguh-sungguh bila tak ingin ketinggalan jauh dari teman-teman yang lain.

Di jamanku, anak SMP lebih dituntut untuk giat belajar karena harus menerima pelajaran yang baru pertama kali diterima di bangku SMP, antara lain pelajaran Bahasa Inggris, Fisika dan Biologi. Berbeda dengan masa sekarang ya, Bahasa Inggris saja telah diajarkan sejak SD, bahkan TK atau Playgroup😀

Aku bersekolah di salah satu SMP Negri yang ada di kampungku. Jarak sekolahku tidak terlalu jauh dari rumah, hanya sekitar 2 Km yang kutempuh dengan berjalan kaki bersama teman-teman anak SMP lainnya. Selain saat di sekolah, perjalanan pulang-pergi ke sekolah ini mempererat persahabatan dengan beberapa orang teman yang searah. Terkadang belajar bareng atau mengerjakan pekerjaan rumah di rumah teman kami lakukan saat pulang sekolah, atau di sore hari setelah beristirahat terlebih dahulu di rumah masing-masing. Tidak ada jalan-jalan ke mall atau nonton bioskop😀

Karena otakku yang pas-pasan, aku merasa harus lebih banyak belajar. Apalagi saat melihat teman-teman lain yang cerdas, beberapa diantaranya berasal dari SD favorit, aku sempat keder juga. Seingatku, saat menjadi anak SMP, prestasiku benar-benar standar. Meskipun selalu bisa berhasil masuk kelas favorit, peringkat kelas cenderung di posisi tengah. Apa lagi di pelajaran olah raga, wuih… main basket nggak bisa, main voly selalu nyangkut net saat servis. Saat main bulu tangkis juga keseringan memukul angin daripada shuttlecock dan saat disuruh melontar peluru hanya bisa berjarak ± 1 meter. Parah banget:mrgreen:

Sama seperti halnya anak SMP lainnya, tentu saja aku pernah melakukan “kenakalan” kecil. Misalnya saat guru sedang mengajar di depan kelas, aku malah asyik ngemil kacang telur. Pernah juga pada pelajaran keterampilan menjahit, ibuku yang kuminta tolong untuk menjahitkan di rumah🙂

Demikianlah sedikit kisah yang kualami saat menjadi anak SMP. Tentu saja sangat berbeda dengan yang ada di masa sekarang, di saat teknologi lebih mendominasi. Sampai-sampai saat mengetikkan tag “SMP” atau “anak SMP” pada mesin pencari, pada posisi teratas malah ditempati oleh hal-hal negatif tentang anak SMP. Sangat menyedihkan😦

Tulisan ini dibuat dalam rangka mendukung Gerakan SEO Positif. Thanks juga buat Kang Ian yang sudah memberiku tugas ini. Sebagai reward dari dukungan gerakan ini adalah sebuah award dibawah ini.

Hmm… Aku pengen mengundang sahabat lain untuk turut mendukung gerakan ini dan award diatas bisa menjadi milik kalian🙂

  1. Alisnaik
  2. Meliana Aryuni
  3. Fiya
  4. Muam
  5. Riankurus

Persyaratannya: Silakan membuat tulisan tentang SMP/anak SMP, kemudian ajak juga teman-teman lain untuk membuat tulisan  yang serupa. Setelah tulisan di-publish, silakan konfirmasi ke kolom komentar disini.

42 thoughts on “Anak SMP

  1. Akin pasti jadi anak SMP paling cool waktu itu..!
    ttg mata pelajaran olahraga kayaknya kita bernasib sama Kin.. payah.

    Cool, calm and confident gitu deh, Bundo… haha… *gedubrakk*
    Pelajaran olahraga itu melelahkan😦

  2. Hmmm …
    Ini gerakan massal Blogger yang patut untuk di Dukung …
    mari bersihkan …

    Salam saya Kakaakin …

    Tadi saya coba ketik tag “anak SMP”, alhamdulillah, yang teratas sudah bukan yang negatif lagi😀

  3. Waktu smp ‘prestasi saya yg dijadikan tolok ukur di kelas (cie cie somsek) … memang nilai rata-rata tertinggi. Namun dibalik itu, nilai dan kemampuan bahasa inggris paling rendah, habisnya saya ga suka bhs.linggis seh …

  4. Assalaamu’alikum Kaka

    Salam manis di pagi yang dingin.
    Wah… di sini juga ada Anak SMP ya. Saya buka anak SMP tapi SMK. Senang dapat mengingat nastolgia lama yang tentunya dirindukan. Ingatan itulah membawa kita lebih ceria di masa depan.

    baru tahu ni mbak, adanya SEO Positif dan SEO Negatif. Semoga berjaya dalam geraannya.

    Salam merdeka dan mesra dari saya di Sarawak.😀

  5. okey mba akin…sebenarnya sudah lama ingin ikutan berpartisipasi…tapi belum ada nih yang memberi tugas secara langsung…
    (hahaha..alasan!)

    ternyata mba akin ini waktu SMP senakal-nakalnya masih tetap baik..hehehehe

  6. Wah Anak SMP dari Samarinda Seberang… hehehe… saya sempet baca sejarah kalo samarinda sebrang adalah cikal bakal Kota Samarinda,,, tetapi sepertinya justru pebangunan di arahkan ke daerah lempake dan kukar…

    Oia.. saya lulusan SMP Muhammadiyah Tahun 1997… Bangga dikit nieh Gak nyangka jadi lulusan terbaik ke-3. Trus Alhamdulillah masuk SMA Negeri 1 Samarinda….

  7. Whuaaaaa….
    Akin dulu doyan makan kacang telor yaaaaa…hihihi…

    SMP masa paling indah….cinta monyet…dan tergila gila ama boyband NKOTB…sampai punya topinya segala…hihihi…

    Masa2 dimana gak harus pusing mikirin berbagai macam tagihan…hihihi…

  8. oke, saya pesimis di smp kita pernah belajar sesuatu,..
    ini daftarnya :
    pelajaran agama adalah pelajaran selingan bukan mencapai substansinya
    ekskul disama ratakan..masak anak cowok disuruh nari.
    pelajaran seni musik, juga hanya pamer kesombongan doang bagi calon2 biduan dangdut, atau anak2 kurang kegiatan yang ngeband biar gampang dapat gebetan
    pelajaran olahraga, paling anak cowok disuruh sepakbola,lalu gurunya nyantai.
    di smp, perpustakaan tidak pernah dikelolal dengan baik. paling banter majalah yang masuk adalah mop. dan isinya di depan, adalah si neng ama mas2 yang mau contest modelling..
    jadi silakan renungkan semua hal di atas. ini mungkin kesamaan kita yang membuat kita ingat bahwa pernah sekolah di smp
    untuk refrensi tentang anak smp yang bagus, beli bukunya eko prasetyo dan terra baragosa yang bertajuk subversif kartun. itulah realita anak smp

  9. Ha! Akin ternyata badung juga..ngemil di kelas…hahaha….
    Soal olahraga , saya juga paling nggak bisa…pasti dapat nomor satu deh, tapi paling buncit..hehehe

  10. tugas yang berat sepertinya untuk memasyarakatkan SEO seperti ini, karena yang berpikiran “gak bener” juga memanfaatkan SEO yang sama. Tapi gak ada salahnya dicoba, ada niat, pasti ada jalan, hehehe.

    Kutu waktu SMP? pengen cepet2 SMA n kuliah, tapi pengen juga balik ke SD n main petak umpet lagi, hehehe

  11. Terima kasih atas partisipasinya…nama sudah masuk dalam list PENDUKUNG GERAKAN SEO POSITIF…

    MARI TERUS BERBAGI KEBAIKAN..KARENA KEBAIKAN AKAN BERBUAH KEBAIKAN YANG LAIN…

    salam hangat dari MANAJEMEN EMOSI

  12. Jamn SMP dulu ane bener2 menjadi anak rumahan, jarang main, habis sekolah langsung balik…

    “krena gerakan SEO positif, makanyya di ceritain yang bagus2 saja, pdhal sbenernya yg jelek jaman SMP ane juga bnyak,,hehhhe “

  13. Saya harus naik sepeda onthel sejauh 8 km-pp jadi 16 km. Jalan belum beraspal dan juga belum ada listrik kala itu.
    Pelajaran yang tidak saya sukai adalah ilmu ukur karena rasanya kok sulit banget. Pelajaran lain sih oke2 saja, termasuk bahasa Inggris.

    Salam hangat dari Surabaya

  14. aku lebih nakal lagi kak, tukang berantem sama cowok2 tengil di sekolah, hahahha

    pelajaran favoritku justru Olahraga.. sampe pernah dikirim lomba buat 2 cabang atletik di hari yang sama (apa gak ada lagi yang laen ya??) ckckck…🙂

    ayo dukung pembersihan internet dari pengaruh negatif keyword SMP!!!

    salam kak..🙂

    • ahaha… saya kebalikan sama mbak Iyha nih… bukannya berantem tapi justru menemani mereka cari mawar untuk nembak cewe… menyediakan telinga dan pundak kalo mereka curhat dan saya ga bisa olahraga.. hahaha…

      salam dari anak smp yang bandel dan manis..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s