Membuat SIM (juga)

Saat baca postingan Pakdhe Cholik tentang memperbaharui SIM, aku jadi teringat bahwa aku juga harus memperpanjang SIM C-ku. Dulu aku pernah memperpanjang SIM, namun karena telah lewat masa berlakunya, aku harus ikut ujian ini itu. Mumpung SIM-ku kali ini masa berlakunya baru habis minggu depan, aku buru-buru mengurusnya saja ke kantor polisi. Jadi nggak perlu ikutan ujian SIM deh🙂

Yang ada di benakku saat akan mengurus SIM di Poltabes Samarinda adalah pasti bakalan antri. Jadi aku sudah bersiap dengan sebuah buku bacaan di tasku. Ternyata di ruang pengurusan SIM kantor polisi tidak terlalu padat🙂 Mungkin karena bulan puasa ya… Pemberitahuan tentang persyaratan yang diperlukan untuk pembuatan SIM tertempel di beberapa tempat. Informasi biaya juga jelas terpampang diatas loket pembayaran BRI, pada ruangan yang sama.

Hmm… saat membuat SIM 5 tahun lalu di kantor polisi ini, uang pembayaran langsung diselipkan saja dalam map yang dibawa sendiri. Kini lebih keren😀 karena pembayaran dilakukan lewat kasir bank dan map berkas pun telah disediakan di kantor polisi. Wah… baru tahu aku🙂 Biaya yang harus kubayar untuk perpanjangan SIM C adalah Rp 75.000,-.

Jadi berkas yang kubawa untuk keperluan perpanjangan SIM C adalah :

  1. Surat Keterangan Kesehatan
  2. Pas Foto terbaru
  3. Foto Copy KTP
  4. SIM lama (asli)
  5. Bukti pembayaran dari loket bank.

Setelah berkas lengkap, aku menyerahkan map ke loket 1. Om polisi di loket ini lumayan ramah, meskipun tidak tersenyum manis seperti senyum Pakdhe Cholik (hahaha…😆 ). Setelah mencatat data-dataku, mapku bergeser ke loket 2 dan aku diberikan selembar fomulir untuk diisi.

Setelah formulir terisi lengkap dengan dataku, aku menyerahkannya kembali ke loket. Kemudian sehelai kertas nomer antrian foto SIM diberikan padaku. Aku duduk di kursi tunggu bersama beberapa orang lainnya. Pandanganku beredar di sekeliling ruangan itu, beberapa poster terpampang, termasuk sebuah poster dengan tulisan “KEBERADAANKU UNTUK MASYARAKAT”. Setting poster itu adalah perempatan jalan yang sedang banjir, dekat rumah omku. Posting tentang perempatan ini juga pernah kubuat disini.🙂

Belum lama aku memperhatikan poster itu, nomer antrianku sudah dipanggil. Lalu aku dan beberapa orang lain masuk ke ruangan foto SIM. Beberapa menit kemudian tiba giliranku untuk difoto. Ehm, untunglah disediakan cermin di ruangan itu, karena jilbab mesti rapi nih😀 Setelah foto, aku disuruh menunggu di luar. Tidak berapa lama, seorang polisi memanggil namaku dan menyerahkan kartu SIM C-ku yang telah selesai.

Aku terpaku… tunggu dulu… rasanya baru 30 menitan (yah, lebih dikit lah:mrgreen: ) aku berada di ruang pengurusan SIM, kok SIMnya udah jadi😯 Aku malah belum sempat membuka buku yang kubawa, belum sempat mencermati setiap poster yang dipajang di ruangan itu, belum sempat kenalan dengan mbak yang duduk di sampingku dan belum sempat melototin wajah om polisi satu persatu:mrgreen:

Alhamdulillah, mengurus SIM udah kelar. Sesuai jalur pula. Beberapa orang yang kukenal berencana mengurus SIM lewat “belakang” dengan alasan nggak mau ribet. Padahal mengurus SIM mudah saja, asal mengikuti aturannya😀 Lagi pula kini Kepolisian Indonesia sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan perbaikan kinerja polisi, sehingga diharapkan juga kita sebagai warga dapat mendukung perbaikan citra polisi dengan tidak merendahkan martabat polisi. Setuju om!😀

48 thoughts on “Membuat SIM (juga)

  1. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    SIM C saya tinggal setahun lagi….

    Jangan sampai lupa ngurus tahun depan ya, Mas🙂
    Ya iyalah, masa’ 10 tahun lagi😀

  2. bener Kin, di kota Karawang demikian juga. Lancar.
    **sudah dimulai 2 tahun lalu, tetapi saya sendiri belum mengalami langsung krn SIM masih berlaku hingga 2012.

    Senangnya…. ngurus SIM nggak pake lama😀

  3. oke2… kita harus mendukung tatanan hukum kita….
    (dengan pake Sim)

    Mari kita lakukan! *fullsemangat*🙂

  4. murah juga perpanjangnya…
    ditempatku malah pak polisinya nyuruh lewat jalur belakang, katanya sampean biar nggak ribet, saya juga untung, hihihi *

    Ye… polisi gitu tuh yang bikin susah memperbaiki citra kepolisian

  5. Sip …
    Memang tidak bisa dipungkiri … masih ada banyak yang perlu di benahi …
    Namun… Saya yakin … ada juga hal yang sudah bagus …
    Kepolisian Pasti sudah Melakukan perbaikan-perbaikan … Salah satunya adalah dalam proses pembuatan SIM ini …

    Salam saya Kak …

    Katanya sih sedang dalam proses perbaikan kinerja, Om. Semoga saja jadi lebih baik😀

  6. ternyata memang ada kinerja yg lebih baik dr bagian SIM ini ya Kak, dan sebaiknya kita yg membuat SIM juga membantu kinerja nya pak polisi
    salam

    Bikin SIM nggak pake lama lagi, Bundo. Lagipula biayanya sangat jelas dan dibayar lewat loke bank🙂

  7. semoga birokrasi pengurusan di negeri ini semakin mudah seperti cerita akin,jadi gak perlu lagi pake calo2 dan malahan bikin biaya nambah banyak aja🙄

    Pe-er bagi pemerintah tuh🙂

  8. Hanya polisi sendirilah yang dapat mengubah citra polisi yang memang selama ini kurang baik. Terus terang ayapun pernah jadi korban pungli. Sakit banget rasanya.

    Setuju, Pak… yang terbesar adalah keingina polisi sendiri untuk memperbaiki diri🙂

  9. Waktu aku ngurus SIM untuk pertama kali yaitu sekitar Desember 2009, antriannya panjang kak. Mungkin karena pada waktu itu lagi hangatnya isu tentang denda 1 juta. Untunglah sekarang sepertinya sudah tidak terlalu antri lagi.

    Oo… yang waktu itu ya…
    Temanku ada yang sampai tengah malam masih antri foto waktu itu😀

  10. Ie juga bilang apa, mengurus SIM itu mudah dan cepat asal kita juga tertib yank.
    Hore..bentar lagi tumpengan disini.
    Siap2 ach siapa tahu ada undangan ke Samarinda.
    salam sayank selalu.

    Hehe… nggak pake tumpengan… Kan lagi puasa😀

  11. wah..wah…
    saya belum buat SIM nih..hehehehe..
    gimana yah mba?
    harus pakai KTP Samarinda sih, padahal untuk membuat KTP itu sendiri ribetnya bukan main..

    Mungki ribetnya saat ngurus surat pindah ya?

  12. yang ditanya persetujuannya cuma si Oom sih, saya kan tante,, hehehehe…

    tapi setuju bgt sama kakaakin, memang seharusnya kita membiasakan tertib dari diri kita sendiri, buktinya kalo ngikutin aturan juga gak ribet n cepet kelar kan???

    asik,, SIM baru, besok bonceng ah, keliling samarinda,, hehehehe….

    Hayuk… Kapan nih ke Samarinda?😀

  13. Wah enak dong kalo sistemnya sudah begitu, tidak repot lagi, sayang di kotaku belum memakai sistem seperti itu…

    Salam kenal🙂

    Mudah2an ntar ngurus SIM-nya juga cepat ya…🙂

  14. wah, sangat senang mendengar berita ini mbak akin🙂
    moga bangsa kita semakin maju..
    merdeka!

    Katanya kepolisian sedang berusaha memperbaiki kinerjanya🙂 Semoga instansi pelayanan publik yang lain juga memiliki komitmen yang sama😀

  15. sekarang udah enak koq kak… saya juga kalo ngurus SIM (A&C) masih di poltabes samarinda… cuman kalo telat malesnya ikut ujian… walaupun udah yakin pasti lulus (karena dibantu ma para bapak polisi) nunggunya yang gak nahan….

    Memang mesti shobar menunggu antrian😀

  16. 30 menit doang?
    cepet amat yak
    pelayanan polisi sekarang uda makin bagus nih

    Yang ngurus nggak terlalu banyak, mungkin karena lagi puasa😀

  17. SIM kutu kapan ya abisnya, hehe … btw, emang musti pake Surat Kesehatan yah? di sini koq nggak c ?? apa Kutu yang kuper, hehe

    Harus pake surat kesehatan dong… terutama penyataan buta warna atau nggak🙂

  18. iya lho…sekarang bikin SIM emang jadi cepet…
    malah di Bandung ada SIM keliling lho…
    Polisi nya pake mobil van dan nongkrong di mall mall…
    canggih ya!!!

    oiya, salah satu mall di Samarinda juga ada SIM corner-nya, di dalam gedung. Yang pake van juga ada, tapi nggak tau keliling kemana aja🙂

  19. Semoga POLISI bisa konsisten…hehehehe…hapus OKNUM yang tidak bertanggung jawab….🙂

    Mari kita lihat beberapa tahun lagi😀

  20. itu kan memperpanjang SIM kaka jadinya cepet hehe..
    tetep narsis aja neh apalagi kalau mau dipoto walao hanya buat SIM wkwkw

    Keren atau nggak keren, tetep aja nggak terlalu kelihatan di foto SIM, BURAM banget😀

  21. Memang agak beda antara memperpanjang SIM dan membuat SIM baru. Yang kedua agak ribet, aalagi kalau nggak lulus ujian praktek naek motor yang memang ujiannya cukupp sulit. Sayangnya, masih tetap ada pungutan setengah resmi diluar pungutan resmi yang harus dibayarkan oleh setiap orang yang mengurus SIM baru.Semoga ke depan semakin lebih baik lageee. Amiin.

    Itu yang susah dihindari, ya… pungutan tidak resmi…

  22. selamat pagi

    wah, mantab banget nih.
    semacam promosi kepada masyarakat kalau mengurus SIM itu mudah,
    gak jadi semacam birokasi yang ruwet njlimet lagi kayak dulu2.

    MANTAB !!
    semoga citra polisi bisa lebih positif.

    btw, SIMnya diperpanjang berapa centi nih ??😛

    Hehe… emangnya SIM itu semacam hidungnya seleb Korea, pake diperpanjang sekian centi…:mrgreen:

  23. Waah kaka, baca postingan ini saya langsung ubek2 tas n cari dompet… alhamdulillah SIM C saya habis 2012 dan SIM A saya masih 2015.. tinggal SIM B aja nih tahun depan bikin aaaaaaahh..:mrgreen:

    Sekalian… SIM B umum, buat sangu siapa tau ada job jadi supir truk:mrgreen:

  24. waaa..kalo saya malah belum punya sim hahahaa…
    mau urus tapi males ketemu ama pak polisi hehehee

    Hayo… kenapa malas ktemu polisi? punya utang ya?? hehe😀

  25. aneh ya,,kalo uda punya sim ga pernah di tilang police..hihii..
    *ngarep di tilang*
    membuktikan sbg warga yg patuh mmepunyai SIM lho..
    ayo donk tilang aku..!! hahhahh..

    Ye… kalo punya SIM ya gak mungkin ditilang, kecuali STNK ketinggalan atau nggak peke helm juga😀

  26. wah..makasih postingannya.bermanfaat banget.
    mau cepet2 bikin posTER ah, eh SIM..hehehe…

    kupikir lama n harus ikut tes ini itu. ternyata simpel. matur nuwun

    salam kenal dari Semarang.ditunggu kunjungan balikna…:)

    Kalau membuat baru memang agak ribet, karena mesti ikut ujuan dulu🙂

  27. Saya mukar ali dari cilebar. Saya buat sim bulan nopember 2010 ke polisi yg standby di dekat ruangan dokter periksa kesehatan. Namanya dian dan memanggil saya katanya 1 minggu untuk mengganti a ke sim b1. Biaya 600rb. Saya beri uang nya dia ngeluarin kartu nama nya. Saya pulang. Seminggu saya tlp katanya lagi nunggu berkas dari purwakarta test drive. 2 minggu saya tlp gak aktif. 3 minggu saya datang ke tempat semula kata teman oknum dia dinas di rutan. Saya lapor provost katanya tulis data saya. Sampai skrg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s