Penggalian dan Penggali

Di tepi jalan raya sering kali kita temui pekerjaan galian. Seperti yang kutemui di tepi jalan di kotaku beberapa waktu yang lalu. Bekas lubang galian ini terkadang ditutup dengan lumayan rapi, namun terkadang juga menjadi genangan yang becek saat hujan. Mungkin di kota-kota lain juga banyak ditemukan galian seperti ini ya🙂

Tulisan yang tertera pada papan peringatan di foto diatas adalah megenai pengerjaan galian kabel FO (fiber optik). Seperti kita ketahui, FO atau serat optik ini merupakan sejenis kabel yang terbuat dari kaca yang sangat tipis. Serat optik ini digunakan untuk keperluan komunikasi.

Di postingan ini aku nggak akan menguraikan tentang jenis kabel yang katanya sehelainya bahkan lebih tipis dibanding sehelai rambut ini, karena yang berkaitan dengan masalah teknologi aku nyerah deh😀 . Yang pengen tahu lengkapnya, bisa dibaca disini, bisa juga disini.

Beberapa waktu lalu, banyak pekerja penggalian ini yang kulihat di sepanjang jalan yang kulewati menuju tempat kerjaku. Arah tempat kerjaku merupakan jalan poros dari Kota Samarinda menuju kota atau kabupaten lain di Kaltim. Pekerja berkelompok-kelompok menggali lubang-lubang dengan jarak tertentu. Mereka dengan tekun bekerja meski panas terik atau sedang hujan gerimis. Lagi pula mereka harus menggali di sepanjang tepi jalan hingga ratusan kilo meter😯

Foto ini kuambil di seberang jalan depan puskesmasku, saat sedang gerimis🙂 Tampak seorang penggali yang mengangkut air, mungkin agar tanah yang digalinya menjadi lunak sehingga lebih mudah untuk digali?

Sempat terlintas rasa penasaran terhadap para penggali ini dan kemudian rasa penasaranku terobati. Pada suatu waktu seorang bapak-bapak masuk ke UGD puskesmasku karena mengalami luka di bagian kepala. Bapak itu adalah salah seorang penggali fiber optik yang sedang bekerja pada tepi jalan yang agak lereng. Luka tersebut adalah akibat dari sebuah botol bekas minuman keras yang dilempar dari sebuah mobil yang melaju.

Saat menjahit luka di kepala bapak itu, kuajaklah dia ngobrol. Tentu saja aku nggak akan bertanya “Asale soko ngendi?” karena aku nggak ngerti bahasa Jawa😀 Dari pembicaraan itu kuketahui bapak itu berasal dari Jawa. Bekerja dengan sistem kontrak untuk sekali pengalian. Waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan pengerjaan pada suatu daerah bisa hingga berbulan-bulan. Setelah pekerjaan selesai, kemudian para pekerja dari Jawa yang berjumlah puluhan orang itu kemudian dipulangkan ke kampungnya. Bila ada pekerjaan lagi, baru kemudian mereka dikontrak lagi dan lokasi kerja mereka bisa mencapai berbagai daerah di seluruh Indonesia😀

Aku salut dengan para pekerja itu. Rela bekerja susah payah sebagai penggali, jauh-jauh berangkat dari pulau lain demi menafkahi keluarga. Syukurlah mereka memilih jalan ini dan bukan memilih menjadi pengemis yang mendapatkan uang dengan mudah.

33 thoughts on “Penggalian dan Penggali

  1. tapi kadang jalan baru di-aspal eh dikeduk lagi buak nanam kabel FO.
    udah kelar kerjaannya dibiarin gitu aja, paling banter ditimbun pasir batu aja…
    (doh)

    Jadinya sayang banget ya…😦

  2. Ya Kak …
    Dan semoga saya …
    Orang yang mengontrak mereka … juga memperhatikan kesehatan dan upahnya jangan sampai terlambat dibayarkan …
    kasihan mereka …

    salam saya Kak

    Semoga mereka juga nggak dicurangi oleh mandor2 mereka🙂

  3. Jalan hidup orang memang berbeda-beda ya, Mbak. Semoga mereka para penggali dilimpahi kebahagiaan. Kebahagiaan tidak selalu dapat diukur dengan materi.

    Amiin… semoga ya, Pak… karena kasihan banget saat melihat mereka bekerja🙂

  4. Kl disini lebih kacau lagi, baru sebulan digali eh.. udah mulai digali lagi, PAM gali, TELKOM gali, PLN gali ampe pertamina ikutan juga, kenapa gak sekalian aja biar tdk memboroskan anggaran. Tetapi menurut berita miring yg aku dengar, justru dari proyek proyek itulah mereka bisa sikat uang rakyat. (Astagfirullah… jadi ikutan suudzon he he… )

    memang deh… pertanyaan gitu sering banget muncul… Kok nggak barengan dan kompakan aja ngerjainnya…😦

  5. Banyak juga Mbak yang merantau ke Palembang, dengan berbekal ‘ingin kerja yang halal’, mereka menjadi bagian yang membuat rumah berdiri, pengecer, dsb….

    Subhanallah…🙂

  6. hampir tiap saat saya berhubungan dng tukang gali, lha wong ikut mengawasi pekerjaan mrk🙂
    **galian kabel listrik 20KV, kabel FO atau galian pipa gas
    ***sengaja utama mereka cangkul dan blencong, tentu sj dng semangat

    Gaji mereka lancar kan, Pak…😀

  7. Mereka juga adalah orang-orang yang berperan membantu kita untuk bisa bermain dengan teknologi. Merekalah sebagian orang-orang yang bermain di balik layar demi teknologi yang kita nikmati.

    Bener banget ya… telpon jadinya sampai ke pelosok2🙂

  8. berarti sambil bekerja di puskesma, juga mengamati pekerja galian nih, mbak akin🙂 ok, mbak ditunggu laporan pandangan mata selanjutnya, sampai pekerjaan penggalian selesai he..he..

    Semoga lain kali pandangan matanya nggak berkaitan dengan luka-meluka lagi ya…😀

  9. semoga perusahaan yg mengontrak mereka , membayar dgn layak, demi kehidupan keluarga si penggali,amin
    salam

    Semoga ya, Bunda… ‘kan semestinya sebelum keringat mereka kering😀

  10. selamat pagi

    di dekat rumah bapak saya juga ada galian galian FO.
    kok waktunya bisa barengan di Smamarinda yaa ??

    btw, salut buat Paman2 pekerja itu.
    yg penting halal dan harga diri !!

    terima kasih dan mohon maaf

    O iyaya… Harga diri… *manggut2*😀

  11. satu hari ada papan berbunyi ” Maaf ada penggalian kabel tilpon”
    seminggu kemudian ada papan lagi bertuliskan ” penggalian kabel selsai, trims”
    minggu berikutnya ” Maaf ada penggalian pipa air”
    seminggunya lagi ” Penggalian pipa air klaaaar, thanks”

    Gitu terussssssssssssssssssssssssssss. Maaf dan trims

    salam trims dari surabaya

    Kapan selesainya??😀
    Hehe… salam trims juga dari Samarinda🙂

  12. mereka bahkan lebih mulia daripada para pejabat pemerintahan yg korup

    Ya, kerja yang halal dan mengeluarkan keringat😀

  13. yup..betul sekali Kak.
    mereka pejuang2 masa kini

    hasil kerja mereka juga kita rasakan juga kan?
    kemudahan komunikasi yang tidak akan ada kalo mereka gak ada🙂

    semoga mereka mendapatkan imbalan yang setimpal ya…😀

  14. Galian
    Kalo di jakarta so pasti macetnya tambah parah pas ada pekerjaan gali-menggali. Dan yang paling kesel kalo abis di gali gak diberesin seperti semula lagi, jadi jalanan ya bolong somplak gak karuan.

    Salut buat si bapak, smoga Allah mudahkan rejekinya

    Hmm… seandainya Jakarta pake jaringan bawah tanah ya…😀

  15. Mereka tidak kenal lelah dan tetap bersemangat meski resiko utk melakukan pekerjaan ini lumayan berat. Kita bisa mengambil spirit mereka utk tetap pula bersemangat dalam bidang yang kita tekuni sekarang ini.

    ya… mereka aja mau bersusah payah kek gitu… kok kita yang kerja dalam ruangan aja pake acara malas2an…🙂

  16. hati-hati ada galian kabel FO –> ini tulisan sering bgt ya mba terlihat di Smd akhir2 ini.
    Hmm…pelajaran, jgn buang sampah sembarangan. sepele bagi yg buang, malang bagi yg kena, tdk tanggung2 kepala jadi sasaran.

    Nasib bapak itu… akhirnya bertemu denganku…😀

  17. Perbaikan jalan ternyata meninggalkan luka yang mendalam ya, bukan saja di kota ka akin tapi di kotaku juga, bahkan setiap habis di gali cara penambalanya asal saja, yang kualitasnya tidak seperti jalan yang sebelum di gali, betul nggak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s