Dua Jago di Kandang

Sebuah pepatah mengatakan “tidak boleh ada dua jago dalam satu kandang”.  Menurutku, arti dari pepatah ini adalah tidak boleh ada dua kekuatan/kekuasaan dalan satu wilayah/tempat, karena kemungkinan besar kedua kekuatan itu akan saling bertarung untuk merebut tempat yang tertinggi/terbaik. Bener gak sih?😀

Si ayam cakep😀

Postingan ini memang tentang jago yang sebenarnya, yang ada di halaman samping rumah omku😀

Semenjak kedatangan ayam cakep kesayangan omku, halaman samping seolah-olah jadi tempat kekuasaannya. Ada seekor ayam jago lagi, yang lebih muda namun kasihan sekali karena ia tak mampu berbuat banyak. Maklum… namanya juga ABG *coret* JBG (jago baru gede):mrgreen:

Karena halaman terlalu dikuasai oleh si cakep, terlebih lagi JBG ini sering kali dikejar-kejar dan ditakut-takuti oleh si cakep, akhirnya ia lebih sering menyendiri. Mungkin karena hal ini dia jadi lebih dekat denganku, jadi ayam kesayanganku deh😀 Sering kali di pagi hari ia berkokok di bawah jendela kamarku, namanya juga JBG, jadi kokokannya sering fales:mrgreen: Untuk memanggilnya aku hanya perlu menjentikkan jari, dan si JBG langsung menghampiriku. Bahkan kadang setiap kali aku ada di halaman samping, ia selalu mengiringi kemana aku melangkah.😀

Minggu lalu terjadilah pertarungan sengit antara si cakep dan JBG, padahal mereka belum pernah bertarung sebelumnya. Entah mengapa tiba-tiba timbul keberanian JBG untuk melawan. Bisa jadi karena ia telah merasa tertindas dan terzolimi selama ini *lebay*:mrgreen:

Pertempuran kali itu dimenangkan oleh JBG! Meski JBG berdarah-darah juga, namun ia tetap bisa berdiri tegak. Lalu bagaimana dengan nasib si cakep? Si cakep terkapar di pojokan dengan kepala yang berlumuran darah, namun masih tetap hidup. So, omku segera mengasah pisau dan mengakhiri hayat si cakep, sebelum ia menjadi bangkai😀

Sebenarnya pertarungan itu terjadi di pagi hari saat penghuni rumah semua ada di rumah. Namun karena keasikan nonton tv, jadi kami nggak mendengar kehebohan yang terjadi di luar rumah. Padahal seandainya sempat dilerai, si cakep nggak bakalan terkapar. Omku sangat menyayangkan kejadian ini😦 Tapi ya ada untungnya juga sih, si cakep kemudian dimasak menjadi sup ayam yang maknyuss.

Tentu saja omku nggak ikutan makan ayam kesayangannya😆

Dan inilah kehidupan sosial JBG pasca kepergian si cakep. Sudah dapat gebetan seekor betina, Sodara-sodara!😀 Akhirnya, meskipun fales, hanya kokokan JBG yang berkumandang di halaman samping:mrgreen:

-oOo-

Namun, setiap kisah mesti ada ending-nya kan…

Beberapa hari yang lalu aku ditugasi untuk membawa si JBG ke rumah ibuku untuk dipotong, karena ibuku akan memasak soto banjar untuk acara peringatan Isra’ Mi’raj di rumah. Hiks… jadi berpisah juga nih…

Tanpa memberontak, si JBG duduk dengan tenang di dalam keranjang ayam (tentu saja kakinya udah diikat😀 ) Tega banget ya, diriku…:mrgreen:

Acaranya telah berlangsung kemaren dan apakah aku nggak ikutan makan soto banjar buatan ibuku ini karena memakai ayam kesayanganku??

What do you think??:mrgreen: *ngikut Om Trainer*

32 thoughts on “Dua Jago di Kandang

  1. Sebenarnya di dunia yang bukan ayam hal itu juga kerap terjadi, tidak sedikit di suatu instansi ada dua org yang sama-sama memiliki kekuatan yang sama dihadapan anak buahnya, jadi kacaukan dunia persilatan.😆🙂😉

  2. Sekarang nggak ada jagonya dong, kasian tuh para betinanya.
    Saya juga hobi pelihara ayam lho,kak. Tapi libur dulu ..nggak enak sama tetangga yang pada takut flu burung..:)

    hehe… Ayam om saya juga udah berkurang banyak, gara2 dicolong orang😀

  3. Katanya daging ayam jantan alot ya?😀 Penuh otot soalnya.😆

    Karena itu paling mantab kalo dibikin soto, dagingnya disuir-suir😀

  4. Begitu memang nasib ayam, juga ternak lainnya, mau aja dia dipelihara, disayangi, padahal akhirnya disembelih juga.
    Soal soto Banjar, wowww… Saya juga pernah menyantapnya di Kuala Tungkal. Di sana emang banyak pendatang dari Banjar. Lemak nian rasanya!

    Apalagi kalo buatan ibu saya… paling maknyusss (bisa nambah banyak sih…😛 )

  5. HHmmm …
    Menurut penerawangan saya …
    Kakaakin tetap memakan soto banjar itu …

    bagaimana ?
    betulkan ?

    salam saya

    Betul banget, Om… Secara, saya ‘kan doyan banget. hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s