Menambah Perbendaharaan Peribahasa Indonesia

Pertama kali membaca postingan Pakdhe Cholik tentang Kontes Menulis Peribahasa, aku kaget+takjub😀 Nggak tanggung-tanggung nih, PERIBAHASA loh. Berbeda dengan menulis cerita pendek atau puisi, menurutku peribahasa ini merupakan sesuatu yang dapat digunakan berulang-ulang entah sampai kapan, karena dalam suatu peribahasa, ada unsur yang disebut “long lasting” alias keabadian dan inilah yang menjadi salah satu penilaian dari dewan juri.

Kucoba browsing tentang peribahasa, di tengah-tengah lemotnya koneksiku. Menurut Wiki,

peribahasa adalah ayat atau kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung pengertian tertentu, bidal, pepatah. Beberapa peribahasa merupakan perumpamaan yaitu perbandingan makna yang sangat jelas karena didahului oleh perkataan seolah-olah, ibarat, bak, seperti, laksana, macam, bagai, dan umpama.

Kemudian aku juga menemukan daftar peribahasa Indonesia. Wow😯 , ternyata banyak banget, ribuan euy😀 Bagi sahabat yang pengen baca daftar peribahasa ini, link-nya mulai dari sini dan seterusnya. Memang ada banyak peribahasa yang mengandung kata-kata yang sebenarnya tidak kupahami, misalnya “pucuk dicinta, ulam pun tiba” yang maknanya telah kupahami sejak dulu, namun arti kata “ulam” itu sendiri aku nggak tau:mrgreen:

Saat mencoba mencari arti kata “ulam”, TERNYATA kyaine-lah yang nongol di halaman pertama pencarian gugel, tempatnya teratas pula! (Kyaine keren euy😀 ).  Pada postingan yang berjudul “pucuk dicita ulam pun tiba” (“dicita”, kirain “dicinta”😛 ) ini juga ditambahkan kyaine beberapa makna dari peribahasa lain, seperti “semata wayang” dan “mabuk kepayang”. (Baru tau arti kepayang, hehe…😀 )

Kembali ke topik kontes perbahasa nih, menurutku kontes ini bakalan menambah perbendaharaan peribahasa di Indonesia. Aku membayangkan bakalan ada puluhan peribahasa baru yang merupakan hasil kreasi para sahabat blogger (kalo banyak yang ikutan😛 ). Kalo dibuat buku, spertinya bakalan keren banget😀

Ini peribahasa yang kusertakan di Kontes Menulis Peribahasa

Kaki tertusuk duri, bibir tetap terkatup

Arti/maknanya: Di dalam hidup ini, hendaknya kita tetap tabah dalam menghadapi cobaan/penderitaan, tak usah mengeluh.

Sebuah peribahasa yang sangat sederhana, karena aku tak pandai berkata-kata😀 Semoga perayaan RiRi BlogCamp bertambah seru dengan banyaknya kontes, peserta kontes dan tak ketinggalan tali asihnya, hahaha…😀

53 thoughts on “Menambah Perbendaharaan Peribahasa Indonesia

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat pada acara Kontes Menulis Peribahasa dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    Saya catat sebagai peserta.

    Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara :
    1. ” Kontes Menulis Opini ”
    2. ”The Amazing Picture ”, dan
    3. ”The Twin Contest”
    4. “ Kontes Menulis Peribahasa “
    dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.

    Terima kasih

  2. keren peribahasamu kin,intinya jangan mengeluh ya dalam hidup ,toh semua penderitaan takkan abadi,dan semua sudah atas izin Allah,betul gak??🙂

  3. wowww.. kereeen…
    mantaps juga perubahasa bikinan Kakaakin
    semoga menang kontesnya, fren..
    salam sukses..

    sedj

  4. Assalaamu’alaikum

    Semoga sukses dalam kontesnya mbak. Tulisannya mantap dan peribahasanya bagus sekali. Saya suka membacanya, penuh dengan inspiratif yang mencerahkan. Salam mesra dari saya.

  5. wow ternyata sampeyan ikut lomba peribahasa ini ya
    semoga peribahasa ini menjadi salah satu perbendaharaan peribahasa di Indonesia. kalah menang bukan masalah.

  6. ‘pucuk dicita ulam tiba … (ulam = pucuk/lalapan/daun muda yg dimakan; pucuk = lalapan = daun muda)…🙂
    pepatah diatas artinya sama dgn : ‘mata mengantuk disorong bantal’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s