Buku Dosa

gambar diperagakan model😀

Beberapa waktu yang lalu temanku yang seorang perawat bercerita tentang pengalamannya dulu saat masih bekerja di tempat praktek seorang dokter.  Ia diserahi tanggung jawab untuk memegang sebuah buku yang mereka sebut “buku dosa”. Serem banget ya, namanya😀

Buku dosa ini rupanya berisi catatan daftar nama-nama pasien yang datang ke tempat prakteknya lantaran ingin meminta ‘surat keterangan sakit’. Pasien-pasien tersebut tentu saja merupakan karyawan suatu perusahaan yang sebenarnya tidak sakit, namun mereka memerlukan surat keterangan itu untuk diberikan ke perusahaan.

Dengan adanya surat sakit, maka karyawan dapat memanfaatkan hari istirahat itu untuk benar-benar beristirahat atau melakukan hal yang lain, seperti bisnis atau menghadiri acara keluarga, namun ia akan tetap mendapatkan hak-haknya. Berbeda bila ketidakhadirannya tanpa keterangan. Kadang ada juga karyawan yang meminta keterangan sakit untuk ketidakhadirannya di perusahaan pada hari yang telah lewat.

Kata temanku, para karyawan itu harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan surat itu. Uang itu dikumpulkan dan dicatat dalam buku dosa, kemudian akan dibagikan antara perawat dan dokter tiap periode tertentu. Wow😯

Kini, temanku itu sudah tidak bekerja lagi di praktek dokter itu. Entahlah, apakah buku dosa masih terisi atau tidak😀

-0Oo-

Di tempat kerjakupun tak luput dari kedatangan orang-orang yang hanya ingin meminta surat keterangan sakit. Alhamdulillah di tempatku nggak ada yang namanya buku dosa. Bila ada yang datang dan tanpa ba bi bu langsung meminta dibuatkan surat keterangan sakit, langsung saja kami tolak mentah-mentah. Lah, segar bugar begitu kok minta surat sakit. Bila benar-benar sakit dan kemudian datang berobat ke tempat kami, tentu saja akan selalu diberikan surat keterangan sakit agar pasien bisa beristirahat dan cepat sembuh. Insya Allah kami juga tidak meminta biaya khusus untuk pembuatan surat sakit tersebut.

Memang kasihan sekali bagi karyawan yang bekerja di suatu pabrik atau tempat kerja yang sangat menguras tenaga. Kakakku juga pernah bercerita waktu dulu dia masih bekerja di perusahaan plywood dengan jadual kerja 2 shift, betapa lelahnya saat harus berdiri selama hampir 12 jam. Saat shift malam, harus terjaga sepanjang waktu, kemudian di siang hari masih harus disibukkan oleh pekerjaan rumah tangga. Jadi waktu istirahat yang tersisa sedikit sekali, apalagi waktu untuk urusan yang lain.

Kakakku pernah juga meminta surat keterangan sakit dari dokter, padahal sebenarnya dia tidak sakit, namun karena ada hal lain yang harus diurusnya. Tempat kerja kakakku dulu tidak jauh dari praktek dokter tempat temanku bekerja. Hmm… kemungkinan besar, nama kakakku tertera juga dalam “buku dosa” itu…😯

Setelah belasan tahun bekerja di perusahaan plywood, akhirnya kakakku keluar, karena dia merasa pabrik sangat membatasi gerakannya. Setelah bekerja di pabrik yang sangat panas, kini kakakku bekerja di kantor yang sangat dingin AC-nya. Dulu kepanasan, kini kedinginan (karena wong ndeso nggak biasa pake AC)… “Syukuri saja….” katanya😀

50 thoughts on “Buku Dosa

  1. Nggak pake minta ijin, mengamankan yang pertamax😀
    Sorry bangget, karena blogging dan blogwalking-ku terhambat.
    Alasan klasik: koneksi yang super lemot.
    Semoga ntar malam koneksi bisa lancar.
    Sekarang aku mau berangkat kerja dulu:mrgreen:

  2. selamat bekerja, aku dulu pernah bikin surat sakit gara2 bolos kuliah, ternyata pas bolos ada ujian…. kalau di kantor sekarang ijinnya enak, tinggal bilang “bos ijin ya, mau ke ….”

  3. keren judulnya,,,
    serem banget yak… seperti malaikan rokib-atid
    ada yang mencatat dosa kita, hehehe..
    salam sukses..

    sedj

  4. wah mpe ada buku dosa segala…ya sebenarnya dilema sih ya, kalo liat kondisi karyawan pabrik yang kerjanya sungguh melelahkan..surat sakit bisa jadi senjata ampuh untuk istirahat sebentar.manusiawi sih

  5. dokter😳

    aku pernah kena omel neeh sama salah satu dokter waktu itu aku ju9a pernah minta surat itu

    karna tak sakit,maka tak diberinya🙂

    sejak itu tak pernah lagi minta surat keterangan sakit,karna ternyata ssakit beneran😀

  6. namanya buku dosa toh?? baru tau saya…

    kalau dulu suka minta surat sakit ke orangtuanya temen yg dokter,bilangnya sakit2 ringan aja ,macam batuk atau pilek ,jadi istirahatnya sah (kurang tidur biasanya )

    bener kata kakakmu,syukuri aja semuanya🙂

  7. he..he..istilahnya keren tuh, mbak; buku dosa.
    maksudnya catatan dosa karena sudah mengeluarkan surat keterangan sakit kali yah🙂

  8. Ada- ada aja ya???? Belon pernah nieh… kalo gak masuk tinggal ijin aja. Soalnya atasannya gampang banget ngasih ijin… cuman kalo gak perlu banget ya gak ijin…

  9. Pernah ada kejadian gitu mbak.. ditempatku padahal udah langganan perusahaan..😦

    tapi jujur lia juga pernah pura2 sakit dan dapat surat sakit padahal lagi malas.. hikss hikss..
    jangan sampai terjadi lagi..😀

  10. Mungkin hal ini tidak terjadi ketika semua jujur dan saling pengertian, karyawan jujur karena memang kurang istirahat dan perusahaan mengerti kondisi karyawan. tentunya dengan konsekuensi, potong gaji misalnya.

  11. Potret buram masyarakat yang mestinya bisa menjadi pelajaran bagi semua kalangan. Pengusaha harus lebih memperhatikan waktu untuk istirahat karyawan. Karyawan jangan terbiasa “menipu diri sendiri”. Untuk sebuah surat sakti saja mereka berani membayar. Itu artinya mereka menghargai hal yang lebih penting selain pekerjaannya, termasuk istirahat lebih tentunya.
    Saya salut kalau dokter masih sadar dengan membuat buku dosa. Itu artinya realistis dan manusiawi…:)

  12. waaaaah, sebenernya nggak sepenuhnya salah karyawannya ya kak, tapi perusahannya juga salah… masa karyawan jadi kek kerja rodi gitu😦

  13. Banyak orang bilang …

    Kalau mau izin … yang bilang izin saja …

    Tidak perlu pakai pura-pura sakit …
    mencari surat keterangan sakit …

    nanti malah sakit beneran akibatnya …

    salam saya

  14. salam kenal ya, sista🙂

    Wah… kalo baca artikel ini yang diingat ya pas masa-masa sekolah.
    beberapa temen ada yang “khilaf” terus bolos deh engga masuk, biar di absen engga ditulis alfa maka ada beberapa yang merogoh kocek dari beberapa klinik menyediakan jasa yang seperti mba sebut “buku dosa”.

    Apapun, semoga yang pura-pura sakit engga sakit beneran yah🙂

  15. Itu praktek yg gak benar, justeru dokter dan perawatnya itu yg harus diberikan buku dosa ha ha ha ha.
    Jangan ditiru ya yank. Mengabdilah untuk ibadah.
    Salam sayang selalu

  16. ke tempatku juga banyak yg spt itu,
    pura2 periksa gigi…padahal nggak sakit apa2,
    minta surat sakit dari 2hari yang lalu lagi…
    saya bayar 10 ribu deh bu katanya…
    ha…ha…ha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s