Makan ‘Enak’

Bagi orang kampung, makanan yang jarang mereka makan dan harganya mahal biasanya merupakan makanan yang istimewa bagi mereka. Setidaknya inilah yang kupikirkan lebih dari 20 tahun yang lalu. Masih kuingat, betapa dulu aku sangat terkagum-kagum dan penasaran saat ibuku menceritakan pengalamannya diajak pamanku makan di ka ef ce Balikpapan, waktu itu di Samarinda belum ada. Cara penyajian yang berbeda dengan warung pinggiran, ada tempat mengambil saos sambal, tempat cuci tangan yang bagus dan rasa ayam goreng yang enak, ibuku mengungkapkannya dengan semangat dan dulu sangat membuatku iri😦 Dan hingga aku dewasa, tak pernah sekalipun ortuku membawaku ke resto cepat saji🙂

Beberapa waktu yang lalu, saat aku dan ibuku belanja bulanan di supermarket yang ada di suatu mall, kami kelaparan. Kami ingin makanan tradisional, tapi malas ke foodpoint karena harus naik ke lantai 4, apalagi sambil mendorong kereta belanja kami. Di lantai 1 ada pizza hut dan kfc saja. Ibuku lebih memilih makan di kfc, karena kata beliau makan pizza itu seperti makan kue atau roti saja, jadi setelah makan pizza biasanya tetap saja beliau mencari nasi🙂 Memang beliau ini orang Indonesia sejati:mrgreen:

Makan di resto masih tetap merupakan suatu kemewahan bagi kami orang kampung, meskipun hanya makan menu yang ditawarkan dalam bentuk paket yang lebih murah dibanding membeli per item. Hehehe… yang penting makan di restoran:mrgreen: Dan juga aku sangat bersyukur karena dapat menyenangkan hati orang tuaku. Beliau ingin makan apa, sebisa mungkin aku berikan. Beliau ingin barang apa, sebisa mungkin aku dapatkan. Mungkin ini karena keterbatasan kami dulunya, saat aku menginginkan sesuatu, belum tentu bisa aku mendapatkannya.

Pernah suatu waktu saat aku jalan-jalan bersama ibuku, aku bertanya pada beliau, “Ma, mau makan apa?”

“Mmm… makan apa ya… Mama bingung, semua sudah pernah mama rasakan…”

“Kalo gitu, kita beli ikan mentah aja, Ma… Kita goreng aja di rumah” usulku dan ibuku mau menerimanya. Ternyata bagaimanapun enaknya makanan di luar, tetap lebih nikmat jika kita masak sendiri di rumah dan makannya bersama anggota keluarga yang lain🙂

-oOo-

Oiya, kebiasaanku bila di resto cepat saji adalah nyomot merica banyak-banyak untuk di tambahkan ke dalam sup atau saos sambal. Kemaren saat aku makan dengan ibuku di kfc, seperti biasa, aku mengambil beberapa bungkus merica. Setelah selesai makan, merica yang tersisa kemudian kumasukkan ke dalam tas, karena kurasa bisa dipakai di rumah untuk masak. Namun kemudian ibuku menegurku. Menurut beliau aku tidak boleh membawa bungkusan merica itu, karena itu bukan milik kita. Kalu menurutku sih, nggak masalah, karena bungkusan merica itu telah disediakan penjual untuk pelanggan, dan kita dipersilakan mengambil sendiri sejumlah yang kita inginkan…

Bagaimana menurut Sahabat??

65 thoughts on “Makan ‘Enak’

  1. Maaf, saya mengamankan pertamax di blg sendiri🙂
    Ternyata alexaku tambah gendut nih…😦😦😦
    Apa karena aku kebanyakan minum mocca float goceng ya???
    *gak nyambung*
    Permissi… para tamu silakan masuk, yang empunya blog mau berangkat kerja dulu…
    Insya Allah ketemu lagi nanti malam🙂

  2. Sampai sekarangpun KFC masih merupakan tempat mewah bagi saya…😀
    Di kota saya juga nggak ada.
    Adanya yg tiruan, yg cuma ayamnya dowang, yg sepotong cuma 3.500.

    Masih banyak hal biasa bagi orang lain tapi masih menjadi barang mewah buat saya.

    • Hmm… mungkin karena faktor kebiasaan juga ya, Pak🙂
      Saya juga pernah lihat remaja2 yang cuma beli minum doang seharga goceng, namun bisa menikmati fasilitas resto yang adem dan kursi yang empuk😀

  3. yg saya bawa pulang biasanya tusuk gigi. lha, saya minta tusuk gigi, yg mestinya dikasih satu kadang dikasih 2 atau 3.. yo wis.. rejeki to?😀

  4. Hehe, untuk yang terakhir, saya setuju kok dengan Mbak. Itu kan udah disediakan untuk pengunjung. Asal kita beli produknya KFC, maka itu “halal” untuk kita. Asal kita ngambilnya ga keterlaluan banyaknya sih.:mrgreen:
    Benar sekali! Masakan rumah selalu yang terbaik! Apalagi kalo dimakan bersama keluarga.😳

  5. Hmmm, saya nggak pernah ngelakuin kek yg terakhir,Mbak. Yg ada disana menurut saya hanya bisa digunakan pada waktu makan aja. Emang klo emak2 ya gitu,Mbak….Emak Meli juga gitu. Kemaren diajak makan kuetiaw, nggak mau….

  6. bunda setuju dgn Ibu, krn memang lebih enak merica yg masih butir2 lalu diolah sendiri, lebih harum dan lebih terasa .
    bunda malahan gak pernah makan di kfc, krn gak suka makan ayam😀😀
    anak2 juga kebetulan kurang suka dgn junk food, mereka lebih suka makanan indonesia asli, persis dgn Ibunya Kakaakin😛
    salam

  7. Hmmm…hati2 lho mbak akin kalau kebanyakan makan fastfood bisa menurunkan tingkat kesehatan. Tapi, sejujurnya aku juga suka sih. Dan memang dulunya sangat sulit kan utk bisa merasakan makanan kaya gitu, karena sepertinya ada anggapan kala itu hanya orang yang berkantong tebal. Tapi syukurlah sekarang, itu bukan barang mewah lagi. Oh ya, selamat ya mbak akin krn blog mbak akin tlh bertengger di posisi 12. Cepat sekali perkembangannya😛

    • Nggak sering kok, Fan…
      Bagaimanapun kalo pas lagi makan di luar, aku lebih memilih makan ikan/ayam, sambel, lalapan, atau yang sejenisnya lah🙂
      Indonesian Matters ya… gak ngerti tuh, langsung melejit ke posisi 12:mrgreen:

  8. kalau menurut saya,saya setuju dengan kamu ,itu disediakan buat kita asal kita beli produk mereka,nah yg dosa kalau produk yg kita ambil gratis itu kita jual lagi,kalau kita pakai sendiri sih insya Allah halal buat kita dan gak berdosa ,wallahualam🙂

  9. Hmm.. kalo menurutku.. bumbu merica itu sudah diberikan full kepada kita… jadi tidak masalah…

    Berbeda dengan sesuatu sperti saos dan sambal yang seyogyanya digunakan seperlunya karena merupakan sharing.

    Demikian pendapat adelays.

  10. waghhh
    masak pertamax nya dipake ndiri hehehe
    hmmmm jadi laper nuy
    tapi soal bumbu no comment aku gak paham soalna😀

  11. Yap. Setuju, makan di rumah lebih enak. Bukan berarti secara rasa masakannya ya, tapi kebersamaannya.

    Soal merica/saos/sambel, saya juga suka bawa pulang. Belom tentu kalo kita tinggal di meja bakal dipulangin, bisa-bisa masuk tong sampah malah oleh petugas bersih-bersihnya.

  12. Alhamdulillah selera makan saya selalu hadir walaupun makan alakadarnya. Merica itu, kalau emang disediakan untuk pelangga ya enggak apa2 diambil. Tapi kalau umpamanya, penjual menyediakan tiap untuk 1 pelanggan 1 bungkus merica tapi kita mengambilnya 2 bungkus berarti yang 1 bungkus tidak halal.

  13. 😀
    Akin ssi type-nya “OPEN”(jawa ), artinya tidak boleh membiarkan sesuatu mubadzir…sekalian nanti klo ada bunga dan potnya masukkan tas ya….

  14. jadi inget pengalamanku makan di kfc pertama kali, diajak sepupu
    maklum baru dari daerah, ngikutin aja dari belakang ambil ini itu sambil liatin piringnya he..he.. takut salah

  15. masukin merica ke tas, sama kejadiannya waktu aku masukin sabun and peralatan sehari2 yang disediakan di hotel waktu pertama kali nginap dihotel bagus :p

  16. kok sama ya??
    saya juga sering nyomot mericanya..hehehehe

    klo aku sering ke PM..
    solaria Kin..enak lo..puas…heeheh
    tp klo abis gajian aja..klo sering2 mah bangkrut..hehehe

  17. itu merica dalam satu paket ga kin… kalau dalam satu paket ya milik kita, kalau kita blom ambil ya diambil gafafa kek nya… ^^
    dooh terharu aku merasakan kasih sayang akin pada ibunda… aq hanya mendoakn: barakallaahu fiikum aamiin ^^

  18. Senengnya melihat seorang anak yang selalu ingin membahagiakan dan memenuhi kebutuhan orang tuanya, padahal seperti Mbak Akin bilang dulu tidak selalu keinginan Mbak Akin selalu dipenuhi orang tua…Semoga bakti Mbak Akin jadi tabungan akhirat.Amiin.Bahagianya seorang ibu memiliki anak seperti Mbak Akin..

  19. Memang bagaimanapun …
    makan dirumah itu nikmat sangat …

    mengenai merica ?
    ya nggak papa sih …
    kamu tidak mengambil 50 sachet kan ??
    hahaha

  20. in my opinion.
    ya gak masalah kayaknya kalau itu merica dibawa pulang.

    gak tau deh kalo ada ayat/hadist yang mengharamkannya? atau kita perlu menunggu fatwa MUI? mehehehe

    kayaknya gak ya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s