How Smart are You?

Seandainya jaman aku SMP dulu menerapkan sistem UAN seperti sekarang, aku yakin dapat lulus dengan nilaiku yang dulu. Namun dengan tingkat stress seperti anak-anak jaman sekarang, entah apakah aku bisa lulus atau tidak, apalagi dengan cara belajarku yang parah ditambah otak yang pas-pasan:mrgreen:

Heboh-heboh masalah UAN juga dialami keluarga kakak sulungku. Kakakku mempunyai dua orang putri, yang pertama kelas 2 SMA (eh, nyebutnya sekarang kelas 11 ya?) dan yang kedua baru saja menempuh UAN SLTP.

Karakteristik kedua keponakanku ini cukup berbeda, dari segi cara mereka belajar. Si Kaka adalah tipe anak baik dan rajin belajar. Hampir tiap hari ia selalu membuka kembali buku pelajaran sambil mengulang-ulang. Kalau Si Adek adalah tipe anak bandel (tapi tidak negatif) yang sangat susah bila disuruh belajar. Belajar hanya saat akan ulangan, sistem kebut semalam (SKS). Internet, tv dan bermain merupakan sebagian kesibukannya. Apalagi Si Adek ini juga menyukai drama Korea seperti tantenya, hehe…:mrgreen: namun ia lebih condong ke dorama Jepang sih🙂

Biasanya kakak iparku (ibu mereka) akan ngomel-ngomel melihat kelakuan Si Adek. Orang tua mana yang tidak was-was melihat anaknya sibuk bermain di masa-masa ujian. Namun, Si Adek memang ajaib, hehe… Sejak semester awal dia di SLTP dengan gaya belajar seperti itu, memang dia nggak pernah meraih peringkat 1 di kelasnya, namun selalu di peringkat 2😯 Dan beberapa hari yang lalu, dari (hanya) dua puluh sekian siswa yang lulus di sekolahnya, (lagi-lagi) Si Adek menduduki peringkat 2 kelulusan di sekolahnya. Alhamdulillah…

Ki-ka: Si Adek, Si Tantenyah mereka, Si Kaka. Ehm… poto bareng kmaren di acara resepsi pernikahan keluarga, dan mereka jadi pagar ayunya🙂 Tuh… kan, saat difoto aja dia beda sama kakaknya🙂

Keluarga kami sangat bersyukur atas kelulusan Si Adek, setelah berdebar-debar menantikan pengumuman. Insya Allah nantinya dia akan memilih tuk melanjutkan ke SMA negri. Semoga dia bisa keterima di sekolah yang diinginkannya🙂 Ehm… sebenarnya waktu jaman sekolah dulu, cara belajarku saat menghadapi ujian sama dengan Si Adek, sistem kebut semalam. Namun aku nggak pernah sama sekali bisa mencapai posisi peringkat 2🙂 Berarti keponakanku yang satu ini memang lebih cerdas dari tantenyah:mrgreen:

Selamat juga ya, buat Sahabat yang memiliki anggota keluarga yang telah lulus UAN🙂

51 thoughts on “How Smart are You?

    • Spertinya bakal milis sekolah yang nggak terlalu jauh dari rumah aja🙂
      Psst… SMA plus ‘kan mahal ya😯

  1. selamat atas kelulusan keponakannya… moga-moga bisa masuk ke SMA yg diinginkannya… saya kuliah udah lama masih belum lulus2… jadi judulnya terjawab sudah…

  2. wah… ada foto anak kembar 3 …
    cakep-cakep… lagi kondangan kemana tuh..
    jangan makan kebanyakan ya…

    sedj

  3. Segala yang terjadi dalam hidup ini, adalah sebuah misteri illahi,

    (ngutip lagunya Mas Ari Lasso, hehe..)

    waah, itulah mengapa ikhtiar dan do’a itu tak dapat terpisahkan satu sama lain, sebab keduanya akan saling mempengaruhi hasil dari yang kita usahakan,

    selamat ya atas kelulusan keponakan kaka akin,

    Salam Kebal… upz salah maksudnya Salam Kenal, hehehe..

    Duta Aurora
    Di Tepian Selat Sunda

    • Dia hobi elektro, senang juga dengan akuntansi…
      Tapi ortunya lebih menyarankan masuk SMA dulu sekarang🙂

  4. Out of topic dikit ah…

    serius nih artis korea pada operasi semua???
    hiks…palsuuuuuu…

    Tapi adegan nangis nya mah gak pada palsu kan…
    suka jadi ikutan pengen nangis soalnya…hihihi…

  5. eh Kin…. zaman kita mah beda… ga sutris2 bngt soalnya keknya sistemnya jelas.. heheehe.. aq malah bangga jadi lulusan jadul neeh… (lha iya laah… mana bisa jadi lulusan zaman sekarang? aneh neh si sunplo)

  6. Terus terang, aku tidak bisa menerapkan sisitem SKS. Pasti hasilnya bakalan jeblok. Harus beberapa hari sebelumnya belajar. Ya, mau bagaimana? Sebegini inilah kemampuanku😦

  7. klo saya nggak bisa membandingkan dng hasil UAN anak saya yg kemarin ikut UAN SMP, lha wong jaman smp saya dulu belum ada UAN/Ebtanas je..😛

  8. Kadang pola belajar memang berbeda setiap orang, tapi daya tangkap dan konsentrasi walaupun berbeda tapi bukan sesuatu yang tidak bisa diupayakan menjadi lebih baik, karena karakter otak manusia akan semakin berfungsi jika semakin digunakan, sel-sel otak akan lebih cepat mati jika tak digunakan untuk berpikir

    selamat ya atas kelulusannya, walaupun saya melihat ada banyak hal dari sistem UAN yang perlu dikritisi😀

    maaf, Oyen tidak bisa sering-sering blogwalking karena kesibukan Mbak Akin, blogpun sekarang yang mengelola orang lain, Oyen hanya memberi materi postingan saja, terimakasih ya atas kunjungannya, semoga Allah memudahkan aktivitasnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s