Gawat dan Darurat

Beberapa hari ini aku meliburkan diri dari dunia per-blog-an, karena aku mengikuti pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support (BTCLS). Sebenarnya jika ingin update blog masih sempat sih, tapi perasaanku kurang tenang mengikuti pelatihan ini, agak was-was gitu. Pihak penyelenggara pelatihan ini menetapkan peraturan antara lain: keterlambatan yang ditolerir adalah 15 menit. Supaya nggak telat, sampai-sampai hampir tiap pagi aku bangunnya sebelum jam 4 sodara-sodara! Gimana nggak khawatir, dengan penuh senyuman koordinator pelatihan ini mengatakan “Silakan telat lebih dari 15 menit, tapi sertifikat dengan predikat attendance sudah menunggu…” Jyah… percuma dong ngikut pelatihan dengan menguras tabungan dan tenagaku, kalo ujung-ujungnya nggak dapat sertifikat yang bertuliskan lulus Complete.🙂

Apa sih BTCLS itu? BTCLS merupakan pelatihan yang menyediakan suatu metoda yang dapat dipercaya dalam penanganan kasus trauma dan pengetahuan dasar kepada pesertanya dengan cara-cara tertentu. Kemudian setelah ikut pelatihan, peserta diharapkan mampu menangani kasus gawat darurat berdasarkan prioritas (nyontek dari buku panduan nih🙂 ). Pelatihan ini diadakan oleh Yayasan Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118 Jakarta.

Aku merasa perlu banget ngikut pelatihan ini, karena aku kerja di puskesmas yang ada UGD-nya. Peserta lain yang tentu saja perawat juga, berasal dari berbagai daerah di Kaltim. Meskipun mereka ada yang tidak bekerja di UGD atau tempat gawat darurat lainnya, mereka tetap bersemangat mengikuti pelatihan. Senang banget rasanya bisa bertemu mereka. Apalagi aku juga bertemu dengan beberapa mahasiswaku dulu waktu aku masih kerja di akademi keperawatan. Sambil ngakak mereka bilang… “Hahaha… kita jadi sekelas juga sama dosen…” Hehehe… diriku sih nyengir aja, status kami ‘kan sudah sama aja sekarang ini, yaitu sebagai perawat:mrgreen:

Banyak hal yang diajarkan dalam pelatihan yang kuikuti ini. Mungkin Sahabat sering lihat di tv tentang adegan-adegan penyelamatan. Nah, kurang lebih seperti itulah yang diajarkan pada kami. Misalnya, apa yang akan kita lakukan bila kita menemukan pasien henti napas dan henti jantung. Perawat harus dengan sigap memutuskan akan melakukan tindakan penyelamatan, yaitu melakukan bantuan pernapasan dan pijat jantung (kompresi), namun sebelumnya perawat harus melindungi diri, minimal perawat menggunakan sarung tangan. Bantuan pernapasan ini yang sering dikenal dengan istilah “mouth to mouth”.

Peserta belajar memasang alat bantuan pernapasan, kali ini pake boneka🙂

Kalau yang ini praktek cara membawa/memindahkan pasien tanpa mencederai punggung.

Hehe… ternyata ada peserta yang wajahnya mirip Kiwil😆 Udah gitu dengan gembiranya menawarkan diri jadi pasien, dan dengan senang hati kami membalutinya:mrgreen:

-oOo-

Hari ini merupakan hari terakhir pelatihan. Hari ini hanya diisi dengan evaluasi pelatihan, meliputi test tulis dan praktek. Semua peserta resah dalam menghadapi rangkaian test ini, tak terkecuali diriku. Kalau tidak lulus test berarti tidak lulus pelatihan. Tetap akan mendapatkan sertipikat, namun hanya untuk keikutsertaannya saja (attendance), bukan untuk kelulusannya. Untung saja trainer-trainer di pelatihan ini pada baik hati dan tidak sombong (rajin menabung juga nggak ya…:mrgreen: ) sehingga bagi yang tidak lulus di tahap pertama, dapat kesempatan untuk remedial.

Alhamdulillah, diriku lulus tanpa melewati remedial🙂 Makasih banget buat mbak-mbak dan mas-mas dari AGD 118 yang udah memberi materi dan pelatihan beberapa hari ini. Insya Allah ilmu yang di-share bakalan sangat bermanfaat dalam bekerja.

Mas Agung

Mbak Ina

Mas Syukri & Mas Helmi

Luv you all:mrgreen:

*****

Inilah beberapa wajah yang berbahagia, karena telah berhasil melewati pelatihan ini dengan utuh, tanpa kurang suatu apapun… (mungkin cuma kurang duit ya:mrgreen: ) Gambar nyolong dari FB teman.

39 thoughts on “Gawat dan Darurat

  1. Pantesan ada yang ilaannngg
    ternyata Akin lagi sibuk pelatihan.

    Akin dikirim sama puskes atau biaya sendiri?
    kaya’nya di Bukittinggi belum ada deh pelatihan ini
    masih harus ke jkt dan itupun biaya sendiri.

    salut!

    • Kmaren2 mesti tidur cepat supaya bisa bangun pagi:mrgreen:
      Saya sih pake biaya sendiri, Bundo. Tapi ada teman yang dari puskesmas lain dibiayai puskesmas, katanya sih ada di anggaran.
      Katanya sih, kalo mau ngadain pelatihan di suatu daerah, undang aja pihak AGD 118-nya🙂

  2. (maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
    Kedahuluan Bundo….
    (Hari ini Bundo rajin banget)
    Berarti sekarang tambah mantab meskipun menghadapi situasi emergency, donk…

  3. Pantesan kin gak kelihatan beberapa hari. Rupanya ada yang Gawat dan Darurat. Pasti setelah ini bisa tersenyum deh. Karena dapat sertifikat dengan prediket complete. Selamat yag

  4. Menurut mbak, apakah pelatihan semacam ini harus berlatar belakang pendidikan kesehatan? Karena dari artikel yang saya baca diatas, sepertinya bagus juga pelatihan pertolongan pertama ini diikuti oleh orang awam seperti saya. Minimal bisa diterapkan dilingkungan keluarga terdekat

    • Kalau BTCLS khusus untuk yang punya basic keperawatan.
      Kalau untuk umum, ada lagi jenis pelatihannya. Yang diajarkan mulai dari dasar banget, seperti anatomi, cara mengukur tekanan darah dll. Yang ngadain yayasan AGD 118 juga…

    • Itu tuh, critanya dia pasien post trauma dengan banyak luka disana sini. Jadinya dipasangin pengaman kepala, supaya kepalanya nggak gerak2, karena khawatirnya tulang lehernya cedera juga🙂

  5. pelatihan yang sangat bermanfaat untuk menunjang pekerjaan
    sayang sekali harus dengan biaya sendiri yaa
    artinya harus dibuat dalam perencanaan anggaran ya Kak..
    biar tahun depan bisa mengirim peserta ke pelatihan

    harus bangun jam 4…selalunya begitu
    klo ibu yang pergi gak cuma keperluan makan, minum, pakaian untuk keluarga yg dipikirin
    sampah didapur juga dipikirin
    gitu kan kak…?

  6. hmmmm… pantesaaaan… aku kehilangan kaka akin…😦
    hehe… tapi doi rupanya sedang mengemban tugas keilmuan dan kemanusiaan … semoga barakah ya Kin… aamiin

  7. smoga ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat…
    berkah ilmunya, sebuah kehidupan terselamatkan,,

    semangat!! do the best..
    salam,🙂

  8. kalo boleh tau kemaren biayanya om?
    ane mau ikut tapi disini mahal banget 2,6 juta.
    itu pun cuma dpt pelatihan BTCLS doank, sertifikat ama makan ditanggung.
    kalo utk transport & penginapan nggak….
    kalo di tempat lain ane liat juga mahal 2,5 juta tapi BTCLS+EKG om….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s