Belajarlah Dari Kejadian Ini

Laila adalah salah seorang sahabatku yang rumahnya di depan rumahku. Kami sama-sama perawat, tapi bukannya nyontek loh.  Tempat sekolahnya aja beda. Karena kami bertetangga, saling kunjung kerap kami lakukan.

Saat kami masih remaja, suatu hari Laila datang ke rumahku. Saat itu salah seorang kakakku bersama istri dan seorang anaknya, masih tinggal di rumah orang tuaku. Saling bercanda merupakan hal yang biasa terjadi antara aku dan sahabatku serta saudara-saudaraku. Aku dan Laila bercengkerama di ruang tamu, sementara kakakku yang tampak berpakaian rapi mondar-mandir ke ruang tamu kemudian balik lagi ke dalam.

Melihat kebingngan kakakku aku bertanya,

“Nyari apa, Kak?”

“Kunci motor, perasaan tadi narohnya di meja telpon, tapi kok nggak ada…” sahut kakakku sambil meraba-raba saku celananya. Kucoba memeriksa kembali meja telpon, benar saja, tak kutemukan kunci motor kakakku.

Sekian lama kami mecari ke beberapa titik yang memungkinkan, di atas tipi, di lemari, meja tamu dll. Anggota keluarga yang lainpun turut mencari, namun hasilnya nihil. Kakakku mulai putus asa, karena serepnya juga nggak punya. Tiba-tiba/ujug-ujug/suddenly sahabatku, Si Laila tersenyum padaku.

“Hehehe… ini kuncinya. Tadi kusembunyikan…”Laila memberi kunci motor itu padaku, aku bersyukur karena kunci itu ternyata nggak hilang. Ah, iseng banget nih Laila, pikirku.

Aku berjalan menuju kakakku yang sedang merasa pusing di kamarnya.

“Kak, ini kuncinya. Nggak hilang kok, cuma tadi disembunyikan Laila…”kataku sambil menyerahkan kunci motor ke kakakku, lalu kutinggalkan kakakku yang tidak bersuara.

Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar dibanting dengan kerasnya.

Brraaakkk!!!

Rumahku bergetar. Seisi rumah kaget, kami berlari menuju sumber suara. Kulihat daun pintu kamar kakakku sampai terlepas  engselnya. Memang rumah kami hanya terbuat dari kayu, dan daun pintu itu terbuat dari plywood tebal. Namun pintu sampai terlepas seperti itu menandakan yang membantingnya penuh amarah, meski tanpa kata-kata.

Aku terdiam, rupanya kakakku sangat marah gara-gara Laila menyembunyikan kunci motornya saat ia sedang bergegas pergi ke suatu tempat. Terlebih lagi sahabatku itu anteng-anteng saja saat seisi rumah sibuk mencari kunci motor. Aku tersadar, ternyata perbuatan iseng sahabatku berakibat seperti ini. Kakakku marah dan melampiaskannya ke pintu. Mungkin seandainya sahabatku itu seorang laki-laki, bisa jadi kakakku telah menghajarnya.😦

Kupandangi wajah sahabatku, ternyata ia jadi pucat pasi dan membisu atas kejadian itu. Sejak saat itu, Laila sangat jarang datang ke rumahku. Sepertinya ia cenderung takut pada kakakku. Bahkan setelah kakakku pindah, Laila berkunjung hanya saat lebaran saja. Entah apakah kakakku dan Laila pernah bertegur sapa setelah kejadian itu, aku nggak tahu.

*****

Sejak kejadian itu (insya Allah) aku nggak pernah mengerjai orang lain. Apalagi seperti yang dilakukan Laila. Kita juga nggak tahu bagaimana mood orang yang dikerjai. Kupikir menjadi korban keisengan itu sangatlah membikin emosi, menyedihkan, menyakitkan hati, bikin dongkol dan perasaan tidak nyaman lainnya. Aku pernah mengalaminya, karena aku tidak bisa marah, jadinya aku memilih menangis😥

Di tempat kerjaku beberapa teman sering iseng menyembunyikan kunci motor teman yang lain, selang beberapa waktu baru kemudian diberikan. Mereka tidak memikirkan bagaimana dampak tindakan mereka. Jika misalnya kemudian teman yang dikerjai itu membawa kesal di hatinya karena telah pusing mencari kemana-mana, kemudian tidak konsen saat berkendaraan, bisa-bisa terjadi kecelakaan deh😦

Masih mending jika dikerjai untuk memberikan sesuatu yang positif, misalnya dikerjai untuk kemudian diberi uang 1 milyar, mungkin masih pantas:mrgreen:

Apakah Sahabat pernah diisengi teman? Atau mungkin Sahabat yang malah mengisengi orang lain?? Please… Think it over… Coba posisikan diri sebagai korban deh. Pikirkan lagi tindakan Sahabat. Karena kita nggak bakal bisa menduga apa yang akan terjadi nantinya…

_________________________

Tulisan ini kuikutkan pada acara Very Iseng Person [VIP] di Jelita.

58 thoughts on “Belajarlah Dari Kejadian Ini

  1. jika mau berbuat iseng mmg disarankan cek dulu suasana hati org yg mau diisengin. saya sih bbrp kali iseng, spt pencet extension telp teman, begitu diangkat saya tutup. tp, suatu ketika saya pun kena karmanya.
    klo nggak terlalu akrab, manalah berani saya berbuat iseng?😀

  2. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Betul yang disampaikan Pak GusKar…, sering kali keisengan yang dilakukan pada saat yang tidak tepat membawa dampak yang sangat besar dan diluar dugaan semula.

  3. memang gak enak kalo dikerjain,,, tetapi ditempat kerja saya dulus ering saling mengerjai,,, tetapi lihat kondisi keperluan untuk dikerjai… jadi fair-fair ajah gitu…

    Salam sahabat dari Balikpapan…

  4. hmm…
    memang ada saatnya orang senang dijahilin…
    kadang juga ada yang ga seneng..
    apalagi orangya moody…
    yah itulah….maksud bercanda,tp yang lain tak menerima..
    semoga ada hikmahnya dari kejadian ini…

    salam kenal ya…:)
    jangan lupa mampir ke blog aku..:)

  5. Haa, kutu pernah ngalamin kejadian yang persis sama dengan kakaknya mbak. Kutu lagi buru2 pulang kantor mau ngajar … ehh, dah sampe motor tiba2 nyari2 kunci gak ketemu. Emang sih dasarnya kutu pelupa, tapi perasaan dari tadi kuncinya kutu pegang …

    Walhasil kutu panik, nelpon om tante yang megang kunci serepnya, gini gitu … ehh, tahunya diumpetin sama temen kantor kutu, cewek pula. Pengen marah gak bisa, ngajar udah telat (ilang lg tuh duit 100rb), akhirnya cuma bisa mendem aja dalam hati, n berjanji gak akan ngerjain orang kayak gt, fufufu

  6. Sahabat Sejati…
    Telah ada 83 komentar pada Kuis Sahabat Sejati, termasuk darimu…
    Terima kasih atas partisipasinya, Sahabat Sejati
    Semata itu semua untuk menjalin persahabatan antara kita
    Semoga berkenan untuk selalu menjadi Sahabat Sejati
    Salam sukses dan terima kasih…

    sedjatee
    http://sedjatee.wordpress.com

  7. fety belum pernah mengalami kejadian seperti ini mbak. juga belum pernah mengerjain orang seperti ini. Tapi, benar kata mbak akin. yuk berfikir dulu sebelum bertindak🙂

  8. namanya aja iseng,pasti gak ada gunanya kan??

    segala perbuatan tergantung niatnya kok. kalo kita iseng berarti kita juga siap diisengin orang lain,ataupun Tuhan ‘iseng’ sama kita😀

  9. hanya saja yg d sayangkan, marahnya kenapa d dengarkan laila,… yach,… orang itu timbal balik, pernah ngerjain y pernah d kerjain🙂 salam kenal

  10. hehhe iya
    segla sesuatu harus dilakukan dengan hati hati
    agar tidak menyesal dan terjadi hal hal yang tidak diinginkan

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    makasih😀

  11. kadang saya juga lagi jengkel suka kayak gitu, akhirnya item2 di rumah yang jadi korban, Ngemeng2,,, kasian juga si laelanya, jadi ciut😀

  12. waaahh…pasti kakaknya mba benar2 kesal tuh dgn kejadian itu..
    kalau saya beraninya ngerjain temen sendiri, ga berani kalau ngerjain saudara dr temen saya..😀
    he..he…karena kalau temen sendiri udah kebayang reaksinya bakalan spt apa..nah..kalau sodaranya temen, ngga tau deh reaksi tak terduganya spt apa. contohnya spt kakak mba ini..😀

  13. hmm sedih juga klo ternyata iseng yg niatnya untuk lucu-lucuan malah membuat suasana dan persaudaran jadi kurang nyaman.

    mesti lihat waktu, tempat dan mood orang sebelum niat ngisengin🙂

    tapi kami pernah, satu kantor ngerjain Bapak Direktur, padahal waktu itu beliau baru saja pulang dari perjalanan jauh dan kurang sehat… mau marah tapi beliau juga gembira mendapat surprise party dari kami

    saya sempat nyesal *dikiiit hihi waktu beliau bilang…untuk saya tadi ga sampai pingsan gara2 drama pura2 yg kami buat

    Kakak…link udah saya pasang .. 🙂

  14. Iseng kalo lagi ada yang ulang tahun aja.
    Kalo sembunyiin kunci motor gak lah. Tapi kalo HP iya. Kadang hanya menyelamatkan, biar doinya gak ceroboh lagi, daripada diambil orang.🙂

  15. aq ga suka ma yg namanya iseng mengisengi Kin… secara aq sendiri ga mau diisengi ma org alin, so aq ga mau juga ngisengin org lain…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s