Pada Sebuah Jendela (Pizza Hut)

Di dekat jendela ini aku duduk, memandang keluar ke jalan raya yang tidak terlalu padat. Berbeda dengan seorang wanita di ladang jiwa yang melihat keluar jendela di kala hujan, aku melihat keluar jendela sambil menunggu pesananku datang. Yah…Setelah nonton drama Korea berjudul ‘PASTA’ mendadak aku pengen makan pasta. Akhirnya disinilah aku sekarang, di PH (Pizza Hut) menunggu pesanan sambil online.

Aktifitas blogwalking-ku kurasakan sangat kurang akhir-akhir ini. Selain karena sibuk dan panik mengurus kakaakindotinfo, lemotnya koneksi internetku juga bikin bete. Mohon maaf pada Sahabat ya, karena blognya belum kukunjungi, padahal dari beberapa blog yang ku-subscribe lewat email menunjukkan postingan sahabat sangat menarik.

Berita terbaru tentang Pak Ridwan, dosenku yang terserang tetanus adalah akhirnya kemarin sore beliau berpulang ke Rahmatullah setelah beberapa hari dirawat di ruang ICU RSU AWS.  Insya Allah inilah jalan terbaik yang dipilihkan Allah Ta’ala untuk beliau, karena kondisi beliau yang selalu kejang bila dosis penenangnya dikurangi. Kemarin sore juga aku langsung ke rumah duka. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah Ta’ala dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan… Amiin…

Hmm…  Sekarang pesananku sudah datang. Pasta yang kuinginkan : Spageti Sapi. Aku makan dulu ya…:mrgreen:

34 thoughts on “Pada Sebuah Jendela (Pizza Hut)

  1. turut berduka atas berpulangnya Pak Ridwan. kejutan lagi buat saya, tetanus ternyata bisa berakibat fatal.

    selamat menikmati pizzamu, Kin! disantap hangat2 lbh nikmat🙂

    • Tetanus memang bahaya banget, Pak…
      Bisa ditanyakan pada Pak Jason Mars yang pernah mengalaminya, alhamdulillah beliau bisa selamat🙂
      Kyaine tau aja nih, saya mesan pizza juga, padahal di fotonya cuma spageti doang:mrgreen:

  2. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Turut berduka cita atas meninggalnya Pak Ridawan.
    Blog barunya makin mantab, kemarin sudah dari sana dan ninggalin sedikit oret-oretan.
    Sukses selalu

  3. ikut berduka atas kepergian beliau, semoga dilapangkan jalannya. Amin..

    btw, akin jauh lebih beruntung dibanding perempuan ladang jiwa itu, soale di jendelanya ia engga bisa mesen spageti.

    Selamat menikmati…!😀

    • Makasih ya, Bundo…🙂
      Hmmm, sperti biasa, setelah makan di PH saya akan merasa sangat kenyang
      (gimana nggak, paket berdua saya habiskan sendiri! dalam waktu 2 jam):mrgreen:

  4. Orang-orang yang ada di ladang perkampungan nan jauh disana bahkan mungkin tidak pernah melihat ataupun merasakan pizza.. Turut berduka cita atas meninggalx pak ridwan smg bisa diterima di Sisi-Nya. Amiiin

  5. innalillahi wa innalillahi rajiun..
    moga segala amal perbuatan pak ridwan diterima disisiNya ya mbak..

    oh sil mau tanya mbak, samarinda masuk kalimantan timur kan??pengen nanya banyak tentang kaltim mbak..
    ntar deh dibelakang

  6. Jadi inget waktu senang baca buku Lima Sekawannya Enid Blyton, apa yang dimakan oleh tokoh-tokoh ceritanya,saya juga jadi ikut meraciknya karena pengen nyobain..hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s