Asam Tempayang

Beberapa hari yang lalu temanku baru pulang dari Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Bila sedang musim buah, di daerah ini akan banjir buah-buahan, antara lain durian, elai dan cempedak. Selain buah yang sudah familiar, ada juga buah hutan yang merupakan buah khas Kalimantan. Alhamdulillah, kemarin aku diberi oleh-oleh buah ihau (buah ini pernah kutulis disini) sekresek gede dan sebiji buah asam tempayang.

Asam tempayang ini oleh warga sekitar biasanya disebut buah asam. Kulitnya agak kasar, berwarna kusam kecoklatan (gimana tuh warnanya 🙂 ). Buah ini wangi seperti kuweni, tapi serat-seratnya jauh lebih kasar. Kulit buah harus diiris agak tebal untuk menghindari getah yang terdapat di kulitnya, jika tidak bibir akan bengkak akibat getahnya. Seperti sekarang… Bibirku jadi kering dan agak pecah-pecah setelah makan buah asam ini 2 hari yang lalu, padahal kurasa aku sudah mengupas kulitnya tebal-tebal. Hmm… madu nggak ada, lip balm-pun tak punya untuk mengolesi bibir supaya tidak terlalu kering… Jadinya pasrah deh, senyum nggak usah lebar-lebar, karena agak terasa nyeri 😦 Continue reading