Puding Roti : Sebuah Penyelamatan

Kemarin sore saat aku pulang kerja aku ke dapur (maklum, perut lapar🙂 ). Memandang 3 buah roti burger di atas meja makan, aku jadi berpikir bisa diapain nih roti? Namun saat kupandang expire datenya ternyata tertanggal 2 hari yang lalu bho(18/2)!! Kucoba mencium baunya, apakah tengik atau tidak. Alhamdulillah (kira-kira) masih just fine:mrgreen: Tanteku memang sering membeli roti burger, bukan untuk dibikin burger, tapi dimakan begitu saja atau ditemani secangkir teh. Tante/omku lebih menyukai rasanya yang plain🙂 Namun mengapa sampai sekian hari roti ini masih nyisa ya??

Daripada mubazir, aku bertekad tuk menyelamatkan roti itu agar dapat dimakan oleh seisi rumah. Soalnya, bila roti ini tak habis, sudah jelas siapa yang akan mendapatkannya kelak… yaitu si Jago dan kawan-kawan di samping rumah🙂

Teringat aku suatu resep yang dulu pernah kubaca dari tabloid, yaitu resep “PUDING ROTI”. Aku mengambil cara ringkas yang seingatku  saja, sesuai dengan bahan dan peralatan yang ada di dapur. Siap beraksi!!!

Bahan-bahan :

Roti sisa yang mesti diselamatkan, bisa roti apa saja🙂

Susu cair ± 500 cc, (karena yang ada di rumah cuma susu kental manis, jadinya susu ini kutambahkan air)

Gula pasir ± 3 sdm atau sesuai selera (bila memakai susu kental manis, nggak perlu tambah gula lagi)

Telur ayam 3 butir

Seandainya punya keju parut, bakalan lebih enak lagi. Sayang aku nggak punya😦

Cara membuat (step by step) :

Iris-iris melintang roti, kemudian susun di loyang yang telah diolesi margarin. Di tempat lain, campurkan susu, gula dan telur yang dikocok lepas.

Ini nih roti yang kuiris-iris

Susun di loyang, kemudian siram dengan campuran susu, sambil agak ditekan-tekan hingga meresap. Taburkan keju parut (kalo punya). Siap dipanggang🙂

Fakta-fakta : (whoa… ada fakta-fakta juga???)

  • Di rumah tanteku nggak punya oven! Karena oven tanteku dulu karatan, jadinya dihibahkan ke anggota keluarga lain yang bersedia mereparasinya🙂
  • Aku menggunakan wajan teflon untuk memanggangnya (kelihatan ‘kan kalo gambar diatas adalah wajan, bukan loyang beneran:mrgreen:
  • Kugunakan api keciiiil aja saat memanggang, takut gosong😛 Perlahan-lahan puding roti ini akan matang.

So, hasilnya jadi seperti ini, tarraaaa….

Inilah puding roti kreasiku, seandainya ada taburan keju parutnya…😦 Tapi, kalo sahabat pengen tampilan yang lebih cantik, bila tak ada keju, bisa juga ditaburi gula halus. Pasti lebih siiip🙂 Tapi sayang, aku nggak punya gula halus jugaa😥

Bagaimana dengan rasanya? Hmm… tentu saja maknyuss🙂 Nggak kalah enak sama puding roti yang dijual di toko. Dengan resep yang seadanya, sahabat sudah bisa membuat puding roti rumahan, serta menghindari pemubaziran terjadi🙂

_______________________

PS: Kalo pengen belajar tindakan penyelamatan lebih lanjut, Mbak Sunflo-lah ahlinya. Telah terbukti dia mampu melakukan mission impossible di bidang kuliner:mrgreen:

41 thoughts on “Puding Roti : Sebuah Penyelamatan

  1. kayaknya Oyen cuman bisa mbayangin aja deh…dulu di kostan juga sering sama temen-temen manggang roti aja di oles mentega pake gula di wajan teflon, trus dimakan rame2…

  2. hahaha…😆
    akin mantaabbzz dech… kek aq tipenya… ga suka ribet, manfaatin apa aja yg ada di rumah… tiada rotan rafiapun jadi gtu kaliii…
    sip…sip… kalau dikeringin, tuh roti bisa jadi tepung panir juga ya Kin… sip markosip top markotop… b*.^

  3. aku juga punya tips simpLe untuk serangan Laper d maLam hari (maklum, puLang kerjanya sLLu mLm..)
    biasanya buka kuLkas, ambiL sebutir teLur (kadang dua), panaskan wajan + minyak, trus masukan teLur, + sedikit garam.
    “Tara….” jd deh teLur cepLok…
    dimakan sm nasi hangat + cocoLan kecap / sauce…
    hihihi..:mrgreen:
    simpLe kan kin..
    siLahkan dicoba…😉

  4. sebuah misi penyelamatan yg sukses Kin🙂
    sepertinya bisa dilakukan di wilayah darurat bencana alam tuh, praktis dan simpel. pengungsi jgn hanya diberi mie instan mulu🙂

  5. tulisan begini bakal rame di bulan puasa…
    kapan-kapan kirim kreasi dapurnya donk, jangan kirim PR aja…
    hehehe… salam sukses…

    sedj

    • Wah… kok nggak enak makan? Bisa tambah kurus loh kalo kurang makan🙂
      Silakan memandang puding rotiku deh, tuk jadi appetizernya🙂

  6. Selamat ya roti sekarang kau sudah berubah menjadi puding yang lebih cantik.. berterimakasihlah kau kepada Kaka Akin yang telah mendandanimu begitu rupa, ya.

    Enak sekali keliatannya, Kin. Berhasil kau meningkatkan rasa plain roti jadi lebih menggoda. Terimakasih sudah berbagi ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s