Sebuah Surat Untuk Putri Mungilku

Pengantar :

Akhirnya aku menyadari bahwa aku sulit bertutur romantis apalagi menulis hal-hal romatis, hehe… Pengen ikutan nulis surat cinta, nggak bisa-bisa. Aku ingat dulu waktu masih rame-ramenya sahabat pena, aku dikirimi sebuah buku tulis kecil dari sahabat penaku yang isinya puisi rayuan pulau kelapa semua. Padahal surat-suratannya udah lama. Hmm… langsung kuputuskan saja persahabatanku dengannya🙂

Inspirasi menulis surat cinta sudah beberapa hari kunanti, namun tak kunjung datang. Sudah bolak balik memandang si Jago… (loh, apa hubungannya😛 ), keluar masuk WC… (emang lagi agak mules, karena terlalu, sungguh terlalu banyak makan buah😛 ). Akhirnya aku memutuskan menyerah. Aku bongkar-bongkar postingan lama aja, yang kuanggap layak dikatakan surat cinta, walaupun maksa:mrgreen:

Sahabat mungkin sudah pernah membaca postinganku yang dulu itu. Sebuah tulisan… yang kutulis dalam rangka meresapi perasaan Bu Yaminah, pasien yang dulu sedang menjalani rawat inap di puskesmasku, seorang ibu yang baru beberapa pekan melahirkan putri mungilnya.

_____________________________________

Sebuah Surat Untuk Putri Mungilku

Nak…

Maafkan ibu yang tak ada di sisimu kini

Sesungguhnya ibu sangat merindukanmu

Senyumanmu yang merekah dikala ibu menatapmu sayang

Pipimu yang memerah hingga membuat orang lain gemas

Jari-jari mungilmu…

Ya, jari-jari mungilmu yang menggenggam erat jari ibu

Seolah-olah kau takut ibu pergi meninggalkanmu

Maafkan ibu…

Kini ibu tak di sampingmu

Ah, payudara ibu terasa berat dan penuh

Ibu tau kau kini sangat merindukan ibu

Karena ibu juga tengah merindukanmu

Kau sedang menangis menginginkan air susu dari ibumu

Namun sayang, ibu tak bisa memberinya

Ibu berharap susu lain bisa mengobati dahagamu

Ah, kini ibu sulit tuk memejamkan mata

Sesungguhnya ruangan ini lebih indah dari kamar kita

Sesungguhnya kasur ini lebih empuk dari kasur kita

Namun tiada kau disisi ibu

Namun aroma sucimu tidak menghiasi penciuman ibu

Betapa sulitnya memejamkan mata ini

Ah, kini hati ibu sedang gelisah

Ibu merasa kini kau sedang berhias tangis

Menanti hangatnya dekapan ibu memeluk erat

Menginginkan tuk tertidur di empuknya dada ibu

Maafkan ibu yang tak dapat menyamankanmu

Berharap eyang dapat memberimu kehangatan

Putri mungilku…

Tunggulah sebentar lagi

Insya Allah beberapa hari lagi ibu akan sembuh

Demam ini masih menghampiri ibu

Ibu harap kau belajar bersabar sejak sekarang

Hingga kelak kau besar dapat menjadi muslimah yang tangguh

Putri mungilku…

Ibu sangat merindukanmu

_____________________________

Ditulis ulang dalam rangka meramaikan acara BERBAGI CINTA, yang diadakan oleh Idana dan Julie.

55 thoughts on “Sebuah Surat Untuk Putri Mungilku

    • Bener banget, saat itu ibu ini sebenarnya nggak ingin dirawat karena enggan meninggalkan putrinya, namun kondisinya emang sudah lemah, jadi harus dirawat…

    • Itulah kelemahanku, tak mampu atau tepatnya tidak memiliki perbendaharaan kata-kata indah untuk mengungkapkan sesuatu🙂
      Jadinya apa adanya saja…:mrgreen:

  1. Salam Takzim
    Menyingkap pagi, untuk mencari rezeki, sukses untuk sahabat-sahabat ku yang terkasih, salut kepada sahabatku yang satu ini selalu hadir dalam menyemarakkan acara sahabat siapapun ia
    Salam Takzim Batavusqu

  2. ‘Menginginkan tuk tertidur diempuknya dada ibu’
    Aku sedang membayangkan betapa nyaman dan lelepnya tertidur disana…
    karena aku hanya merasakan meminum susu sapi dalam dekapan pembantu he he…

    • Memang sangat nyaman tertidur di dada ibu…
      Buktinya banyak anak kecil yang langsung tertidur di pelukan ibunya…
      Gimana kalo lain kali saat Mas Oce mengunjungi ibu di rumahnya, coba rasakan kehangatan tertidur di empuknya dada beliau…
      Insya Allah terasa kehangatan itu…🙂

  3. 😆😆😆😆😆

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s