Mencicipi Buah Import

Lagi-lagi tergoda oleh Mbak Sunflo! Itu tuh, tentang buah import. Beberapa hari yang lalu aku berbelanja di supermarket, sudah menjadi tugasku untuk membeli keperluan bulanan rumah tanteku di awal bulan. Ngelirik dikit ke arah jejeran buah import, masih penasaran aja… Meskipun harganya relatif lebih mahal, karena merasa dompet masih tebal di awal bulan ini, jadinya nekat beli… meskipun cuma sedikit🙂

Jeruk mungil-mungil ini favorit tanteku. Beliau selalu pesan, bila aku ke supermarket. Jeruk shantang ini memang sedang mewarnai kota, apalagi menjelang perayaan Imlek.

Ini dia yang kubeli. Black Plum, cukup 2 biji aja… namanya juga nyicip😛

Sekalian deh Red plum-nya, 2 biji juga… hehehe… Sebenarnya pengen nyobain buah Paech, tapi peach yang ada sudah kisut-kisut, tapi tetap nggak di-sale😦.

Gini nih penampakan buah plum yang kubelah🙂 Setelah dibelah kok ya sama aja warnanya red plum dan black plum?? Aku hanya bisa membedakannya dari stiker yang masih tertempel di kulit buah. Gimana dengan rasanya? Hmm… manis-manis kecut, lumayan segar lah…🙂 Lagi-lagi rasa keduanya sama! Apa bedanya dong?

*****

Sibuk-sibuk dengan buah import, apakah aku melupakan buah lokal? Oh, tentu tidak… Musim buah tahun ini memang agak panjang rupanya. Buktinya buah musiman masih saja membanjiri kota Samarinda dan tentu saja masih ada buah yang membanjiri rumahku…🙂

Buah yang masih menanti tuk dimakan… Buah Elai dan sekresek manggis🙂 Maaf ya, sementara lagi-lagi cuma bisa membagi lewat gambar:mrgreen:

24 thoughts on “Mencicipi Buah Import

  1. black n red plum keknya sama kin, itu plum eropa ya. malah enakan yg oriental, lebih manis…
    huh!! lagi2 durian…😦 aq hanya bisa memandangi di sini…😥

  2. Salam Takzim
    Memang paling enak jadi wanita, kalau belanja pasti bisa milih ini milih itu dan bisa nyicip 1 atau 2 buah dengan rasa baru, sampai rumah ga kebagian deh orang pria dirumah, sedih sedih hua hua😦
    Salam Takzim Batavusqu

  3. plum, buah yang hanya sekali kumakan ketika waktu SD. itu pun hanyasecuil dikasih temen. Sekarang saya tidak bisa menemukan buah itu lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s