Rhinitis

Beberapa hari yang lalu aku mengalami kejadian yang menggelikan. Menggelikan maksudnya membikin geli hidungku dan menyebabkan bersin-bersin. Saat itu aku sedang menghadiri pengajian di ruang tamu rumah uztazah, rupanya di dapur sedang ada yang menggoreng cabe atau bumbu pedas yang aromanya menyengat kemana-mana. Alhasil kami yang berada di ruangan itu jadinya meler dan bersin-bersin. Untungnya konsentrasi tetap terjaga dalam memperhatikan bahasan dan aku hanya sekali dua kali bersin. Namun akhwat yang duduk di sampingku malahan bersin berkali-kali hingga akhir acara😦

Yang kami alami diatas disebut juga Rhinitis. Rhinitis adalah istilah medis yang menjelaskan iritasi dan peradangan dari beberapa area internal hidung. Gejala utama rhinitis adalah hidung berair. Hal ini disebabkan oleh peradangan kronis atau akut dari membran mukosa hidung karena virus, bakteri atau iritasi. Akibat dari peradangan dalam jumlah berlebihan akan menimbulkan lendir, biasanya menyebabkan pilek, bersin, hidung tersumbat dan post-nasal drip.

Ehm… mari kita melakukan terjemahan bebas untuk “post-nasal drip” dalam bahasa Inggris. Post artinya pos, nasal artinya sengau, drip artinya menetes. Kalau kita gabungkan menjadi ” menetes sengau di pos”… *gedubrakkk* hehehe…:mrgreen: gini nih kalo menerjemahkan kata perkata dengan menggunakan google translator, tanpa mempertimbangkan kesesuaian bahasa. Istilah yang digunakan pada bidang kesehatan memang cenderung berbeda dengan bidang yang lain, karena pengaruh bahasa Yunani sebagai akar dari istilah-istilah tersebut. Post merupakan singkatan dari posterior yang artinya “belakang”, nasal artinya hidung (mirip bahasa Inggris ya). Jadi “post nasal drip” artinya adalah tetesan di belakang hidung. Batuk merupakan respon alami untuk membersihkan tenggorokan dari “post-nasal drip” ini.

Saat pilek sering kali kita alami post-nasal drip, karena adanya peradangan pada daerah dibelakang hidung, sehingga mengeluarkan cairan yang kemudian menetes ke rongga mulut bagian belakang. Seringnya kita merasa terganggu dengan tetesan ini, sehingga dengan segera menelannya. Gleg…gleg… Ayo…gimana tuh rasanya… Pilih ditelan, atau dibatukkan???:mrgreen:

Back to the topic. Terdapat 3 (tiga) tipe Rhinitis , yaitu :

1. Rhinitis Infeksi. Biasanya disebabkan oleh infeksi virus akut. Ini yang sering kita alami dan disebut flu ringan (common cold). Gejalanya terdiri dari pilek, bersin, hidung mampet, post-nasal drip, batuk, dan demam ringan. Kebuntuan dapat dihilangkan dengan dekongestan. Penggunaan antibiotik tidak akan bermanfaat pada rhinitis akut ini.

2. Rhinitis Non-Alergika. Penyebabnya antara lain : asap, bau, perubahan cuaca dan irritan lainnya. Termasuk dalam jenis ini adalah polip hidung. Penanganannya antara lain dengan cara menghindari penyebabnya, pengobatan dan mungkin juga pembedahan (misalnya pada polip hidung).

3. Rhinitis Alergika. Penyebabnya adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap rangsangan dari lingkungan. Yang paling umum adalah debu, jamur, serbuk sari, rumput, pohon, dan hewan. Gejalanya antara lain gatal, bersin, pilek, hidung tersumbat, serta mata berair dan gatal. Seorang dokter dapat mendiagnosa rhinitis alergi berdasarkan riwayat seseorang. Sering kali, orang yang mempunyai riwayat alergi dalam keluarga. Pencegahan utama untuk rhinitis alergika ini adalah menghindari sumber alerginya, namun terkadang hal ini sulit dilakukan. Mungkin diperlukan pengobatan, yang terdiri dari anti alergi dan kortikosteroid. Antibiotik tidak dapat membantu dalam rhinitis alergika ini.

Adek sepupuku menderita rhinitis alergika ini. Biasanya setiap pagi dan malam atau saat terpapar debu, ia akan bersin sebersin-bersinnya (maksudnya gimana tuh??🙂 ), hidung berair serta mata gatal dan berair.

Bagaimana dengan sahabat, apakah pernah menderita rinitis?? Atau malah sekarang lagi filek, hidung mamfet dan kefala terasa berfutar-futar???:mrgreen::mrgreen::mrgreen:

Sumber :

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Rhinitis
  2. http://www.merck.com/mmhe/sec19/ch221/ch221g.html
  3. http://www.acaai.org/public/advice/rhin.htm

26 thoughts on “Rhinitis

  1. hmmm, di musim dingin ini hidungku selalu meler saat berada di luar ruangan. itu artinya Rhinitis non alergika ya? kalau dinginnya terlalu, sampai mataku pedas dan berair😦

  2. sering juga ngalamin bersin-bersin kalau di dapur ada yang lagi osreng-osreng, tapi engga keterusan.

    sekarang saya jadi tahu tentang ‘menetes sengau di pos (kamling)’🙂.

    Btw, postingan ini engga sekalian ngebahas flu burung ya?

  3. waah…. sekarang aq punya gaya baru dg masalah hidung kin, kalo habis makan, kenapa hidungku berair yaa?? apa karena aroma masakan yg spicy or krn udara dingin di saudi??

  4. anggota keluargaku ada yang pilek…meler gitu hampir setiap hari, sudah di obati banyak obat dan dokter, tak kunjung sembuh juga. kalau pilek tahunan gitu….masuk dalam ketegori yang mana ya….

  5. Bersin2 kayaknya merupakan penyakit yang biasa kita temui bila ada perubahan musim, menciumi bau masakan yang sangat menyengat..selama itu berlangsung tidak lama sih tidak masalah, tapi bila sudah lama nah itu perlu berobat deh ke dokter,😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s