Musim Buah 2

Sore ini saat aku sedang menyusuri salah satu ruas jalan di kotaku tercinta Samarinda, banyak kulihat tukang buah dadakan. Musim buah kali ini memang terasa berbeda dari musim buah tahun lalu, banjir buahnya itu loh…nggak mau kalah dengan banjir-banjir yang sedang terjadi di beberapa daerah di Indonesia… *lebay*🙂

Kemaren-kemaren sudah lumayan puas aku makan durian, dan tadi malam juga sudah beli (lagi) buah elai dari rekan kerjaku di Puskesmas. Hari ini aku pengen nyari buah-buahan yang nggak kalah eksotisnya. Buah-buahan ini cenderung hanya ada di pasar lokal, dan jumlahnya juga  tidak terlalu banyak. Mumpung lagi musim buah nih, berjejer dulu deh buah-buahan yang tadi kutemui di pinggir jalan, selain buah-buahan yang ada di postinganku sebelumnya. Cekidot…🙂

1. Buah Wanyi

Buah ini sangat kusukai. Daging buahnya yang berwarna putih, dengan tekstur seperti mangga namun dengan tambahan rasa milky yang manis. Aromanya wangi. Bentuk buahnya lonjong dengan besar yang kurang lebih buah mangga atau lebih besar lagi. Dulu di depan SD-ku ada hutan kecil yang mungkin merupakan kebun buah milik seseorang. Kebun tersebut berisi aneka pohon, termasuk durian dan pohon wanyi ini. Pohon wanyi sangat tinggi dan besar, hingga memerlukan paling tidak 3 orang anak SD untuk memeluk batangnya. Biasanya saat musim buah tiba, bila ada suara gedebuk, kami akan segera berlari mendatanginya dan melihat buah apa yang jatuh.

Kini buah wanyi ini lumayan langka, karena pohonnya yang sangat besar telah banyak ditebangi, seperti halnya yang di depan SD-ku😦 Yang kutau, buah ini merupakan khas Kalimantan. Tapi entah apakah ditemukan juga di daerah lain. Buah lain yang serupa dengan wanyi ini adalah binjai. Berbeda dengan wanyi, binjai rasanya masam dan biasa untuk dibuat sambal.

Harga wanyi ini kok mahal ya?? Tadi yang kutemui harga perkilonya adalah Rp 20.000, dan sekilonya cuma dapat 2 biji… Jadi sebiji Rp 10.000 dong… Hmm, mending beli duren nih. Mungkin karena sudah jarang, jadinya buah wanyi ini mahal😦

2. Buah Ihau (mata kucing)

Ada juga yang menyebut buah ini buah buku-buku. Rasanya mirip lengkeng dan manis, namun daging buah lebih tipis dan kulitnya tidak semulus lengkeng. Ukurannya juga mirip. Awalnya kukira buah ihau ini adalah buah khas Kalimantan, namun ternyata ada fakta lain disini. Ihau ini ternyata memang salah satu varian dari lengkeng🙂

Dulu buah ihau dijual dengan takaran kaleng susu kental manis. Namun kini ihau dijual dengan cara ditimbang juga seperti lengkeng. Harga yang kutemui tadi adalah Rp 20.000/kg.

3. Buah kapul

Buah berkulit coklat ini mirip manggis, namun tekstur daging buahnya berbeda. Dalam setiap buah ada beberapa juring. Rasanya manis, dan dapat ditelan bersama bijinya. Buah kapul ini merupakan buah khas Kalimantan yang sudah lumayan langka akibat penebangan hutan yang semakin luas😦

Seingatku dulu buah ini dijual perikat, yang berisi beberapa buah kapul. Namun kini buah kapul dijual kilo-an dan tadi aku beli setengah kilo dengan harga Rp 5.000.

4. Buah Rambai

Kali ini tak kulewatkan juga kesempatan makan buah yang hanya muncul setahun sekali ini. Buah rambai berasa manis-manis masam, dengan buah yang berisi 2-4 juring. Lagi-lagi dengan naifnya aku  mengira buah ini adalah khas Kalimantan doang:mrgreen: Ternyata, menurut sumber ini, rambai menyebar dari Indomalesia ke arah Pasifik Barat. Biasanya kemunculan buah rambai ini merupakan tanda bahwa musim buah akan segera berakhir. Tadi aku membelinya sekilo seharga Rp 5.000.

Kalo yang ini sih tukang durian yang maksa banget minta dipoto dan dimasukkan ke koran Sapos (Samarinda Pos), emangnya aku wartawan… eh…aku malah mau dikasih nomer hapenya, katanya supaya lebih terkenal… Ogah la yaw…:mrgreen:

Hmm… Alhamdulillah, beberapa jenis buah telah kucicipi pada musim buah kali ini. Sebenarnya masih banyak buah-buahan khas pedalaman yang belum sempat kurasakan karena memang tidak terlalu banyak dihasilkan dan hanya dijual pada daerah-daerah tertentu saja, seperti buah durian merah, lahong dan buah tarap.

50 thoughts on “Musim Buah 2

  1. tuh kan… buah tropis emang tak ada duanya! kekayaan alam Indonesia sungguhlah melimpah ruah. wew, aku baru pertama lihat buah2an yg ada di fotomu kin.. asiiik, nanti bisa dikirimin akin kalo lagi musim buah. btw itu beneran tukang duriannya mengira dirimu wartawati? ckckck pasti krn dirimu foto2 mulu ya di pasar😀

    • Waktu saya gugling, ternyata masih banyak lagi buah2 yang ‘aneh’ yang adanya cuma di pedalaman Kalimantan🙂

      Hehe… tuh tukan durian langsung pose aja dan minta dipoto, waktu saya sibuk motoin buah2an itu🙂

  2. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Kekayaan alam Indonesia. Buah-buah yang Akin sebutin kali ini keknya belum terlalu familiar di luar Kalimantan.
    Sebuah potensi yang musti digali dan dikembangkan

    • Kecuali rambai, Mas. Sepertinya di Sumatra juga banyak…
      Lengkeng kalimantan alis IHAU itu manis banget loh, Mas…🙂

  3. Assalamu’alaikum,
    Subahanallah, kekayaan alam Indonesia memang sangat banyak, semuanya harus kita syukuri, tulisan yg bagus, memperkenalkan kepada kita, buah2an yang sebagiannya hanya ada didaerah tertentu (Dewi Yana)

  4. waktu anak2 masih kuat makan rambai, sekarang?….alamaaaak..meringis..
    waktu jalan2 di mekakarsari ada kios buah yg jualan buah menteng…kirain apa ya…udah dicobain..ternyata rambai toh….

  5. 😆😆😆😆😆

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  6. buah-buahan… hem… anugerah Allah yang luar biasa… kita bersyukur tinggal di daerah troopis yang kaya variasi buah-buahan… jadi ngiler nih, buah-buahan memang selalu mengundang selera… salam sukses…

    sedj

  7. saya ndak pernah nemu buah-buahan seperti itu, paling banter dan paling apal ya buah yang paling bawah itu, Durian.

  8. selamat pagi

    nah, kalo buah2an yg macem begini, saya belom pernah menjumpai nih😛 hmm.. ssss… iler saya menetes lagi.
    yg mirip kelengkeng kayaknya enak tuh

    terima kasih dan mohon maaf😮

  9. Salam Takzim
    Tukang duren namanya bang udin ya, wajahnya seperti yang jualan dikampung saya.
    nama buahnya aneh aneh, dan memang itu buah baru saya tau dari gambar disini saja, apalagi nyoba easanya… hmmm bikin netes aja nih
    Salam Takzim Batavusqu

  10. Assalam mbak. Numpang tanya, musim buah ihau di Samarinda mulai bulan apa mbak? beli buahnya di daerah mana? kalo bisa beserta alamat lengkapnya. Sy dari Jawa, belum pernah ke Kalimantan sama sekali. Karena penelitian saya mengenai buah ihau, saya ingin mencari info tentang buah ini secara detail. Dan dengan kenyataan bahwasanya bibit saya mati 2 minggu sebelum ditimbang, membuat saya semakin bertekad utk nekat ke Kalimntan mencari biji buah ini sendiri (untuk penelitian yg kemarin, saya diberi buah oleh dosen).
    Info sekecil2nya dari rekan2, akan sangat membantu saya.
    Wassalam.

  11. waktu disangatta km 13 ak masuk hutan sering nungguin wanyi jatuh. pohonnya kalo dikira2 tingginay 50an meter. ndak jauh dari situ juga ada pohon keledang, tapi tetap favourite memang buah wanyi. sungguh saya hampir lupa ama rasanya setelah 15 tahun saya mernatau ke jawa untuk bersekolah dan bekerja.

    btw salam kenal bro.

  12. Salam kenal Mas Akin, Saya minta maaf sebelumnya, saya ingin menanyakan jika saya ingin membeli Buah Rambai dimanakah saya bisa membelinya? Sebenarnya saya sangat ingin sekali membeli buah Rambai tersebut untuk membantu istri saya dalam penelitiannya untuk meneliti kandungan buah rambai dalam hal anti oksidan yang terkandung pada buah rambai tersebut. Apakah Mas Akin dapat membantu kami?

    Terimakassih sekali atas perhatiaan dari Mas Akin

  13. Oalaaah Kakaakin… aku tuh penasaran loh sm komennya Kakaakin di blog Mas Jier… aku track kesini… ternyata gambar itu Kakaakin yg ambil… lalu dimodif sama org lain ya… ckckck…

    waduh… klo gitu hasil foto yg bagus2 gak usahlah ditampili di blog atau manapun hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s