Makan Soto Banjar

Malam ini di rumahku nggak ada kegiatan masak-memasak. Orang rumah lagi pada pengen makan di luar. Diriku sih setuju-setuju aja…eh…setuju banget lagi🙂 Karena malam lagi rada dingin, kami milih yang anget-anget. Tanteku merekomendasikan tempat makan yang terbilang baru di Kota Samarinda (atau aku yang baru tau nih❓ ). Warung ini bernama “warung soto banjar kuin”, terletak di jl. Dr. Soetomo, Samarinda.

Siip…siip… Soto banjar! Favorite kami banget. Karena keluarga ibuku adalah orang banjar (banjar disini maksudnya banjar yang di Kalimantan Selatan🙂 ), dalam keluargaku sering banget bikin soto banjar. Tapi akhir-akhir ini ibuku udah jarang masak soto banjar, karena beribet banget bikinnya, harus bikin ketupat, kuah, perkedel kentang dll.

Kulihat warungnya cukup ramai pengunjung, bagian dalam penuh terisi dan kami memilih duduk di luar, di bawah langit sambil memandang bintang-bintang:mrgreen: Tulisan “ayam kampung bapukah” pada spanduk ini artinya warung ini meyediakan potongan-potaongan besar ayam kampung (kira-kira artinya bapukah=bongkahan, bahasa banjar *sok tau mode: on*), kami sih tidak memesan potongan ayam ini. Jreeengng… inilah pesanan kami : soto banjar, tentu saja ada plusnya, yaitu sate satu porsi.

Aku sih udah ngiler aja memandang piring soto ini. Loh…kok pake piring sih?? Kata tanteku, emang gini ciri khasnya dari Banjarmasin sana, soto disajikan di piring. Bismillah…kucicipin sesendok soto ini… Hmmm…langsung bayangan masa kecil, masa remaja dan saat di rumah bersama keluargaku berseliweran di benakku. Rasanya persis banget dengan soto banjar buatan ibuku, adek sepupuku juga bilang gitu🙂 Tak lupa diperasi jeruk nipis, biar lebih seger…🙂

Apa sih yang membedakan soto banjar dengan soto daerah lain?? Sejauh pengamatanku sih, yang pertama adalah perkedelnya. Irisan perkedel biasanya ditambahkan pada piring/mangkuk soto supaya kuahnya menjadi agak kental. Tapi bagi yang nggak suka perkedel, bolehlah tidak ditambahkan. Tidak menggunakan nasi, melainkan ketupat yang dipotong kecil-kecil. Warna kuah yang lebih pucat dibanding soto lamongan yang cenderung berwarna kuning.

Supaya lebih mantap, biasanya soto banjar ini menggunakan irisan telur bebek rebus dan suiran ayam kampung. Hal ini memang yang dicari oleh tanteku, karena beliau pernah mengalami kangker cerviks (Alhamdulillah sudah sembuh), dan kini sangat menjaga apa yang beliau makan, misalnya di rumah kami memasak tanpa vitsin dan menghindari makan ayam potong ataupun telurnya.

Duh…pengen banget share resep soto banjar ini, tapi aku nggak bisa sama sekali cara bikinnya. Biasanya hanya sambil lewat membantu ibu waktu masak soto banjar (hehe…jadi ketahuan deh…lebih banyak mainnya daripada membantu ibu:mrgreen: ) Insya Allah deh, ntar pengen serius belajar resep soto banjar dari ibu, siapa tau ntar kalo merit trus misua minta bikinin… ‘kan nggak bingung lagi… kkkkkk  :mrgreen: Bagi yang pengen resepnya, silakan gugling sendiri ya…🙂

Balik ke topik makan sotonya… setelah selesai makan soto, saatnya menyantap hidangan tambahan yang tadi sudah kami pesan, yaitu seporsi sate ayam🙂

Hiks… yang lain ternyata pada menyerah, karena perut telah kenyang habis makan soto. Mereka hanya makan setusuk dua tusuk sate. Akhirnya, aku lah yang bertanggung jawab… (seperti biasa). Yah, inilah peranku, yaitu menghabiskan makanan yang masih ada…hahaha… Katanya sih, sayang ‘kan…daripada mubazir🙂 Untung aja tadi cuma pesan seporsi sate ayam berisi 10 tusuk, kalo 2 atau tiga porsi ??? Hehe… gampang… tinggal minta tolong pelayannya aja tuk mbungkusin, supaya bisa dibawa pulang… beres ‘kan…🙂🙂

Gimana dengan harganya ? Menurutku, harga soto di warung ini Rp 13.000, lebih murah dibanding harga pasaran soto banjar yang ada di Samarinda (Rp 15.000).

Yuukk… Mari makan soto banjar ayam kampung🙂

60 thoughts on “Makan Soto Banjar

  1. saya sdh lupa rasa soto banjar ini.. maklum sdh belasan tahun lalu menikmatinya. pernah ketika menjalani kehidupan di camp pedalaman kalteng, kantin camp memasak soto banjar ini dng daging rusa

  2. waktu ke acara pernikahan kami, rasakan soto banjarnya gak ? gimana rasanya ? pengakuan dari teman2 sih, pada tanya resepnya🙂

    Itu resep keluarga banget. kalo enak, bikin bisnis soto banjar yuk ?

    • Wah, waktu itu aku makan nasi plus daging dll, karena merasa lapar… (ketahuan deh😛 )
      Soto banjar di Samarinda prospeknya sepertinya bagus loh…
      di beberapa tempat yang kudatangi, biasanya selalu ramai pengunjung🙂 Standar harganya juga juga lumayan tinggi, sekitar 15 rb…

  3. wah enak tuh…
    tapi seumur-umur saya baru sekaLi makan soto banjar…:mrgreen:
    itu pun masakan emak saya sendiri..
    kebetuLan emak n abah saya tinggaL di banjarmasin..
    kata emak saya sech dapat resep dari temennya yang disana…
    duh.. tapi untuk saat ini kagak bisa nyicipi Lagi..
    mesti nunggu emak n abah baLik ke Medan,,,😥

  4. Salam hangat untuk para sahabat
    Semoga kita selalu bersemangat
    Merangkai kata menyusun kalimat
    Persaudaraan bloger indonesia semakin kuat

    sedj

  5. Saya datang membawa misi perdamaian.
    Dengan rasa bangga saya juga ingin memperkenalkan BintangSatu
    Sebuah blog kawakan ber PR 4/10 yang masih membutuhkan petunjuk,bimbingan, saran dan masukan serta kritik yang konstruktif dari para blogger senior.
    Sekalian mohon doa restu semoga BintangSatu bisa bersinar terang lagi.

    Pesan Sponsor. http://mascholik.wordpress.com/2010/01/09/jangan-durhaka-kepada-orang-tua/
    Terima kasih
    Salam hangat dari Kota Pahlawan

    • Iya ka, saya juga dengar di bpp ada soto banjar kuin.
      Ibu saya juga pernah menambahkan susu ke kuah soto, katanya sih biar lebih gurih… Pantesan aja enak ya…🙂

  6. selamat pagi

    waktu saya ke Banjarmasin juga sempat nyobain Soto Banjar pada sebuah acara nikahan sanak family saya:mrgreen:
    emang warnanya nggak sekuning soto-soto di Jawa.
    tapi enaaaakk sekali😛

    terima kasih dan mohon maaf😮

  7. oh..harganya segitu yah mba….
    kapok makan disitu, saya kira yang mahal harga sotonnya,,, tapi kayaknya yg mahal harga ayam bapukahnya….
    soalnya 2 porsi soto + 2 ayam bapukah + 2 teh manis hangat dihargai Rp60.000,00….

    • Harga soto disitu Rp 13rb, kalo aku nggak salah hitung, berarti seporsi ayam bapukah Rp. 15rb. Wajar aja kalo harga ayam bapukahnya mahal… ayam kampung ‘kan mahal🙂

  8. Soto BANJAR asli resep asli orang Banjar atau suku Banjar di Banjarmasin (Kalmantan Selatan) , kalau yg di Samarinda (Kalimantan-Timur) mungkin yang jual orang Banjar yang bermukim di sana. Harganya memang kisaran 15rb, tapi di banjarmasin harganya kisaran 10rb-an..Saya d Bali juga jual soto Banjar..

    • Kalau tidak salah yang jualan soto Banjar di Bali itu khususnya di Sanur adalah saudara saya, orang Banjar — dia buka rumah-makan Kalimantan — suaminya orang bule/Amerika Serikat. Mudahan betul ya, jika betul tolong informasinya kpd saya. Email saya adalah reyhan_5@yahoo.com. Terima kasih. Muhamad CA.

  9. Soto memang enak dan nyaman, seperti soto Banjar (Kalimantan Selatan, soto/coto Makassar (Sulawesi Selatan, soto Betawi(DKI Jakarta, soto Madura (Jawa Timur), dan soto Padang (Sumatera Barat. Ya syukurlah kita bisa menikmatinya langsung di daerah aslinya. Kalau soto-soto lainnya ada juga seperti soto Lamongan (Jawa Timur), soto Kudus (Jawa Tengah), soto Sulung (Jawa Tengah, dan lain sebagainya. Ya, paling tidak soto adalah makanan khas dari Indonesia. Terima kasih semoga rekan-2 dan saudara-2 ku kelak dapat menikmatinya. Wassalam Muhammad CA (tgl 03032011).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s