Suatu Sore di Samping Rumah

Hari ini adalah hari yang melelahkan bagiku, karena tadi aku jaga pagi. Di puskesmas tempat kerjaku yang berkapasitas 6 bed, shift pagi adalah shift tersibuk, karena kegiatan rutin merawat pasien ditambah dengan mengurus administrasi dan kegiatan kefarmasian bla bla bla, ditangani oleh perawat. Belum lagi UGD kami yang buka 24 jam, membuat para perawat jaga berdebar-debar bila ada mobil yang masuk ke halaman puskesmas (mikirin: pasien gawat apa bukan ya…)❓

Namun hari ini sebenarnya pasienku tidaklah banyak. Tempat tidur hanya terisi separuh. Pasien UGD juga hanya satu demi satu berdatangan, ada yang berobat rawat jalan dan sedikit kasus-kasus kecelakaan kecil seperti tertusuk duri salak 2 hari yang lalu sehingga lukanya bernanah, atau luka terkena parang pada punggung kaki sehingga  tendonnya putus. Mungkin yang agak  sedikit repot adalah saat membersihkan luka lecet seorang anak kecil, karena teriakannya yang memekakkan telinga…🙂

Yang membuatku lelah adalah limpahan tugas baru lagi padaku, tugas administrasi tentunya. Oh, aku bermimpi seandainya bisa bekerja secara murni di pelayanan saja dan hanya melayani pasien tanpa harus mengurus tetek bengeknya segala…*fiuh* Dan kemungkinan besar, tugas ini akan menyita waktu dan mengurangi waktu untuk blogwalking dan watching K-drama. Kemudian blog puskesmas yang iseng-iseng kubuat, disuruh si bos untuk diperbaiki atau diganti dengan yang baru karena blog itu JELEK. Heh… emangnya gampang bikin blog, udah gitu mintanya harus rajin update lagi😦 Teman-temanku kuminta untuk jadi author membantuku, nggak ada yang mau dengan alasan nggak bisa. Padahal mereka dibilang gaptek juga nggak, laptop pada punya, account fesbuk juga ada… mestinya lebih ngeh dengan dunia internet dong…

Sore ini, kududuk merenung di samping rumah sambil memandang pohon mangga yang sedang berbuah. Memikirkan pekerjaan yang akan datang, sambil menghela napas. Ada orang yang pernah mengatakan ” jalani saja dulu… lakukan yang terbaik…”. Mungkin memang harus seperti itu ya… Berdo’a dalam hati, semoga diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Hmmm, para nyamuk juga tak ketinggalan menemaniku melamun di samping rumah… *sambil tepok-tepok*

Hmm… sudah sangat sore, aku baru teringat memberi makan kawan-kawanku yang ada di samping rumah. Samping rumah, tempat kumendapatkan gravatarku, si anggrek ungu (nggak yau apa namanya🙂 ) Yah, karena aku numpang dot com di rumah oomku, jadi harus ngikutin pakem yang ada. Oomku bertugas di luar kota dan baru pulang saat setiap akhir pekan. Jadi tanggung jawab halaman samping sementara berada di tanganku. Terkadang hal ini menjadi penghiburan juga bagiku, karena tingkah mereka yang lucu-lucu (tapi kadang juga sering ganas😦 ) Inilah kuperkenalkan kawan-kawanku yang berdomisili di apartemen samping rumah… Aku mewakilkan tuk menyampaikan salam hangat dari mereka…:mrgreen:

Dan aku hanya tersenyum sambil memandang pohon rambutan yang buah-buahnya telah memerah serta pohon durian yang enggan berbuah.

22 thoughts on “Suatu Sore di Samping Rumah

  1. Ijin mengamankan yang kedua. Boleh kan…?
    Kalau saya sih ingat kata D’masiv “Syukuri apa yang ada”. InsyaAllah hati menjadi adem dan bisa meredam perasaan-perasaan yang gimana gitu.😀

    Btw tuh ayam jago yang nyarani segera menikah ada yang kesindir gak…? *Ngelirik Kakain*

  2. Assalamu’alaikum. Pertama masuk blog ini langsung disuguhi buah mangga dan mau disembelihkan ayam. Nggak usah repot-repot ya, cuma mau kenalan saja koq. Cerita yang bagus dan menghibur, see you in my blog. Yang ikhlas ya melayani pasiennya.

  3. yaolooo kakak, lengkap bener dirumahnya serba ada:mrgreen:
    mangganya menggoda itu, bentar lagi mateng keiknya ya..

    blog puskesmasnya, minta si bos sensiri aja yg bikin en yang updet yg komen yg baca sekalian sesuai yang si bos mau, suka2 dah pak buk bos😆 *dendem*

    • Tugas administrasi dibebankan ke saya, trus ditambah tugas admin blog puskesmas. Bisa2 blog ini terbengkalay…😦
      Dan… nggak ada dana tambahan tuk bayar ongkos ngenet… Kalo ada ‘kan lumayan…:mrgreen:

  4. wuuaaahh…ayam kin! aku dulu juga pecinta ayam..suka melihara ayam, wah jadi kangen pingin mlihara ayam lagi hehehe…btw..rumah akin asri banget yaa…masih lengkap ada taneman n binatang ternak..apalagi si anggrek ungu tuuh….cantik bgt..^^

    • Tapi pohon duriannya ngambek tuh, udah belasan tahun, baru sekali berbuahnya…🙂
      Masih ada lagi, tanaman obat2an seperti daun sembung, mahkota dewa, lidah buaya, bawang hutan de el el.
      Sejak oom kerja di daerah lain, halaman samping kiri dan kanan rumah jadi nggak terlalu terurus.
      Ayamnya sering saya gangguin, telurnya saya ambilin🙂

  5. Hayaaah, kreatif bener bukin komik versi ayam.
    gak sekalian aja ada bidan ayam bertelur hahay…

    astaga tetangga/temen2 apartemen, gw langsung lemes *lebay hihi*

  6. woh, ternyata begitu ya sejarah gravatarnya kakaakin.

    terus semangat mbak jaga puskesmasnya,
    siapa tahu ntar yg berobat adalah para aktor drama Korea.
    mehehehe.😛

    terima kasih dan mohon maaf

    • Hahaha… mau dong aktor Korea yang datang…🙂
      *sedang membuat list, siapa saja aktor yang diharapkan datang berobat ke tempatku*:mrgreen:

    • Hehe… bercanda dengan ayam sih oke…
      Tapi dengan rambutan dan mangga???
      Hehe… Alhamdulillah halamannya luas, Mas. Tapi cape mangkasin rumputnya, bikin banyak nyamuk lagi…😦

  7. Kakaakin rumahnya asri banget ya, bikin iri, ada halaman yg luas, bisa ditanami macam2 pohon buah, juga ternak ayam , lagi bunga anggrek yg cantik.
    wah, bunda boleh bertamu ?
    jangan ya , nanti betah nggak mau pulang, apalagi ada mangga dan rambutan, wah, tambah kerasan deh.
    salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s