Aku dan Kami Diantara Wanita-wanita Licik

Aku dan Kami Diantara Wanita-wanita Licik

Aku adalah wanita
Hidup sederhana adalah takdirku
Bagai air mengalir mengiring alur sungai
Dedaunan yang pasrah gugur pada masanya
Jantung yang berdetak dengan indahnya
Wanita ini aku dan kamu
Berkawan menjadi kami yang sederhana
menganggap hidup ini… ah, apalah hidup
Lakukan yang terbaik sudahlah cukup
Ikuti alur sungai dan kau dan kami tak akan tersesat
Impian kita diujung sana telah menanti
Namun hei!!
Lihatlah! bukalah matamu!
Alur sungai yang elok itu dipagari olehnya
Dibendungnya kemudian dibelokkannya
Dia wanita yang berbedak dan bergincu
Mengapa ia ingin mengatur daun yang gugur
serta jantung yang berdetak
Aku dan kami yang sederhana ini seperti kutu
Kutu yang teramat kecil
bila dibanding dengan sang ratu serta dayang-dayangnya
Sehingga bila satu kakiku atau kakimu patah
Takkan pernah ada iba dimatanya
Ya… dia dan mereka
Menusuk punggungmu dengan belati
tanpa mengedipkan mata
Kau terluka dan kamipun merana
Enyah saja…
Enyah sajalah dari lingkaran dia dan mereka
Daun akan terus berguguran untuk tergantikan dengan pucuk yang baru
Jantung terus berdetak menyemangati kehidupan
Dan alur sungai kami tetap akan menuju muara

By : Kakaakin

Dedicated for My Lovely friend… Be Strong! Karena akan ada aku dan kami…πŸ™‚

54 thoughts on “Aku dan Kami Diantara Wanita-wanita Licik

  1. Salam Takzim
    aku akan enyah bila mengganggu tetapi aku selalu datang bila diundang karena aku memiliki sayap, bisa datang saat diundang dan dapat enyah bila takdiperlukan he!
    Terima kasih telah memberi warna
    Salam Takzim batavusqu

    • Gomawoyo, Ajussi…πŸ™‚
      Tentang wanita yg menyakiti wanita lainnya nih…πŸ™‚
      Untunglah kawan yang terluka bisa kuat, meskipun telah diluluhlantakkan…
      Ah, wanita…😦

    • Eh iya… wanita licik itu memang gemar bercocok tanam… oops…
      Kata pak ustadz, dilarang ngata2in orang lain… Istigfar… heheπŸ™‚

  2. aku di malam gelap tak berbintang
    memandang wanita …
    malam yang mengaduh
    mengiba
    memercik harapan
    untuk sesuap nasi
    dengan mengedipkan mata
    walau di bawah ketiak nurani
    hempaskan jiwa yang malang
    ke
    lembah kemarau hati
    bergunjang di telan badai

  3. Bloghicking di hari jumat.
    Mengunjungi para sahabat,
    siapa tahu ada suguhan hangat.
    Meski datangnya telat,
    jangan didamprat.
    Yang penting semangat!
    Ok, sobat?

    jangan lupa; GO GREEN

    • Hehehe… bener banget, Bunda.
      Dia dan mereka yang kami anggap teman, ternyata tidak menganggap kami teman
      Karena begitu teganya melukai, tanpa rasa bersalah

      Saya sedang berusaha bersikap ‘menjaga jarak’ dengan mereka…πŸ™‚

    • Baiklah… mari kita bersama-sama bersemangat!!!
      Sukses di tempat barunya ya…
      Mudah2an sajangnim-nya baek hati dan tidak sombong, serta rajin bawa kimchi…πŸ™‚

    • Tapi aku nggak mau ada orang yang menusuk punggungmu dengan belati, dear…πŸ™‚
      Wanita ini aku dan kamu
      menjadi kami yang cool n smart…:mrgreen:
      Siip…

    • Entah aku harus tertawa atau menangis membaca kisahmuπŸ™‚

      Eh… ntar cari wanita lajang aja ya… jangan wanita jalang…πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s