To the TKP

Pertama-tama aku mau bilang makasih atas perhatian dan komen temen2ku yang COOL N SMART di kebingunganku yang mesti datang apa  nggak?. Kata Mas Linduaji diriku “…sedikit nggak tau malu…”:mrgreen:  So, datanglah diriku pada acara itu tadi malam. Tapi, emang dasar dodolnya diriku… Waktu mau berangkat kubaca dulu alamat yang ada pada SMS undangan yang dikirimin ke aku beberapa hari yang lalu. Jalan INI, gang ITU, nomer sekian. Gampang nemuin nih alamat, pikirku.

Meluncurlah diriku ke TKP (tempat kejadian pernikahan😛 ). Masuk ke dalam gang ITU, sampe hampir mentok di ujung… kok gak ada tampak rumah yang heboh acaraan gitu?? Akhirnya kutanya deh sama seseorang disitu… Hehehe… ternyata aku salah masuk gang, gang ITU masih sanaan dikit (kok tadi gak baca tulisan nama gang di gapuranya ya❓ )  Pantesan, tidak ada tenda merah, hitam ataupun biru di gang itu *sok tau mode : on*:mrgreen:

Asked to myself : “Akin… kamu gugup ya, sampe salah alamat kayak gitu???”  Answered : “ya enggak lah… aku ‘kan cuma mau datang ke acara nikahan teman baikku. Teman seperjuangan yang udah kukenal sejak lebih dari 8 tahun yang lalu. Ngapain harus gugup…?”🙂 Asking again : “Akin…kamu ngeles ya???” Answered : ” les apaan? bahasa Inggris, metik atau Kimia?? ya enggak lah… aku ‘kan nggak sekolah lagi…” *ngasal banget*:mrgreen:

Alhamdulillah, finally gang-nya udah nemu. Mmm… kirain I missed the ceremony, karena depan rumah TKP tampak dipenuhi para undangan. Ternyata acaranya baru dimulai dengan pembacaan do’a. Menurutku susunan acaranya rada aneh (menurutku loh…). Setelah selesai pembacaan do’a, para undangan yang ada di luar langsung disuguhin makanan, sementara di dalam rumah akan dimulai prosesi akad nikah. Jadinya prosesi pernikahan dihiasi oleh suara piring dan sendok… Biasanya ‘kan selesai acara baru makan-makan.❓

Acara diadakan di ruang tamu rumah mempelai wanita dan sudah dipenuhi oleh keluarga kedua mempelai. Aku hanya bisa berdiri di dekat pintu sambil memandang ke arah kedua mempelai (pegel deh…😦 ) Tak sengaja pandanganku jatuh pada peci merah yang dikenakan temanku itu, kok… payet-payet yang menghiasi peci itu benar-benar berantakan. Copot disana sini, belum lagi benang-benang yang tampak mencuat-cuat. Hmm… nyewa di bridal mana nih… Kalo difoto, apalagi kalau hasilnya diperbesar, pasti kelihatan banget. Hhh… I don’t care lah…🙂 Bertanya-tanya juga sih, siapa nih perempuan di samping temanku ini??? Ternyata seseorang yang nggak kukenal🙂

Asked to myself: “menurutmu, cantik nggak cewek itu, Kin?” Answered: ” Cantik dong… ‘kan Allah SWT menciptakan semua wanita itu cantik”… Dasar nih si Akin, nyari jawaban yang aman…:mrgreen:

Prosesi berjalan lancar, sangat lancar… sampai sahutan “Sah…sah…” berkumandang di dalam dan luar ruangan. Seperti biasa, hape jadulku beraksi… jepret sana, jepret sini…🙂 Tibalah acara “sungkeman” yang menurutku biasanya merupakan momen yang touching banget pada setiap wedding ceremony, tapi kali ini aku ‘kok nggak ngerasain itu ya??? Lebih seperti suatu acara foto-foto biasa… ngikutin komando si tukang foto, seolah-olah seperti ini “…si ini nyium tangan si itu…tahan… ya, sudah… trus ganti si anu nyium tangan si anu… tahan… oke…”:mrgreen:

Waktu mau ngucapin selamat ke kedua mempelai, aku harus menunggu lumayan lama, karena sesi pemotretannya berlanjut ke acara foto bareng keluarga. Selesai foto-foto, baru aku maju mau salaman. Eeh…ternyata aku juga disuruh ikutan foto bareng mempelai dengan anggota keluarga yang belom sempat mejeng tadinya. Namanya Akin… yang kata Mas Linduaji “…sedikit nggak tau malu…”,  ikutlah diriku berjejer di barisan. I gave my best smile loh…🙂

Waktu menyalami temanku itu, aku bilang “selamat ya…”, dia menjawab “…thank you, I’m sorry, coz I didn’t tell you directly…” (emang sok ngenglish dianya…🙂 ) “yah, itsoke itsoke…” sahutku… Yang agak berat adalah waktu aku menyalami ibu temanku itu (asli deg-degan).  Entah apa yang ada di benak beliau…😦 Aku hanya menyampaikan permohonan maafku karena nggak bisa datang ntar di acara resepsinya, karena aku harus kerja (menghindar ya?? nggak kok… lihat aja tuh di jadual jagaku yang tertempel manis di dinding kamarku…) Lagian ‘kan udah datang di salah satu undangannya, jadi kewajibanku telah gugur🙂

Yowis… acara udah selesai, mejeng-pun udah, waktunya makan… *celingak celinguk* Tapi, loh??? Kok pada bubar… kapan makan-makannya nih??? Ternyata, makan-makannya udah tadi setelah baca do’a waktu aku baru datang. Tapi itu ‘kan bagi undangan yang duduk di luar, lalu gimana para keluarga dan undangan yang di dalam?? Sambil bertanya-tanya dalam hati aku pamit dengan kedua mempelai. Dalam perjalanan ke tempat parkir sepeda motorku, kulihat beberapa undangan yang lain menenteng kresek berisi kotak nasi. Loh??? kok aku nggak dapat??? Jadinya aku pulang kerumah dengan perut kosong dan tangan hampa…😥

NB : maaf ya sodara-sodara, jika tidak ada ibroh yang bisa dipetik dari kisahku. Aku hanya mengungkapkan ke’lebay’-anku yang memang jarang kuungkapkan, karna aku nggak terlalu terbiasa mengungkapkannya…:mrgreen:

23 thoughts on “To the TKP

  1. 🙂 ntu mending, g jau2 bgt kondangannya…
    lha diriku??? dari Banyumas kondangan ke Klaten g di suguhi nasi je!!!😥
    never mind lah, yg pnting dah ngedo’ain mempelai berdua… smoga sakinah, mawaddah, wa rohmah…

  2. wkwkwkkkk…kok iso tho kiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn…^^
    yo wis…yang penting niatnyadah menuhi undangan tercapai n tercatat, doa udah disampaikan…semoga barakah yaaa..^^

  3. dua jempol buat Akin Ssi……
    tapi ngomong2, amplopnya diisi uang kan? bukan petasan he he he…(sadis mode ON)

    catatan: bsk2 kl ada undangan lg, lbh baik bawa bekal nasi dari rumah aja buat jaga2…

    • Kok nggak 4 jempol? ‘kan jempolnya Dian ssi ada 4…:mrgreen:
      (jujur nih!) aku nggak bawa amplop!
      Hehe… itulah enaknya menghadiri acara pernikahan di Samarinda… emang nggak disediakan kotak duit oleh panitia…🙂
      Lumayan… penghematan…:mrgreen:

  4. HUAKAKAKAKAK duh kakak enggak ajak ajak aku ci, jadi g kebagian makanan kan. poin utama ke kondangan menguap bersama rasa lapar😆

    eniweh eniho,, SELAMAT telah berada ditempat yang seharusnya. *dimana* ya di sana😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s