Suka-sukanya lah, tapi tetap harus syar’i…

Beberapa waktu yang lalu aku pergi ke toko jilbab dan melihat setumpuk dalaman jilbab yang menurutku aneh. Memang dalaman jilbab ada beberapa macam, tergantung pilihan pemakai. Ada yang terbuat dari bahan renda dan bahan kaos. Dalaman jilbab yang terbuat dari bahan kaos biasanya pada bagian depannya berbentuk seperti topi untuk memudahkan saat memakai jilbab kain, dan bagian belakangnya bisa berkaret atau berbentuk segitiga biasa yang ujungnya dapat diikat sehingga dalaman tersebut dapat membungkus rambut dengan rapi. Namun, dalaman aneh yang kulihat kemarin gambarnya seperti ini…

DSC01509Di bagian belakang dalaman jilbab ini terdapat tonjolan seperti konde. Saat  kutanya mbak yang jualan, apa gunanya dalaman jilbab seperti itu? Katanya “supaya bagus, Mbak. Waktu pakai jilbab paris ‘kan dililit kebelakang, trus dikasih hiasan dibelakang kepala. Kalau ada tonjolannya ‘kan bagus…” ooo…ternyata gitu toh. Trus dia melanjutkan ” Sekarang lagi musim loh Mbak, pake ginian…Jadi seperti Zaskia Adiya Mecca gitu…” *geleng-geleng deh* ckckckck… (ini bukan bunyi cecak loh…🙂 ). Jadi bila dalaman jilbab ini dipakai, hasilnya kira-kira akan seperti ini…

Gambar dari sini.

Gambar dari sini.

Memang sekarang jilbab jadi tren fesyen. Jilbab hingga seharga ratusan ribu jadi hal yang lumrah. Karena keinginan kuat tuk megikuti tren saat ini, syarat-syarat jilbab itu sendiri jadi terlupakan. Misalnya saja dari ukuran, yang seharusnya hingga menutupi dada, kini cenderung mengepas sebatas menutupi leher saja (jilbab gaul). Bahkan bahan yang tipis menerawang ala akuarium pun tetap dikenakan… Jadi seperti tak menutupi apa-apa… :( Kemudian apakah tonjolan pada bagian belakang kepala itu memang diperlukan?

Kalau menurut pendapatku, memakai dalaman jilbab seperti di atas, berarti seolah-olah ingin memberi kesan bahwa rambut yang dimiliki wanita tersebut tebal dan panjang sehingga tonjolan yang ada di belakang kepala tampak besar… Ini sih pendapatku loh… Seperti sesuatu yang fake, alias palsu. Padahal ‘kan walaupun tanpa tojolan besar, jilbab yang dililit di belakang kepala bisa tetap cantik, apalagi bila dipasangi bros yang apik. Tentu saja tetap tidak boleh berlebihan dalam berhias (tabarruj) dan jilbabnya cukup lebar sehingga walaupun dililit, bagian yang lain tetap bisa menutupi.

Gambar dari sini.

Gencarnya arus informasi saat ini sedikit banyaknya dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Misalnya saja tayangan-tayangan tv, sinetron, langsung menjadi tren setter di kalangan masyarakat, contohnya tren jilbab Khumairoh…atau jilbab Zaskia dll. Tren tersebut mencontohkan pemakaian jilbab dengan tonjolan yang besar di belakang kepala… (jadi mirip konde-an ya… ). Wanita yang ingin meniru gaya seleb tersebut berusaha mengenakan fesyen yang semirip mungkin. Kemudian muncullah dalaman jilbab dengan tonjolan itu… Kok ya maksa banget sih…😦 Bahkan ada seorang wanita yang “mengganjal” jilbabnya dengan segumpal kain agar tampak ber-volume… Ada-ada aja…

Wallahu a’lam….

21 thoughts on “Suka-sukanya lah, tapi tetap harus syar’i…

  1. Kayanya tonjolannya ga perlu deh… itu kan penipuan..
    Jilbab itu fungsinya bukan untuk berhias, tapi untuk menutup aurat…
    Wallaahu a’lam.

  2. Memang sebagian dari kita baru bisa meniru dan mengidentifikasi diri dengan tokoh atau artis.
    Bagi saya pribadi sih no problem… cantik dan indah dipandang….
    Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s