Hoaahhmmm…!!!

gambar dari bocah.org

Sekarang diriku mengantuk, alasannya sih karena tadi malam kena giliran jaga malam (bukan di pos kamling loh…). Walaupun dini hari sempat terlelap (tapi tengok-tengok dulu, apakah pasien aman… 🙂 ) siangnya tetap saja ngantuk. Kucoba tidur dulu sebelum berangkat kondangan, supaya naik sepeda motornya bisa tetap melek.

Mengapa sih kita bisa mengantuk? Kucoba browsing, nyari bahan sana sini. Kesimpulanku ada beberapa hal yang menyebabkan kita mengantuk :

  1. Adanya utang tidur (sleep debt). Rata-rata kebutuhan tidur kita adalah 8 jam perhari. Bila setiap harinya kita tidur kurang dari jumlah tersebut, maka kita memiliki utang tidur. Akumulasikan saja, maka kita memiliki utang tidur yang lumayan banyak. Semakin besar utang tidur kita, maka semakin mudah pula bagi kita untuk jatuh tertidur. Jadi yang kita ketahui selama ini bahwa perut kenyang, udara yang hangat atau rasa bosan bisa membuat kita mengantuk, itu sebenarnya dikarenakan oleh utang tidur kita yang menumpuk. Kondisi ini sebenarnya bisa meningkatkan angka kematian loh. Koq bisa?? Karena bila sesesorang kurang tidur, lalu ia mengemudikan kendaraan, bukan hanya jiwanya yang terancam, tapi jiwa orang lain juga bisa melayang. Contohnya saat arus mudik lebaran kemarin, banyak terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh supir yang mengantuk.
  2. Adanya hormon serotonin yang diproduksi di otak yang membuat kita mengantuk, terutama setelah makan makanan yang banyak mengandung gula.
  3. Kelelahan fisik. Recharge energi dengan cara tidur. (dan lain lain… )

Salah satu manifestasi dari rasa kantuk adalah menguap, walaupun memang terkadang kita menguap belum tentu karena mengantuk. Banyak teori yang mengungkapkan alasan mengapa kita bisa menguap, diantaranya adalah karena kurangnya kadar oksigen dalam paru-paru, sehingga kita ingin mendapatkan oksigen sebanyak-banyaknya dengan cara mengambil udara sebanyak mungkin. Kurangnya kadar oksigen dalam paru-paru bisa terjadi saat kita lelah, bosan atau dalam ruangan yang pengap yang menyebabkan kita bernapas secara perlahan.

Pernah juga kudengar bahwa menguap bisa menular ke orang di sebelah kita, karena oksigen yang ada disekitar kita telah banyak yang kita hirup saat menguap, maka orang di sebelah kita akan mendapatkan sedikit oksigen, sehingga iapun akan mengalami hal yang sama dengan kita untuk memnuhi kebutuhan oksigennya. Wah… Jadi rebutan oksigen nih… 🙂 Sepertinya yang mulutnya paling lebar yang bakalan menang… 😆

Trus, ini ada saya tambahkan untuk melengkapi postingan, mudah-mudahan bermanfaat…

Sesungguhnya Allah Membenci Menguap Continue reading

Advertisements