Nonton KCB 2

It’s lebaran, so… silaturrahim dulu, baru nonton🙂 Alhamdulillah beberapa hari yang lalu aku sudah menyaksikan film Ketika Cinta Bertasbih 2. Berasa datang ke bioskop 21 Samarinda Central Plaza udah cukup pagi, ternyata nggak sempat nonton penayangan pukul 10.30 wita dan tiket penayangan pukul 11.00 wita sudah habis. Kali ini mengapa hanya 2 dari 4 studio yang memutar KCB 2 ya? Padahal waktu film KCB ada 3 studio yang menayangkan. Mungkin karena ada film lain yang rilis dalam waktu yang berdekatan ya?? Akhirnya dengan berat hati membeli tiket untuk pukul 13.10 wita.

DSC01483

Berikut ini beberapa komen orang yang kukenal mengenai film ini :

My Beloved Mother (67 thn). Walopun udah terhitung lansia, beliau sangat senang ketika kuajak nonton film ini.

“Mama nangis nonton film ini. Bukan karena sedih, tapi film-nya mengharukan. Film ini baik sekali untuk ditonton, karena isinya juga mengajarkan kita hal-hal yang baik. Tapi nontonnya harus dimulai dari yang pertama dulu, supaya ceritanya bisa nyambung.” Setuju, Ma…diriku menimpali. Beliau melanjutkan ” seandainya ada lagi film seperti ini, mama mau nonton lagi. Mama sebenarnya ingin baca novelnya, tapi takut terhanyut, nanti amal ibadah mama jadi berkurang.  Mama ingat dulu, cerita ‘Tenggelamnya Kapal Vanderwick’ sangat menyentuh hati mama…” dst deh… Kalau beliau sudah mengungkit masa lalu, bisa satu hari satu malam ceritanya🙂

A’an Ajay (teman kerja) : “Filmnya bagus. Mengharukan, ceritanya sama dengan yang di novel. Mulai dari start film-nya aja sudah mau nangis pas waktu Ayatul Husna memberi sambutan setelah menerima penghargaan… ”

Mama Mini (istrinya A’an ajay) : “Filmnya bagus, Mbak. Dibandingkan dengan yang AAC, lebih bagus ini. Mataku sampai berkaca-kaca…”

Lina (teman) : “Ceritanya bagus, Mbak. Tapi sayang, settingnya nggak sebagus KCB…” Ya iyalah…Mesir gitu loh, sahutku🙂 “Endingnya saya lebih suka yang di novelnya, lebih romantis…” Mmmm…

Ittha (teman kerja) : “Anakku masih bayi, Mbak. Jadi nggak bisa dibawa ke bioskop.” Oh, jadi belum nonton toh…  “tapi aku sudah baca novelnya, Mbak. Gmana film-nya, Mbak? Sama nggak dengan novelnya? Ceritain dong…” Butuh penjelasan yang panjang lebar nih ke-dia. kabur dulu ah…

Andri (teman) : “Ceritanya mengharukan ya, Mbak”

Andi (teman) : “Baru mau nonton, udah ngantri, dapat tiket yang midnight aja. Gapapalah, supaya nonton lebih berasa…” Berasa apa ya???

Febri (teman kerja) : “Mbak saya pengen nonton film-nya. Tapi ntar aja deh, nunggu nomat” Buruan nonton, feb…

Diriku : Mengharukan dari awal sampai akhir, untung bawa tisu. Nice ending, malopun settingnya beda dengan yang di novel, tapi menurutku lebih indah karena kebahagiaan mereka di-share dengan anggota keluarga yang lain…🙂 Jadi pengen…ntar kalo walimah pake baju adat Bugis kayak yang dipake Anna waktu menikah dengan Furqon, so beautiful…😀

Hayoo…yang belum nonton KCB 2, buruan… dijamin nggak bersambung lagi ke KCB 3.😆

8 thoughts on “Nonton KCB 2

    • Hi…
      KCB 2 adalah lanjutan dari KCB, jadi menurutku tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek. KCB 2 merupakan jawaban dari permasalahan-permasalahan yang ada di KCB. So, don’t miss it…🙂
      Terima kasih sudah berkunjung🙂

        • KCB 2 sudah ditayangkan di bioskop Indonesia mulai tanggal 17 September, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Jadi di Malaysia KCB 2 belum release?
          Saya membaca novel KCB 1 dan 2. Saya sangat suka. Kamu juga membaca novel KCB?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s