Persiapan Lebaran: Tukar-Menukar Uang Receh

DSC01464
Menjelang lebaran, salah satu kesibukan warga kota Samarinda adalah mempersiapkan uang receh untuk dibagi-bagikan. Aku juga tak ketinggalan berburu lembaran uang yang masih baru dan wangi ini untuk dibagi-bagikan pada anak-anak yang singgah ke rumahku pada lebaran nanti. Aku teringat masa kecil, saat aku ‘beredar’ dari satu erte ke erte yang lain bersama teman-temanku, menyinggahi setiap rumah yang kami lewati. Biasanya tuan rumah akan memberi kami uang yang masih baru. Ada perasaan lebih senang bila menerima uang yang baru dibandingkan uang yang agak lecek walaupun jumlahnya sama.😀
Untuk mendapatkan uang baru tidaklah mudah, karena harus ditukar ke Bank Indonesia. Kemarin (14/9) aku mendapatkan nomor antrian 1024 dan terlayani sekitar pukul 14.00. BI Samarinda juga memberi batasan penukaran uang bagi setiap orang, khusus pecahan Rp 1.000 hanya 1 ikat (100 rb) dan pecahan Rp 2.000 max. hanya 3 ikat (600 rb).
Karena kesulitan memperoleh uang baru inilah, banyak orang yang memilih menukar uang di tempat lain selain bank (perorangan). Mungkin mereka berpikir, dari pada lelah mengantri, lebih baik menukarkan uang pada orang di pasar misalnya, walaupun harus membayar lebih. Untuk hal ini harap berhati-hati, karena bisa-bisa hukumnya RIBA.
Berikut ini aku mau share pesan yang kudapat di inbox account fesbuk-ku dari teman salah satu grup yang kuikuti. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.
_________________________________________
Thanks to Syamsu Rizal Ali

Hati – hati dengan bisnis pertukaran uang yang marak di jalan – jalan menjelang lebaran. Transaksi itu sebenar – benarnya RIBA. KEDUA PELAKUNYA TERKENA DOSA RIBA

Berikut ini adalah dalilnya, Rasulullah Shallallahu’alahi Was Sallam bersabda,

Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai).

Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.

(HR. Muslim no. 1584)

Contoh Transaksi. Seseorang mempunyai selembar uang Rp 100.000,- lalu uang tersebut ingin di tukarkan dengan seorang penjual jasa penukaran uang menjadi pecahan Rp. 5000,-.

Lalu si penjual jasa itu mensyaratkan ada kelebihan sebesar Rp. 15.000,-.

Maka kelebihan ini adalah RIBA dan hukumnya HARAM, dan otomatis kegiatan transaksi penukaran ini hukumnya HARAM

—-

Jika ada alasan, saya kan ikhlas tidak dipaksa, agar orang – orang ini tidak jatuh miskin, anggap saja sedekah. Maka Allah Azza Wa Jalla menjawabnya dalam al-Quran.

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Ruum : 39)

Jika masih tetap melakukan juga maka Allah sediakan siksa yang pedih sebagai mana disebutkan dalam al-Quran.

“dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. An-Nisaa’ : 161)

MAKA BERHATI – HATILAH WAHAI IKHWAN WAL AKHWAT FILLAH.

12 thoughts on “Persiapan Lebaran: Tukar-Menukar Uang Receh

  1. berarti menjual uang , ga usah dipaksakan harus punya duit receh/kkali ga ada duit seribuan ya kasih aja sepuluh ribu duapuluh ribu dan 50 ribu.kan ga terpaku pada seribuan ato duaribuan. kalo perlu kasih 100 ribuan .terima kasih

    • Hiks… wah, kalo ngasihnya duit 50 rb-an atau 100 rb-an, bisa2 rumahnya ntar diserbu orang2 sekampung dan sekitarnya😀 (bisa bangkrut deh)
      Uang sribu/2ribuan ‘kan untuk anak-anak yg Insya Allah bs lebih menghargai saat diberi uang sribu dan lebaranpun jadi lebih ceria…🙂

  2. wha.. akin, biasanya kalo di Ind aku juga suka nukar uang recehan (lembaran baru dan wangi), tapi ngga langsung ngantri di bank krn teman di kantor ada yg berbaik hati menukarkan😉 tahun ini aku kehilangan momen rutin ini deh…

    btw, lembaran pecahan Rp 1000 masih ada tho..kupikir udah ngga ada krn sdh ada Rp 2000.

    • Seneng deh kalo ga perlu antri🙂 kmaren saya baru ngantri krn THR-nya jg barusan dapet.
      Onni biasanya di Indo jg bagi2 duit ke anak2 ya…?

        • Hehe…krn skarang sy tinggal dg tante, jd stiap lebaran saya selalu “mudik” juga kayak orang2. Padahal waktu tempuh rumah ortu saya ke rumah tante cm +/- 30 mnt, dari downtown menyeberang Jembatan Mahakam menuju Samarinda Seberang, memang masih dalam Kota Samarinda juga sih…🙂

  3. Akin ssi… emang sekarang ada uang Rp,2000-an ya…. wah ketinggalan sekali saya… terus jatah saya gimana..? aku kan keponakan Akin ssi juga… transfer aja ya…

    • Uang baru lagi, pecahan 2rb-an. Mudah2an nggak bakalan menggeser posisi uang seribuan.
      Nih ajussi nggak nyadar ya, ‘kan ajussi ga bakalan cukup kalo cuma dikasih uang Rp 2000… pasti mintanya nol-nya ditambah 3… ya ‘kan???😆
      Bisa2 habis THR saya… di-black list aja deh dari daftar kponakan saya…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s