My Memories in Masjid Shirathal Mustaqiem

Alhamdulillah… bertemu  lagi dengan Ramadhan tahun ini. Sebelumnya aku pengen ngucapin “Selamat menunaikan ibadah di Bulan Ramadhan 1430 H, mohon maaf lahir dan bathin. Mudah-mudahan rahmat AllahSWT  selalu mengiringi kita, dan mudah-mudahan ibadah kita lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya…. Amiin…”

Ramadhan selalu mengingatkanku pada masa-masa kecilku. Keluargaku tinggal di Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang. Tidak jauh dari rumah kami berdiri dengan megahnya sebuah mesjid bersejarah, yaitu Mesjid Shirathal Mustaqiem. Mesjid inilah yang menjadi “playground” bagiku dan teman-temanku.

DSC01398 Masjid Shirathal Mustaqiem ini adalah mesjid tertua di Kalimantan Timur, dibangun pada tahun 1881 oleh Sayyid Abdurrahman bin Muhammad Assegaf atau dikenal juga dengan Pangeran Bendahara. Nama Pangeran Bendahara diabadikan sebagai nama ruas jalan tempat berdirinya mesjid ini dan rumah keluargaku. Sedikit sejarah mesjid ini dan Kota Samarinda dapat dibaca disini.

Menara mesjid yang tampak sekarang lebih terbuka dibanding dulu. Dulu menara mesjid ada dinding dan pintu yang terkunci rapat, sehingga tidak semua orang dapat pergi ke menara, aku dan teman-teman jadinya sangat penasaran. Berbeda dengan sekarang, siapapun bisa naik hingga ke puncak. Tetapi sejauh pemantauanku, kini jarang ada anak-anak yang bermain di sekitar mesjid ini. Tidak heran sih, karena tempat persewaan PS sedang menjamur di sekitar kampungku. Keponakan-keponakanku saja jarang sekali ke mesjid ini… *sedih*

DSC01400 DSC01402 (yang ini keponakannku🙂 )

Bagian dalam mesjid yang sangat kokoh, karena bahan bangunan yang digunakan adalah kayu ulin yang sangat kuat. Tiang pokok terdiri dari empat buah tiang yang berasal dari satu batang pohon utuh, tanpa sambungan.

DSC01409Dulu, setiap setelah sholat Magrib kami akan mengaji atau mendengarkan ceramah hingga menjelang Isya. Duduk melingkar di tengah mesjid mengelilingi guru ngaji, atau tertawa ngakak saat mendengarkan hal lucu yang disampaikan oleh penceramah…

DSC01404Bagian shaft wanita, tempat dimana kami sering dikejar-kejar oleh qaum mesjid, gara-gara saat sholat berlangsung kami bukannya ikut sholat, tapi malah bermain-main dan tertawa cekikikan…🙂 Bandel banget ya…

DSC01410Walaupun aku anak cewek, tak ketinggalan juga memukul-mukul beduk. Biasanya beduk kami pukul bukan hanya saat akan masuk waktu sholat, tapi setelah sholat Magrib bila kami tidak mengaji, hingga menjelang Isya’. Memang teras mesjid merupakan tempat yang nyaman untuk bermain-main, selain karena lapang juga karena lantainya yang terbuat dari kayu sehingga saat kita berlarian, akan menimbulkan suara yang lumayan gaduh…🙂 Bapak-bapak pengurus mesjid cukup lelah untuk menasihati atau memarahi kami.

DSC01407 DSC01411

Tempat wudhunya dulu adalah kolam yang ada di halaman mesjid, karena airnya kotor sekarang digantikan oleh tempat wudhu dengan air ledeng.

DSC01408

Mimbar tempat khatib menyampaikan khutbahnya. Biasanya pada malam Idul Fitri, ada orang yang memberikan sedekah sambil berdiri di mimbar ini. Uang yang diberikan terkadang langsung diberikan setangan atau dihamburkan sehingga anak-anak ramai berebut untuk memungutinya. Tentu saja aku tak ketinggalan bila ada event ini…hehe… Tapi sepertinya sekarang sudah jarang yang melakukan sedekah dengan cara ini.

Pada setiap bulan Ramadhan, di mesjid ini juga ada buka puasa bersama dengan menu khas yang telah ada sejak puluhan tahun yang lalu, yaitu bubur peca’. Bubur peca’ ini adalah bubur nasi dengan campuran daging ayam dan bumbu rempah yang khas. Rasanya…hmmm…enak banget, menurutku. Sebenarnya aku tidak pernak ikut buka bareng, tapi sepertinya sudah jadi kebiasaan warga sekitar untuk antri meminta sesendok besar bubur pada setiap sorenya dan tentunya (lagi-lagi) diriku ada di barisan itu…hehe…😆 Tapi sejak aku beranjak besar, ibuku sudah melarangku meminta bubur, kata beliau sih, bubur itu khusus untuk orang yang berbuka puasa di mesjid. Lagian, malu-maluin banget deh kalau udah gede gini masih ngantri minta bubur…😛

DSC01403 My beloved mother n kponakan-kponakan…

DSC01401 Kini, diriku telah jarang mengunjungi mesjid ini, karena sekarang aku tinggal di rumah sodara yang lebih dekat ke tempat kerja, sekitar 30 Km dari rumah orang tuaku. Namun insya Allah setiap Idul Fitri atau Idul Adha aku akan sholat di mesjid ini.

9 thoughts on “My Memories in Masjid Shirathal Mustaqiem

  1. Assalamu’alaikum,
    Subhaanallah, sebuah Masjid yg indah dan mempunyai nilai sejarah tinggi, yg merupakan Masjid tertua di Kalimantan Timur, Masjid Shirathal Mustaqiem. Semoga suatu saat nanti saya bisa berkunjung ke sana. Ohya Mbak, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan ya… Mohon maaf lahir batin.
    (Dewi Yana)

  2. Selamat menjalankan ibadah puasa, maaf lahir bathin Akin ssi. Semoga senantiasa Allah memberikan kekuatan pada kita Amiin..
    Sebuah catatan dan informasi yang menarik sekali… walau untuk bisa ke sana rasanya masih jauh…tapi dokumentasi dan tulisan ini serasa telah bisa membawaku untuk bisa ikut menikmatinya dan tidak ketinggalan melihat masa kecil Akin ssi…

    • Amiin… Full memory deh bagi saya di mesjid ini. Sayang banget sekarang ga sperti dulu lagi, karena tokoh2 masyarakat skitar mesjid udah pada wafat. Besarnya mesjid juga spertinya ngga terlalu memberikan banyak pengaruh ke kehidupan warga skitar, yang mabok tetep ada hampir tiap malam, judi juga marak…jadi sedih😦

  3. Subhanallah.. mudah2an masjid yang bersejarah di dekat rumahmu menjadi masjid yang selalu ramai, dijadikan tempat idah, amiin. karena aku miris banyak masjid megah di bangun tapi sepi…

    btw, kecilmu rada2 bandel juga yak😆 namanya juga anak2…

    • Hehe… seru-seruan aja sama teman2…
      Memang banyak mesjid yang sepi, bahkan saat sholat Magrib terkadang hanya shaf terdepan saja yang terisi…😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s