One Day in Tenggarong

Acara adat  Erau 2009 yang diselenggarakan di Kota tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara telah berakhir hari Minggu kemarin. Ini adalah kali pertamaku ke Kota Tenggarong dalam waktu pelaksanaan Erau, walaupun kota ini hanya berjarak sekitar 1 jam dari Samarinda. Selain tidak diperbolehkan oleh orang tua, juga karena adanya acara ‘belimbur’ pada setiap hari penutupan, yaitu acara siram-siraman.

Siapapun diperbolehkan menyiram yang lainnya tanpa ada perasaan bersalah dan rasa marah. Bahkan ada yang menyiram dengan menggunakan mesin alkon, itu sih menyemprot namanya…😦 Air yang digunakan untuk menyiram/menyemprot biasanya air sungai, namun tak bisa dijamin kalau airnya ga ditambahkan bahan lain seperti air seni, air comberan atau yang lainnya. Wiihh… ga banget deh…😦

Diriku beserta rombongan, sengaja datang 1 hari sebelum penutupan. Niatnya sih pengen melihat prosesi-prosesi apapun yang sedang dilaksanakan. Namun ternyata kami tidak menemukan apa-apa, ooops… bukan tidak ada sama sekali sih, tapi sedang tidak ada acara adatnya. Begini nih hasilnya kalau berkunjung tanpa persiapan, tanpa tanya sana tanya sini…

Jadinya kami memaksimalkan yang kami lalui saja, dengan urutan-urutan tempat yang kami kunjungi:

DSC01322 Expo Erau yang diadakan di Stadion Madya Tenggarong

DSC01323 DSC01329 Yah.. yang dipelototin terutama bros penghias jilbab yang banyak dijual di expo ini.

Selanjutnya, ke Museum Mulawarman Tenggarong. Ternyata selama Erau museum ini ditutup untuk umum. Jadinya hanya memandang dari luar dan mengintip ke dalam..🙂

DSC01343 (bagian depan museum) Persiapan panggung untuk penutupan

DSC01330 Ini tempat apa ya?? yang jelas ada di bagian depan museum😛

DSC01333 Bagian dalam museum, tampak panitia sedang sibuk mempersiapkan singgasana sultan dan tempat untuk prosesi adat…. (pantesan dilarang masuk…)

DSC01339 Nah, kalo yang ini adalah salah satu naga yang esoknya akan diturunkan ke sungai Mahakam. Bukan… bukan yang di depan, tapi yang di belakang tuh… kelihatan ‘kan patung naganya…🙂 Biasanya potongan-potongan kain yang tertempel di tubuh naga akan direbutin oleh orang-orang yang mempercayai bahwa kain tersebut membawa berkah… (another syirik???)

Setelah dari museum dan puas melototin tampang naga, rombonganku berjalan ke halaman belakang museum yang terdapat tempat penjualan cendera mata dan kerajinan lokal. Disini, tentu saja…berbelanja lagi…hmmm

DSC01350

DSC01346 Berbelanja sambil mendengarkan petikan gambus tingkilan, musik khas daerah Kutai. One man show nih…🙂

DSC01355 Oiya, di samping museum juga terdapat makam para raja. Jadi ingat dulu waktu kecil sering datang kesini bersama ortu, kemudian baca Surah Yasin bersama-sama.

Jalan-jalan ditutup dengan berkunjung ke rumah temannya tanteku. Setelah itu pulang deh…

5 thoughts on “One Day in Tenggarong

  1. ‘naga’ yang depan cuantik😆 itu-kah dirimu akin? kayaknya aku baru lihat sekarang ‘penampakan’ aslinya:mrgreen:

    tentang kain yang dipercaya membawa berkah, yup itu salah satu bentuk syirik. prihatin ya, di Indonesia banyak kebiasaan atau adat yang berbau syirik dan klenik serta magic😦

  2. Hehe… yups, that’s me onnie😉 kalo sama Dian ssi dan Fauzy Jussi, saya add mereka di fesbuk😀 so, sempet kliatan aslinya saya…
    Kasian juga sih, niatnya pelestarian budaya, tapi unsur kleniknya tetep ada😦

  3. Tenggarong…? Sejenak mengingatkan aku pada Almh. kakak saya, yang dulu lama tinggal di kabupaten tenggarong… dan ternyata sekarang ada yang menunjukkan pada saya akan kota itu.. Gomaweoyo Akin ssi… Wah potensi kotanya bagus banget ya…. saya juga mempunyai beberapa kenang2an cindera mata seperti di atas. Ok ..neomu areum daun …

  4. Kota Tenggarong adalah ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara.
    Toko cenderamata seperti diatas sebenarnya banyak sekali tersebar di berbagai kota di Kalimantan Timur, termasuk Samarinda.
    Tenggarong juga punya satu pulau yang terletak di tengah2 sungai Mahakam, yang kabarnya akan dibuat seperti Ancol, tapi sayangnya pengelolannya kini agak terbengkalai…

  5. Nusantara ini memang penuh dengan corak adat – istiadat.
    Tak Ketinggalan Kota Tenggarong
    Sudah waktu nanti Ku kan injakkan kaki di sana
    C.U
    Salam tuk Borneo’s People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s