Chocolate, choco-late?

Hari ini ga tau kenapa, pengen banget makan coklat. Kangen banget sama coklat (walaupun gak coklat) isi blueberry jam, dan coklat kacang mete. Hasrat makan coklat ngalah-ngalahin rasa kantuk setelah tadi malam jaga malam (bukan ronda lho). Pura-pura lupa warning dari dokter gigiku, so diriku hunting ke toko bahan-bahan kue di dekat rumah, lalu bikin coklat deh di rumah.🙂 Begini nih caraku biasanya membuat coklat yang simpel, siapa tau bisa bermanfaat bagi yang baca…🙂

Ini beberapa bahan-bahan yang kubeli,

DSC01266 DSC01271 Coklat compound, kupilih yang dark chocolate, sedikit yang milk, white chocolate, kacang mete dan tak lupa selai blueberry. Sebenarnya sekarang sudah banyak coklat batangan dengan berbagai pilihan rasa. Warnanyapun sesuai dengan rasa/aromanya, seperti warna kuning berasa lemon, warna hijau berasa apel dll. Tapi menurutku dark & white chocolate lebih enak.

Pertama-tama aku membuat coklat putih isi blueberry. Cetakan coklat yang kupunya ada beberapa jenis, tapi this is my favorite shape :

DSC01269 DSC01270 Heart shape😀 . Coklat putih yang sudah melted dituang ke cetakan hingga setengah penuh, trus di-fill dengan selai blueberry. Setelah itu ditutup lagi dengan coklat putih. Disimpan sebentar di lemari es, kemudian dilepaskan dari cetakan. Gini nih jadinya,

DSC01272 Hmmm…😛 memang coklat putih plus blueberry adalah pasangan yang passs banget…menurutku sih…🙂 너무 좋아요…

Selanjutnya adalah membuat coklat kacang yang kusuka, dengan mete yang banyak…😛. Dark dan milk chocolate dicampur, kemudian dilelehkan.

DSC01273 Kacang mete disangrai trus dibelah-belah. Kemudian dicampur dicampur dengan coklat, diaduk hingga tercampur. Sebenarnya berbagai jenis kacang bisa dicampurkan dengan coklat, seperti almond, kacang tanah dan kacang kenari. Coklat yang sudah dicampur dengan kacang mete (yang banyak, hehe..) kemudian dicetak. Terserah mau di masukkan ke cetakan kecil atau yang besar, aku memilih menggunakan cetakan yang besar saja. Kemudian setelah coklat membeku, potong-potong sesuai selera.

DSC01274 Hmmm…yummy…

8 thoughts on “Chocolate, choco-late?

  1. kin, maksudnya coklat batangan yang warnanya sesuai rasa (misalnya apel warnanya hijau) gimana yah? ini coklat batangan yang untuk dilelehkan seperti dirimu bikin atau coklat batangan bermerk yang kita tinggal makan? aku belum pernah liat😀 trs yang kamu bikin ini ngga ditambahin gula lagi yah? apakah manis? biasanya dark coklat kan pahit…

  2. Coklat yang saya mksud adalah cooking chocolate (hehe…lupa ngasih tau) yang memang untuk dilelehkan dulu baru dicetak. Ada satu brand (collata) yang sudah memproduksi berbagai rasa coklat. Dulu ‘kan kalo kita pengen coklat dengan rasa / warna yg beda, biasanya white chocolate diberi essence / pewarna sesuai keinginan. Hanya saja essence/pewarnanya harus yg oil-based agar mudah tercampur di coklat, sedangkan yg oil-based itu suseh bgt nyari di pasaran. Untung aja sekarang udah ada dibuat yg berasa n warna macam2 itu. Kayanya bakalan seru untuk acara anak2, atau kalo valentin ga perlu bingung nyari coklat warna pink(ga penting banget…😛 )
    Ga perlu dtambah gula, yg dark sih lmayan manis. Tp untuk mengurangi pahitnya, di-combine dengan milk chocolate, jadi lbh brasa kaya’ silperkuin deh… apalagi kalo mete or almonnya yg banyak… hmmmm…
    Onnie suka coklat ga??

  3. i love chocolate🙂 sama sepertimu, suka dark chocolate atau white chocolate😀
    ooo…baru tau juga lho kin, kalo ada cooking chocolate yang udah berwarna warni.
    oiya, jadi inget, dulu pernah beli coklat warna ijo di mall (home made), tapi kok ngga enak yah? essencenya terlalu kerasa.
    mungkin yg bikin ngga tau kalo dah ada cooking chocolate yg berasa macam2 yah.

  4. Wah ini.. arisan coklat ya… nggak mudeng tapi yang penting klo gratis OK… oya mau nanya… klo bubuk coklat yang untuk kopi itu apa ada jenis khusus ya..? kamsahamnida..

  5. @onni: mari kita membuat coklat…
    @Ajussi: kalo coklat bikin sndiri, jadinya lebih banyak, n so pasti gratiss. belom ada niat dagang sih…
    trus kalo masalah bubuk coklat itu yg dimaksud ‘choco granule’ ya? yang untuk capucino? kurang tau ya, atau mungkin bisa aja pake bubuk kakao/coklat yang dipake untuk campuran membuat kue…spertinya sih rasanya mirip2 aja…hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s