Meninggikan Rumah Panggung: Solusi Menghadapi Banjir

Judul postingan yang panjang banget ya?? Non of my favorite thema sih…tapi rada penasaran dikit…😆

Kota Samarinda yang banyak memiliki sungai, berarti juga banyak memiliki wilayah bantaran sungai yang dijadikan tempat tinggal dan mendirikan rumah panggung. Rumah panggung ini banyak tersebar di Kalimantan, konstruksinya terbuat dari kayu dengan tiang-tiang yang terbuat dari balok kayu ulin. Kayu ulin atau disebut juga kayu besi, merupakan kayu yang paling keras di dunia, wilayah tumbuhnya umumnya di hutan dataran rendah Pulau Kalimantan.

Karena di Kota Samarinda sering terjadi banjir, maka meninggikan rumah merupakan salah satu solusi untuk mengurangi dampak banjir. Ternyata tiang-tiang itulah yang ‘ditambah’ oleh tukang tersebut. Awalnya iseng jalan-jalan ke rumah kakakku, waktu melihat ke rumah sebelah rumahnya, rupanya banyak tukang yang sedang bekerja. Kata kakakku, para tukang itu sedang ‘meninggikan rumah’. Heh?? Meninggikan rumah? Hal yang baru kudengar. Memang rumah tetangga itu merupakan rumah panggung dengan banyak tiang, namun aku tetap penasaran bagaimana sih cara meninggikan rumah itu.

DSC01223

Gambar diatas menunjukkan rumah yang telah ditinggikan ± 1 meter. Karena penasaran, aku pengen bertanya sekaligus wawancara pada salah satu tukang, bagaimana sih cara pengerjaannya. Tapi, oops 😳 para tukangnya sedang hanya mengenakan celana dalam saja… *malu, langsung ngibrit*. Rupanya mereka baru dari kolong rumah yang berair itu (mungkin sayang pakaiannya bisa kotor, jadinya cuma sempakan? ). Untung saja kakakku mengerti caranya, step by step pula, padahal beliau bukan berprofesi sebagai tukang.

Dengan serius kakakku menjelaskan…bla…bla… Yang berhasil kutangkap dari penjelasan itu (maklum susah mudhengnya, lain bidangnya sih…) antara lain seperti ini:

Syarat utama peninggian rumah adalah rumah panggung (ya iyalah…) dengan tiang yang terbuat dari kayu ulin.

Alat-alat serta penggunaannya :


DSC01224 Dongkrak (hydrolic jack ) so pasti ini yang penting banget. Dongkrak yang diperlukan adalah yang berkekuatan 15 Ton/buah. Untuk rumah panggung umum yang ada di Samarinda, diperlukan sekitar 8-10 unit dongkrak.

Gergaji, baik yang biasa maupun mesin. Gergaji mesin diperlukan untuk menggergaji tiang yang terbuka sedangkan yang biasa digunakan untuk menggergaji tiang yang sebelah dalam. Bagian tiang yang digergaji adalah yang tepat berada di bawah slop rumah.

DSC01231 Potongan-potongan balok ulin, untuk mengganjal. Baut, dengan panjang ± 35cm.

DSC01228 Balok ulin, ukuran 10x10cm atau 12x12cm untuk menopang sisi luar rumah, sebagai pengganti tiang.

Bor listrik

Tali, untuk membantu stabilitas tiang penopang.

DSC01225 DSC01226

Personel yang dibutuhkan untuk pengerjaan satu rumah adalah minimal 6 orang tukang atau minimal 1 orang /dongkrak. Tukang pemegang dongkrak haruslah yang benar-benar telah berpengalaman, ibarat kata pepatah : ‘the right man in the right job’🙂 . Proses pengangkatan dilakukan step by step. Usai tiang digergaji, dongkrak dipasang di titik-titik tertentu di kolong rumah. Masing-masing dongkrak dinaikkan per ± 5 cm secara bergantian agar tidak terjadi kerusakan pada body rumah. Bahkan selama proses ini berlangsung hingga dicapai tinggi yang diinginkan, anggota keluarga masih dapat beraktifitas secara normal di dalam rumah. Waw, mungkin nggak berasa sama sekali ya…😀

Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu rumah adalah sekitar 12 hari kerja efektif, relatif tergantung tingkat kesulitannya. Terlebih lagi bila terkendala kolong rumah yang terlalu sempit, pengerjaannya akan memakan waktu lebih lama. Biaya yang diperlukan juga tergantung tingkat kesulitan. Bocoran dari pemilik rumah: rumahnya berukuran 7×12 m, biaya ongkos pengerjaan (tukang) adalah ± Rp 16 juta. Biaya ini belum termasuk pembelian bahan2 yang harus disediakan oleh pemilik rumah, seperti balok, baut dll.

Setelah rumah ditinggikan, pemilik rumah tinggal berdo’a : semoga rumahnya tidak akan terendam banjir lagi…😦

Special thanks to : My beloved brother Ir. Kifyatul Akhyar ( Pemerhati lingkungan hidup Kaltim)

4 thoughts on “Meninggikan Rumah Panggung: Solusi Menghadapi Banjir

    • 😀😀
      Kolong rumahnya jadi tinggi n mengekspor nyamuk deh ke rumah sebelah…
      sabar ya…yg penting tidurnya pake kelambu…

  1. Jadi kpingin ninggikn rmh jg nich..sma
    .sering kbanjiran jg..tpi,butget nya cukup g ya..ktinggalan Info no Hp tukangnya kaka..hehe..
    .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s