I am a chocolate lover

안녕하세요…

Sejak aku masih kecil, aku sudah mengenal betapa nikmatnya coklat. Walaupun dulu di kampungku cuma ada coklat yang berbentuk seperti koin, atau coklat cap ayam jago tapi aku sangat senang waktu memakannya. Sekarang berbagai coklat dapat dengan mudah ditemui di pasaran, mulai dari wafer atau biskuit yang disalut coklat seharga Rp 500/bj hingga coklat dengan kemasan mewah yang harganya entah berapa ( malas banget kalau harus beli, maunya sih nunggu ada yang ngasih gratisan ), kadang ada juga yang menjual coklat hasil olahan sendiri yang dibentuk dan dikemas sangat menarik.

Bagaimana dengan rasanya?
Rasa coklat dari dulu sampai sekarang ya tetap coklat (hya iyalah… masa berubah jadi rasa mangga ). Biasanya untuk menambah nikmat rasa coklat, maka akan diberikan isian/filling atau bahan yang dimix langsung dengan coklatnya seperti kacang mete, almond, buah kering, biskuit dll. Penggemar coklat jadi lebih dimanjakan karena ada berbagai pilihan coklat, walaupun banyak juga yang fanatik terhadap satu jenis saja, enggan berpindah ke lain hati *lebay*

Diriku sebagai penggemar coklat kalau hanya mengikuti hati, pengennya makan coklat yang banyak. Apalagi sifat pelit kadang muncul saat kita makan coklat, yaitu ngga mau bagi-bagi alias pelit (kaya’ di iklan: masa’ rela bagi-bagi??), hayo.. yang pelit angkat tangan… FYI, sebenarnya aku sudah di-warning oleh dokter gigiku untuk mengurangi makan makanan manis, tapi susah banget ninggalin coklat…hiks, kalau dikurangi bolehlah…

Yuks bikin sendiri coklat…

Karena sekarang harga coklat semakin mahal dan takut dianggap pelit, jadi aku jadi belajar membuat coklat sendiri. Caranya: coklat compound (banyak dijual di toko-toko) dilelehkan kemudian dituang dalam cetakan coklat. Usahakan coklat juga memenuhi dinding-dinding cetakan, sehingga dapat membentuk suatu lubang. Lubang yang terbentuk dapat diberi filling apa saja, bisa blackcurrant jam (luv this<3) atau dari coklat dengan warna yang berbeda yang sudah dicampur dengan sedikit butter dan krim cair. Setelah diisi, tutup lagi dengan coklat dan bekukan. Siap untuk disantap.

Cara di atas memang rada beribet. Cara yang lebih mudah adalah: coklat yang sudah dilelehkan dibampur dengann biskuit yang sudah dipatah-patah secukupnya, kemudian di tuang ke dalam cupcakes kecil-kecil, bisa jadi banyak tuh. Untuk mempercantik, dapat dihias dengan coklat yg beda warna atau diberi spickles. Biskuit dapat diganti dengan kacang tanah sangrai, almond, atau mede yang sudah dicincang kasar. Hmmm.. Yummy…. Yaahh, better lah dibandingkan makan coklat cap ayam jago, hehe…

Happy trying…

안녕….

4 thoughts on “I am a chocolate lover

  1. Emang banyak juga yang buat pake cornflake, tapi cheaper pake biskuit. Aku biasa pake yang merek Biskuat, rasanya pas. Kalau lebaran bisa bikin banyak dengan lower price, penampilan bagus, rasa yang enak dan semuanya kebagian deh…

  2. Dooohhh 3: hmmm … coklat cap ayam jago ya? sama kin dg diriQ dong. aku juga suka coklat…baru demen bgt ma silver queen, rasa susunya berasa bgt… (huaaheeemmmm…udah dulu ya kin… ngantukz nie… ntar main lagi dech…doohh…*.^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s