Cerita di Jalan

Suara teriakan seorang perempuan di tepi jalan mengalihkan perhatianku dari obat tetes mata pesanan tanteku, yang akan kubeli di sebuah apotek, sore kemarin. Dia meraung pilu. Kulihat perempuan itu dengan susah payah berusaha turun dari sebuah mobil, di sisi penumpang. Setelah kakinya dapat menjejak ke aspal, dia bergerak bolak-balik, sambil meletakkan ponsel di telinganya, dan suaranya masih berupa raungan.

“Ah, palingan ibu itu cuma sedang bertengkar,” ucap seorang pegawai apotek.

Satu per satu orang berlari mendekati mobil ibu itu. Karena penasaran, aku pun mendekat.

“Siapa yang bisa nyetir?” teriak seseorang. Sembari dua orang lelaki dewasa berusaha masuk ke dalam mobil.

Aku terpaku melihat apa yang terjadi. Seorang bapak -yang kuduga adalah suami dari ibu itu- terkulai lemah, dari kursi supir hingga kursi penumpang di sampingnya. Dua orang yang berusaha masuk ke dalam mobil tadi menurunkan sandaran kursi penumpang, agar dapat merebahkan bapak itu. Aku bisa mendengar suara dengkuran bapak itu. Tetapi aku yakin, bapak itu bukan sedang tertidur. Bapak itu mengalami penurunan kesadaran, mungkinkah serangan jantung? Atau stroke? Entahlah.

Seseorang kemudian duduk di belakang setir dan menyalakan mesin. Dengan derai air mata, si ibu duduk di bagian belakang.

“Ke Rumah Sakit Darjad saja, lebih dekat!” Akhirnya aku buka mulut. “Itu, jaketnya dibuka.”

Perlahan mobil itu bergerak meninggalkan kerumunan orang. Dan aku mengiringinya dengan untaian do’a dan harap. Semoga jalan yang akan dilalui mobil itu tidak macet. Semoga bisa mendapatkan penanganan yang tepat di rumah sakit. Semoga, semoga, semoga ….

Tak jadi membeli obat tetes mata, aku mengendarai motorku meninggalkan apotek. Kejadian tadi terus mengisi benakku. Kita sering mendengar orang yang terkena serangan tiba-tiba. Ada yang saat sedang santai, atau saat sedang beraktifitas. Aku teringat saat di puskesmasku dulu ada seorang ibu yang mengalami kejadian serupa, suaminya tiba-tiba kehilangan kesadaran saat sedang menyetir.

Aku beristigfar. Kematian itu seolah-olah begitu dekatnya. Bisa saja bapak tadi bisa sadar dengan baik. Namun bisa juga dia mengalami koma, dan dirawat di ICU selama berhari-hari. Atau langsung meninggal begitu tiba di UGD?

Aku pun tak tahu kapan Izroil akan datang menghampiriku. Aku bergidik, karena muncul perasaan belum siap mati. Alasannya jelas karena merasa masih belum membawa bekal apa-apa untuk menghadap-Nya.

About these ads

22 thoughts on “Cerita di Jalan

  1. Perenungan yang menggetarkan, Akin.. Kita memang tidak perlu takut mati, karena mati pasti terjadi.. Yang perlu kita khawatirkan adalah, apakah kita dalam keadaan “siap” ketika maut menjelang.. Semoga kita bisa husnul khatimah ya..

    Salam,
    http://www.hardivizon.com

  2. Ya Allah… Kita emang ga pernah tau kpn waktunya izrail menjemput kita ya mak, tp semoga bila saat itu tiba kita sdh cukup bekal bertemu Allah.. Amiin
    Thanks for sharing Mbak :)

  3. huwaaaa, template baruuu. tapi kenapa susah loading ya? hiks :((

    btw, tiap kematian membuat kita ingat kalo kita kurang bekal ya, mba. ada temen kenalanku kemarin meninggal pas dia lagi anterin bantuan buat baksos. malem2 mobilnya kejeblos di saluran irigasi, dia kehabisan nafas dan meninggal seketika itu juga. rasanya lebih merinding karena usianya sebaya. itu yang bikin mikir :(

  4. saya pernah sangat takut menghadapi kematian ketika saya terjatuh dari motor, saya pusing dan kepala seperti berputar, saya hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi hal hal yang tidak saya inginkan (saya tidak mau mati sekarang), semenjak itu, saya selalu berhati hati ketika berkendara, karena trauma dan tentunya takut MATI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s