#AkuCintaSamarinda

Januari 2014 ini, Kota Samarinda akan berulang tahun yang ke-346. Tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya, kurasakan tak banyak yang berubah dari wajah kotaku. Kecuali adanya peningkatan kemacetan di berbagai ruas jalan, karena sepertinya pemilik kendaraan bermotor semakin meningkat. Oh iya, di Jalan Bhayangkara juga ada perubahan. Bekas gedung sekolahku tercinta, SMA N 1 serta SMP N 1 telah rata dengan tanah. Kedua sekolah tersebut telah dialihkan ke Jalan Kadrie Oening.

Saat ditanya, apa sih harapanku terhadap kota kelahiranku ini, tentu saja aku ingin Samarinda yang lebih baik. Aku merasa senang saat kawan yang bekerja di Tata Kota menyampaikan bahwa lokasi bekas SMA 1 dan SMP 1 akan dijadikan taman kota. Samarinda memang butuh lebih banyak tempat untuk dijadikan areal hijau, sebagai penyeimbang debu yang seringkali memperbesar kotoran hidung alias upil.

Apa kabar banjir Samarinda?

Sebagai warga, aku tak ingin mencibir. Permasalahan di setiap kota pastilah ada. Aku juga menghargai aksi kawan-kawan berbagai komunitas yang peduli lingkungan, seperti Earth Hour Samarinda (@EHSamarinda), Grup Facebook Bubuhan Samarinda, dll. Mereka mengajak warga untuk beraksi, bukan hanya merutuk namun tak berbuat apa-apa. Bila kita mengeluh tentang banjir, sudahkah kita mengelola sampah kita dengan benar?

image

Foto di atas menunjukkan salah satu titik penting di Kota Samarinda, simpang empat Lembuswana. Foto ini kuambil saat aku menulis postingan ini di lantai 2 Mall Lembuswana. Cantik. Pikiranku sejenak melayang ke tahun-tahun dulu. Titik ini sudah banyak berubah. Dulu terdapat bundaran untuk memutar, yang di tengahnya terdapat jam. Setelah bundaran itu dibongkar, simpangan ini jadi terasa lebih lega. Ramai kendaraan melalui titik ini, saat aspal jalan masih terlihat jelas. Namun saat hujan menciptakan genangan setinggi betis atau lebih, bisa dibayangkan pemandangannya akan seperti apa.

#AkuCintaSamarinda, sekarang dan selamanya. Ya, dan kalimat itu kuucapkan dan kutuliskan di atas spanduk aksi sebuah komunitas yang peduli Samarinda.

Untuk warga Samarinda, yuk, kita lebih peduli terhadap kota kita ini. Dan untuk yang bukan warga Samarinda, silakan berkunjung. Spesial untuk rekan-rekan blogger dari luar daerah, insya Allah aku siap jadi ojek. ;)

Dirgahayu Samarinda yang ke-346.

About these ads

19 thoughts on “#AkuCintaSamarinda

  1. aku sendiri menangkap beberapa tweet dari followerku tadi siang,,yang menyinggung2 samarinda banjir >,<

    dan di simpangan lembus ini paling gampang banjir :3
    sama di daerah stadion sempaja..aku lupa pintu mana yang sering banjir..aku pernah waktu itu mau lewat banjir,,dan ambil jalan motong lewat stadion sempaja..

    semoga pemerintah setempat sadar akibat effek tambang yang hampir mengelilingi samarinda

  2. bukan hanya merutuk namun tak berbuat apa-apa …
    Saya setuju sekali …

    Mari berbuat baik …
    kepada siapa saja …
    dimana saja …
    sebisa kita

    Selamat Ulang Tahun Samarinda …

    salam saya Kak

  3. Mari sama – sama kita dukung kota Samarinda jadi kota Metropolis yang teduh rapi aman dan nyaman , semoga program HBS, bisa berlanjut terus , dan semoga taman-taman kota akan semakin banyak sehingga dapat mempercantik keindahan kota , jalan jalan yang bersih serta, tong sampah semakin banyak , masyarakatnya makin taat akan kebersihan .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s