Di Atas Langit Masih Ada Rumput Tetangga yang Lebih Hijau

Si Cempluk sudah beberapa bulan ini pindah dari tempat kerjaku. Saat aku bertemu dengannya beberapa waktu yang lalu, ia bercerita bahwa rekan kerja di tempat kerjanya yang baru banyak mengeluh tentang bos mereka.

Dengan santai Cempluk menyahut, “Kalian harus bersyukur, bos di sini jauh lebih baik dibanding tempat kerjaku yang dulu.”

“Beneran, Mbak?” tanya rekan-rekan Cempluk.

“Iya. Di tempat kerjaku yang dulu, saat aku curhat ke bos, tak lama kemudian permasalahanku menjadi konsumsi publik. Coba pikir, bagaimana perasaan kalian kalau digituin?” ucap Cempluk dan rekan-rekannyapun manggut-manggut. :D

Aku terkekeh saat mendengar cerita Cempluk. Memang benar, karakter setiap orang atau pemimpin itu berbeda-beda. Aku pun menyikapi bos kami dengan sikap ‘santai saja’. Jika aku ingin aman, maka aku harus menghindari masalah. Menurut beberapa rekanku, tak usah sering-sering berjumpa dengan bos dan syukurnya jadwal kerja kami yang terbagi 3 shift memang mendukung hal itu. :D

Terkadang aku merasa kasihan juga pada kawan-kawan yang merasa tertekan, lalu satu persatu mereka minta dimutasi. Yang masih bertahan (termasuk diriku), cenderung bekerja dalam keadaan skeptis gara-gara prinsip “Gue yang pinter, elu-elu pada bodoh semua”-nya Si Bos. Aku hanya perlu bersikap pura-pura tak mendengar saat kami dipermalukan dalam setiap kali pertemuan dengan pihak dinas. Seperti yang kubilang, santai saja. :)

Untuk membesarkan hati rekan-rekanku, aku berusaha menghibur mereka dengan membawakan buku serial ‘My Stupid Boss’ yang kucomot dari rak buku sepupuku. Maksudku adalah bahwa mereka tidak perlu merasa merana dan bermuram durja, karena bos kami masih jauuuuuh lebih baik dibanding Bossman. Jadinya, kami bisa bekerja dengan fun, karena sambil membaca cerita kocaknya Kerani di negeri jiran. (rekan-rekankupun ngakak silih berganti :D )

Nah, sudah jelas kan hubungan antara tulisan dan judul? Kalau kata Kerani sih yang penting sama-sama pepatah juga :mrgreen:

About these ads
Previous Post
Next Post
Leave a comment

21 Comments

  1. bos memang beda”
    buku My stupid bos memang lucu aagaga

    Reply
  2. type bos beda-beda ya kak, tergantung kita dapat bos yg seperti apa

    Reply
  3. pengen baca bukunya

    Reply
  4. hehhe, setuju dengan Akin.. jangan masukin apa si boss mo bicara apa, yg penting lakukan tugas kita sesuai yang seharusnya.

    Reply
  5. Menghindari berjumpa dengan bos memang tips jitu. Tapi kalau si bos yang manggil kita gimana dong?

    Reply
  6. yap, enjoy ajaaaaaa……..

    Reply
  7. Baca si stupid boss emang selalu sukses bikin ngakak2 ya Ka hihihihi

    Reply
  8. xixixixi..pak bosku skrg juga jutek,,katanyaaaaaaa
    soalnya sama aku dia baik,sering curhat soalnya hahahaha

    Reply
  9. gak takut blognya dibaca si Boss?

    Reply
  10. Kira” bos saya kalau kerja nanti gimana ya???

    Reply
  11. yup sering baca2 my stupid boss aja biar bs santai.. :D

    Reply
  12. Jadi ingat film Horrible Bosses

    Reply
  13. kapan bisa baca bukunya ya ? :roll:

    Reply
  14. Mantap masbroo… keren banget nih artikelnya. Ijin blogwalking gan.!

    Reply
  15. Pasti Bagus Lah

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 199 other followers

%d bloggers like this: