Si Cempluk sudah beberapa bulan ini pindah dari tempat kerjaku. Saat aku bertemu dengannya beberapa waktu yang lalu, ia bercerita bahwa rekan kerja di tempat kerjanya yang baru banyak mengeluh tentang bos mereka.
Dengan santai Cempluk menyahut, “Kalian harus bersyukur, bos di sini jauh lebih baik dibanding tempat kerjaku yang dulu.”
“Beneran, Mbak?” tanya rekan-rekan Cempluk.
“Iya. Di tempat kerjaku yang dulu, saat aku curhat ke bos, tak lama kemudian permasalahanku menjadi konsumsi publik. Coba pikir, bagaimana perasaan kalian kalau digituin?” ucap Cempluk dan rekan-rekannyapun manggut-manggut.
Aku terkekeh saat mendengar cerita Cempluk. Memang benar, karakter setiap orang atau pemimpin itu berbeda-beda. Aku pun menyikapi bos kami dengan sikap ‘santai saja’. Jika aku ingin aman, maka aku harus menghindari masalah. Menurut beberapa rekanku, tak usah sering-sering berjumpa dengan bos dan syukurnya jadwal kerja kami yang terbagi 3 shift memang mendukung hal itu.
Terkadang aku merasa kasihan juga pada kawan-kawan yang merasa tertekan, lalu satu persatu mereka minta dimutasi. Yang masih bertahan (termasuk diriku), cenderung bekerja dalam keadaan skeptis gara-gara prinsip “Gue yang pinter, elu-elu pada bodoh semua”-nya Si Bos. Aku hanya perlu bersikap pura-pura tak mendengar saat kami dipermalukan dalam setiap kali pertemuan dengan pihak dinas. Seperti yang kubilang, santai saja.
Untuk membesarkan hati rekan-rekanku, aku berusaha menghibur mereka dengan membawakan buku serial ‘My Stupid Boss’ yang kucomot dari rak buku sepupuku. Maksudku adalah bahwa mereka tidak perlu merasa merana dan bermuram durja, karena bos kami masih jauuuuuh lebih baik dibanding Bossman. Jadinya, kami bisa bekerja dengan fun, karena sambil membaca cerita kocaknya Kerani di negeri jiran. (rekan-rekankupun ngakak silih berganti
)
Nah, sudah jelas kan hubungan antara tulisan dan judul? Kalau kata Kerani sih yang penting sama-sama pepatah juga






jiah al jafara
/ February 15, 2013bos memang beda”
buku My stupid bos memang lucu aagaga
kakaakin
/ February 15, 2013Komen-komen gokilnya kerani kocak banget
Lidya
/ February 15, 2013type bos beda-beda ya kak, tergantung kita dapat bos yg seperti apa
kakaakin
/ February 15, 2013Iya, Mbak. Semoga kita gak mengadopsi sikap yang buruk
Dewa Putu A.M.
/ February 15, 2013pengen baca bukunya
kakaakin
/ February 15, 2013Dapatkan di toko-toko buku terdekat di kota Anda
Dewa Putu A.M.
/ February 15, 2013aku pinjem ke temunku aja deh,..
LJ
/ February 15, 2013hehhe, setuju dengan Akin.. jangan masukin apa si boss mo bicara apa, yg penting lakukan tugas kita sesuai yang seharusnya.
LJ
/ February 15, 2013masukin hati maksud bundooo..
giewahyudi
/ February 15, 2013Menghindari berjumpa dengan bos memang tips jitu. Tapi kalau si bos yang manggil kita gimana dong?
yisha
/ February 15, 2013yap, enjoy ajaaaaaa……..
Orin
/ February 15, 2013Baca si stupid boss emang selalu sukses bikin ngakak2 ya Ka hihihihi
Hanna HM Zwan
/ February 15, 2013xixixixi..pak bosku skrg juga jutek,,katanyaaaaaaa
soalnya sama aku dia baik,sering curhat soalnya hahahaha
genthuk
/ February 15, 2013gak takut blognya dibaca si Boss?
Erit07
/ February 17, 2013Kira” bos saya kalau kerja nanti gimana ya???
Myra Anastasia
/ February 18, 2013yup sering baca2 my stupid boss aja biar bs santai..
Yudi
/ February 18, 2013Jadi ingat film Horrible Bosses…
Ely Meyer
/ February 18, 2013kapan bisa baca bukunya ya ?
adminherb
/ February 23, 2013Mantap masbroo… keren banget nih artikelnya. Ijin blogwalking gan.!
herfinawaludin
/ February 23, 2013selamat pagi Jelly Gamat
Nia
/ May 11, 2013Pasti Bagus Lah